RSS

Hari Ke 3 : Boracay (Helmet Diving & Island Hopping)

Oleh : Vicky Kurniawan

Selesai mandi dan sholat Shubuh, saya pergi ke dapur guest house untuk memberitahu si ibu bahwa kami akan keluar jam 7 pagi. Jadi kalau bisa saya minta sarapan kami dipercepat karena kebetulan harga yang saya bayar sudah termasuk sarapan pagi. Si ibu bilang, “No problem”, your breakfast will be ready on time”. Kemudian kami mengobrol sedikit tentang rencana saya hari ini. Ketika saya hendak kembali ke kamar dia bertanya, “Do you like pineapple?”. Tanpa mengerti arah pembicaraannya saya jawab asal saja, “yes, I like it very much”. Ternyata setelah sarapannya datang baru saya ‘ngeh’ kalau pineapple (nanas) nya merupakan bagian dari menu. Jadi menu untuk sarapan terdiri dari dua tangkap roti bakar, telur ceplok setengah matang plus seiris nanas. He he he seumur-umur baru kali ini sarapan pakai nanas.

Sarapan Pagi ala Pilipina

Sarapan Pagi ala Pilipina

Walaupun sudah dijadwalkan keluar jam 07.00 tetap saja kita molor sampai jam 07.30. Hari ini kami berencana ikutan Island Hopping dan Helmet Diving. Sebelumnya saya sudah googling dulu harga-harganya di internet. Harga termurah untuk Helmet Diving adalah 500 PHP dan Island Hopping 700 PHP perorang. Jadi sambil menyusuri pantai menuju station 1 kami juga berhenti di beberapa travel agen dan berbicara dengan para calo untuk membanding-bandingkan harga. Harga termurah kami dapat dari Allan B. Funtour yang menawarkan harga persis seperti yang kami cari. Sebenarnya di tarif resmi tertulis 700 PHP untuk Helmet Diving tapi kami berhasil menawarnya sampai 500 PHP. Travel agen ini memiliki beberapa booth kecil yang terbentang dari station 1 sampai 3, boothnya juga gampang dicari karena warna-warna brosurnya yang menyolok. Berikut penampakan Booth dan daftar harganya. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on October 29, 2014 in Boracay, Filipina

 

Tags: , , , , , , ,

Hari Ke 2 : Jakarta – Manila – Boracay

Oleh : Vicky Kurniawan

Salah satu ketidaknyamanan dari tiket promo adalah jam terbangnya yang ajaib. Seperti jam terbang saya ke Manila ini, jam 00.25, jamnya kuntilanak buang anak. Tapi sekali lagi mengingat harga, rasanya berlebihan kalau mengeluh terlalu banyak :) . Untung saja Cebu Pacific yang terkenal suka delay kali ini terbangnya tepat waktu dan nggak molor. Jadi dengan lancar jam 05.25 saya mendarat di bandara internasional Manila, Ninoy Aquino International Airport atau sering disingkat NAIA.

Ninoy Aquino International Airport (NAIA)

Terletak sekitar 7 km dari pusat kota, NAIA seperti juga Soekarno Hatta memiliki banyak terminal yang terpisah satu sama lain. Transportasi antar terminal juga dilayani dengan shuttle bus. Bersamaan dengan Clark International Airport, NAIA melayani penerbangan domestik dan internasional untuk area Manila. Hanya saja Clark International Airport lebih dikhususkan untuk penerbangan Low Cost Carrier karena landing fee-nya yang lebih rendah daripada NAIA.

Bagian Depan Terminal 3 NAIA

Bagian Depan Terminal 3 NAIA

NAIA memiliki 5 terminal dan Cebu Pacific bersama dengan Airphil Express menjadi tenant utama di Terminal 3. Terminal ini merupakan terminal terbaru dan terbesar dalam komplek NAIA. Pertama kali mempelajari transportasi di bandara ini, saya agak risau juga mengingat shuttle bisnya yang agak ruwet. Tapi untunglah, pesawat Cebu menuju Caticlan juga terbang dari terminal 3. Mungkin lain cerita kalau untuk penerbangan berikutnya saya harus naik Tiger yang mangkal di terminal 4. Saat riset tentang transportasi, saya menemukan satu blog yang cukup jelas menerangkan tentang Shuttle Bus yang menghubungkan terminal 1 sampai 3 NAIA. Nama blognya Directions On Web yang bisa diklik disini. Read the rest of this entry »

 
16 Comments

Posted by on August 12, 2014 in Boracay, Filipina

 

Tags: , , , , , , , , ,

100 % Air Asia

Bila melihat saya sekarang, orang tidak akan percaya kalau dulu bagi saya, pergi ke luar negeri itu hanyalah mimpi. Jangankan ke luar negeri, sampai umur hampir kepala 3 saya belum pernah sekalipun naik pesawat. Untunglah akhirnya saya mendapat tugas belajar di Universiti Brunei Darussalam. Waktu itu usia saya 28 tahun dan saat itulah untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri sekaligus pertama kali naik pesawat. Jaman itu karena belum ada budget airlines, saya beli tiket pesawat full board yang harganya mahal. Sejak itulah bayangan kalau pergi ke luar negeri sangatlah mahal mulai melekat di ingatan saya.

