RSS

Hari Ke 9 : Kuala Lumpur – Surabaya (Putrajaya & Bukit Bintang)

Oleh  Vicky Kurniawan

Jam 06.40 pagi pesawat yang saya tumpangi mendarat di LCCT. Alhamdulilah setelah semalam bisa tidur nyenyak di pesawat, rasanya saya siap untuk memulai penjelajahan hari ini. Jadi setelah kelar urusan imigrasi, mandi dan makan pagi, akhirnya tepat jam 10.15 kami mulai menuju destinasi pertama hari ini yaitu Putrajaya. Berkali-kali mampir ke Kuala Lumpur dalam beberapa perjalanan sebelumnya, saya tidak pernah punya kesempatan untuk mampir ke sini. Padahal dari liputan di televisi atau cerita teman-teman yang pernah datang kesini, sepertinya Putrajaya memang menarik untuk didatangi. Buat saya pribadi melihat Putrajaya sebenarnya bukan satu-satunya alasan, alasan yang lain lebih pada keinginan untuk naik kereta KLIA Transit yang menghubungkan bandara KLIA dengan Putrajaya. Maklum saja selama ini saya belum pernah naik pesawat yang mendarat di KLIA jadi belum tahu juga gimana rasanya naik kereta ini.

Luggage Storage di LCCT

Luggage Storage di LCCT

Sebelum pergi, seperti biasa kami mencari-cari luggage storage untuk menitipkan backpack dulu. Tapi apa mau dikata satu-satunya tempat penitipan tas di LCCT hanyalah kounter Baggage Solution milik Talasco Dagang Sdn Bhd (LCCT Left Luggage Service) yang harganya cukup mahal. Harga sewa termurah untuk satu tas kecil berukuran 43cm x 31cm x 21cm adalah 18 RM dan dua backpack 25 liter milik kami berdua dihitung sebagai 2 tas (sekitar 36 RM). Dengan harga 3 kali lipat dari harga sewa di KL Sentral rasanya saya lebih rela menyeret-nyeret tas itu sampai Putrajaya :) . Jadi dengan wajah pasrah, saya memang terpaksa tidak jadi nitip dan membawa-bawa backpack itu sampai KL Sentral.

Read the rest of this entry »

 
12 Comments

Posted by on March 27, 2014 in Jepang, Kuala Lumpur, Malaysia

 

Tags: , , , ,

Hari Ke 8 : Tokyo – Kuala Lumpur (Odaiba Island & Ginza)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari terakhir di Jepang. Hari ini kami buka dengan bermalas-malasan di hotel sampai waktu check out tiba. Sambil menunggu seorang teman yang berjanji untuk datang, saya sengaja menyisakan hari terakhir ini untuk bersantai tanpa itinerari. Sekali-kali melewatkan hari tanpa rencana itu enak juga lho, going with the flow dan melihat kejutan apa yang akan kita alami hari ini. Pesawat yang akan membawa kami ke Kuala Lumpur akan terbang jam 23.45 jadi saya perkirakan jam 20.00 saya sudah harus berangkat dari stasiun Shinjuku menuju Haneda. Jadi ketika Teddy, teman saya datang sekitar jam 12 siang, kami langsung check out tanpa menitipkan backpack karena ogah harus balik lagi ke hotel hanya untuk mengambil tas. Rencananya backpack akan kami titipkan di luggage storage yang banyak terdapat di stasiun Shinjuku.

Rainbow Bridge dan Patung Liberty di Odaiba Island

Rainbow Bridge dan Patung Liberty di Odaiba Island (Photo By : http://www.japan-guide.com)

Dari hotel kami bertiga jalan kaki ke stasiun Shin Okubo dan naik JR Yamanote Line arah Shinjuku menuju Shinjuku Station. Yang ini tiketnya tidak termasuk hitungan karena dibayarin :) Sampai di Shinjuku mulailah perburuan mencari luggage storage yang masih kosong. Sengaja mencari loker disekitar kantor Odakyu supaya gampang dicari karena kami sudah hapal area sekitar kantor itu. Ternyata mencari loker yang kosong saat makan siang itu susah juga. Di sekitar area Shinjuku terdapat ratusan locker penyimpanan tas, tapi semuanya terisi penuh. Mungkin ini ada hubungannya dengan kebiasaan orang Jepang yang suka berbelanja saat makan siang dan menaruh barang belanjaanya di loker sampai saat pulang kerja tiba. Setelah berkeliaran disana-sini akhirnya ketemu juga dua loker kecil yang kosong dengan sewa 300 yen perloker. Setelah backpack aman mulailah perjalanan kami menuju Odaiba Island. Teddy, teman kami, sengaja membawa kami kesini karena hampir semua tempat utama di Tokyo sudah kami kunjungi saat hari pertama tiba. Untuk transportasi hari ini kami membeli tiket Tokyo Metro 1-Day Open Ticket yang hanya bisa dipakai pada jalur Tokyo Metro (9 lines) untuk penggunaan tidak terbatas dalam satu hari. Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on January 29, 2014 in Jepang, Tokyo

 

Tags: , , , ,

Hari Ke 7 : Tokyo (Hakone)

Oleh : Vicky Kurniawan

Jam 06.30 pagi bis yang kami tumpangi akhirnya sampai juga di Shinjuku. Semalan saking nyenyaknya tidur sampai tidak tahu bisnya sempat berhenti di tempat istirahat atau tidak. Tahu-tahu pak supirnya sudah teriak-teriak Shinjuku…Shinjuku saat bisnya sampai di halaman stasiun. Tidak mau terbawa sampai tempat mangkalnya di Umeda, kami cepat-cepat turun. Karena sudah berkali-kali mondar-mandir disini saat hari pertama sampai di Jepang, kali ini saya lebih pede saat masuk stasiun. Rencananya hari ini kami akan pergi ke Hakone untuk menjajal keberuntungan kami melihat gunung Fuji. Tapi sebelumnya kami mau menitipkan tas dulu di hotel, syukur-syukur kalau sudah bisa check inn jadi bisa mandi dan istirahat sedikit.

Pemandangan Gunung Fuji Dari Owakudani, Hakone

Pemandangan Gunung Fuji Dari Owakudani, Hakone

Hotel Di Tokyo

Selama satu malam di Tokyo, kami menginap di Hotel Empire in Shinjuku yang saya pesan lewat http://www.booking.com. dengan syarat free cancellation sehingga saat pemesanan saya tidak keluar uang sama sekali. Hotel ini saya pilih disamping karena harganya yang murah sekitar Y 3000 (Rp. 315.000) perorang permalam untuk kamar Double Room, juga letaknya yang strategis karena dekat dengan stasiun Shinjuku. Kalau mau jalan kaki jaraknya sekitar 1.3 km dari Shinjuku atau kalau mau naik kereta, bisa naik JR Chuo Line turun di stasiun Okubo atau naik JR Yamanote Line turun di stasiun Shin Okubo. Setelah keluar dari stasiun Shin Okubo ambil arah kiri dan jalan kaki sejauh 70 meter. Belok kiri di jalan pertama setelah melewati MC Donald dan ATM Bank Mizuho. Setelah itu jalan lurus sejauh 150 mt. Hotelnya berada disebelah kanan. Menilik namanya, jangan dibayangkan hotel ini berada ditepi jalan besar. Namanya memang hotel Empire tapi letaknya di gang kecil diantara rumah-rumah penduduk. Peta dari Stasiun Shinjuku menuju hotel dapat dilihat pada gambar berikut.

Read the rest of this entry »

 
36 Comments

Posted by on December 29, 2013 in Hakone, Jepang, Tokyo

 

Tags: , , , , , , , , ,

Hari Ke 6 : Osaka – Tokyo (Osaka Castle, Minami, Universal Citywalk, Kita)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari terakhir di Osaka. Rencananya hari ini kami akan mengubek-ngubek kota Osaka dulu sebelum malamnya melanjutkan perjalanan ke Tokyo dengan menggunakan bis Willer Express. Rutenya dibuat melingkar dengan terlebih dahulu mengunjungi Osaka Castle dilanjutkan dengan mengeksplore kawasan Minami, Universal City Walk Osaka dan diakhiri dengan kunjungan ke kawasan Kita yang berada di seputaran Osaka Station. Jadilah jam 7 pagi kami check out dari hostel dengan tujuan utama mencari kantor Willer Express di Umeda Sky Building. Selain untuk menitipkan backpack, kami juga ingin mengecek lokasinya supaya nanti malam saat naik bis tidak usah mencari-cari lagi alamatnya. Rute kami hari ini bisa dilihat pada peta berikut.

Peta diatas dibuat dengan mode jalan kaki supaya didapat gambaran kasar mengenai rutenya. Tapi aslinya penjelajahan kami hari ini merupakan campuran antara walking tour dan naik kereta. Dimulai dari titik (A). J-Hoppers Osaka Central jalan kaki ke (B). Stasiun Fukushima – naik kereta ke (C). Stasiun Osaka – jalan kaki ke (D). Umeda Sky Building – jalan kaki kembali ke Stasiun Osaka disambung naik kereta ke stasiun Osakajo-koen dan jalan kaki ke (E). Osaka Castle – jalan kaki ke stasiun Osaka Business Park dan naik kereta ke stasiun Shinsaibashi disambung jalan kaki ke (F). Amerikamura – jalan kaki ke (G). Dotonbori – jalan kaki ke (H). Namba Park – jalan kaki ke (I). Stasiun Namba – naik kereta ke stasiun Shinimamiya disambung jalan kaki ke (J). Universal City Walk Osaka – naik kereta kembali ke Stasiun Osaka dan jalan kaki ke (K). HEP FIVE – jalan kembali ke (L). Umeda Sky Building.

Read the rest of this entry »

 
20 Comments

Posted by on November 22, 2013 in Jepang, Osaka

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Hari Ke 5 : Kyoto – Osaka (Nara)

Oleh : Vicky Kurniawan

Jam 8 pagi saat resepsionis buka, kami sudah siap untuk check out. Sebenarnya berat untuk meninggalkan Kyoto dan kenyamanan Kyoto Hana Hostel yang sudah menjadi rumah kami selama 3 hari belakangan ini. Apalagi masih banyak tempat-tempat menarik di Kyoto yang belum sempat kami kunjungi. Sebelum pergi, sempat berfoto dengan petugas resepsionisnya yang ramah, berterima kasih atas pelayanannya dan berjanji akan mempromosikannya ke traveler yang lain. Buntutnya ketika saya beli perangko untuk mengirim kartupos ke salah satu teman yang hobi postcrossing, dia memberikannya secara gratis :). Jadilah di pagi yang dingin dan cerah itu kami meninggalkan penginapan dan berjalan kaki menuju Kyoto Station. Hari ini kami berencana melanjutkan perjalanan ke Osaka yang berjarak kurang lebih 43 km dari Kyoto. Untuk menuju kota ini kita bisa naik bis atau kereta dengan perjalanan kurang lebih 1 jam atau kalau mau lebih bergaya bisa naik kereta cepat Shinkansen dengan waktu perjalanan 13 menit.

_DSC0712

Shinkansen Kyoto – Osaka

Sebenarnya banyak traveler yang menyarankan untuk tidak naik Shinkasen dari Kyoto ke Osaka karena bila dibandingkan dengan kereta Special Rapid Service harganya jauh lebih mahal dan lebih ribet mengingat kereta ini berhenti di Shin Osaka, satu stasiun sebelum Osaka sehingga kita masih harus pindah kereta untuk sampai ke Osaka Station. Tapi saya tetap ingin naik kereta ini karena ingin tahu gimana rasanya naik Japan’s Bullet Train yang kecepatannya bisa mencapai 320 km/jam. Shinkansen sangat terkenal dengan ketepatan waktu, kenyamanan (hampir tanpa suara dengan semua tempat duduk menghadap kedepan), keamanan (belum pernah kecelakaan), dan keefisienannya. Berhubung salah satu tiket termurahnya adalah dari Kyoto ke Osaka maka kali ini saya memutuskan untuk naik kereta api ini saja. Read the rest of this entry »

 
17 Comments

Posted by on October 19, 2013 in Nara, Osaka

 

Tags: , , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 154 other followers