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Setahun setelah pulang dari Brunei, saya menikah. Pengalaman selama sekolah di luar membuka mata saya betapa menyenangkannya melihat budaya dan kehidupan negara lain. Untungnya saya berjodoh dengan laki-laki yang berpandangan sama. Jadilah perjalanan bulan madu kami diisi dengan backpacking ke Singapura dan Malaysia. Lagi-lagi karena belum ada budget airlines kami harus membeli tiket pesawat full board. Bulan madunya memang menyenangkan dan mengesankan tapi mengingat besarnya biaya yang kami keluarkan, saya pesimis kalau kami bisa traveling ke luar negeri lagi. Sepulang dari bulan madu, saya hamil dan melahirkan bayi kembar perempuan yang cantik-cantik. Setelah itu, karena satu dan lain hal kami berdua malah kehilangan pekerjaan. Punya dua anak dan menjadi pengangguran, bisa dibilang tamatlah karier saya sebagai backpacker. Jangankan kepikiran traveling, untuk hidup sehari-hari saja kami harus berhemat karena tabungan selama bekerja harus dibagi antara kebutuhan hidup dan modal usaha. Terkadang kalau pas ke gudang dan melihat ransel saya tergantung penuh debu serasa ada suatu kerinduan yang menyesak dalam dada. Tapi yah hidup harus terus berjalan. Read the rest of this entry »

 
22 Comments

Posted by on July 7, 2014 in Jawa Timur, Panduan

 

Hari Ke 1 : Surabaya – Jakarta

Oleh : Vicky Kurniawan

Pertama kali mendapat tiket penerbangan Jakarta – Manila, satu hal yang langsung terpikirkan oleh saya adalah transportasi dari Malang ke Jakarta. Waktu itu bahkan sempat terpikir untuk naik kereta ekonomi Matarmaja yang tiketnya cuman Rp. 65.000 dengan waktu tempuh 19 jam (itung-itung nostalgia jaman kecil dulu). Tapi belum sempat nostalgianya, pada bulan November 2012 maskapai penerbangan Air Asia meluncurkan rute baru Jakarta – Surabaya dan Alhamdulillah dapat juga tiket promo Rp. 307.800 pulang pergi. Tiketnya bahkan lebih murah dari tiket bis malam Malang – Jakarta yang harganya berkisar Rp. 200.000 sekali jalan dengan waktu tempuh 19 – 20 jam. Akhirnya terbanglah kami dengan Air Asia ke Jakarta.

Promo Air Asia Rute Jakarta - Surabaya

Promo Air Asia Rute Jakarta – Surabaya

Saat itu Air Asia masih terbang dari bandara lama (informasi terbaru: Air Asia pindah ke Terminal 2 bandara Juanda) dan airport taxnya masih Rp. 40.000 untuk penerbangan domestik. Per 1 April 2014 airport tax di bandara Juanda untuk penerbangan domestik naik menjadi Rp 75.000. Kalau dapat tiket murah bisa-bisa airport taxnya lebih mahal daripada tiketnya :) .

Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta

Akhirnya setelah 5 tahun, kaki ini menginjak Jakarta lagi walaupun hanya sebatas di bandara :) Di Soekarno – Hatta, Air Asia mendarat di terminal 3 yang baru selesai dibangun tahun 2009. Terminal ini terlihat berbeda dengan terminal-terminal yang lain. Kesannya lebih fresh, modern dan Eco Friendly dengan jendela-jendela kaca yang lebar. Fasilitasnya juga terlihat lengkap karena begitu keluar sudah ada Mushola dan tempat makan bahkan disini juga ada Tap Water.

Read the rest of this entry »

 
4 Comments

Posted by on June 15, 2014 in Filipina

 

Tags: , ,

9 Hari Keliling Manila, Boracay, Puerto Princessa

Oleh : Vicky Kurniawan

Filipina, kalau melihat foto-fotonya di internet atau di majalah-majalah pariwisata selalu ada panggilan hati ingin kesana. Apalagi ketika Department of Tourism Filipina melancarkan program “It’s More Fun In the Philipines” tiap kali buka internet, mata seolah dimanjakan oleh keindahan pantai berpasir putih Boracay, kehijauan sawah bertingkat di Ifugao atau keajaiban tempat-tempat diving di Palawan dan El Nido. Maklum saja, sebagai negara kepulauan seperti Indonesia, tempat pariwisata yang ditawarkan memang tidak jauh-jauh dari pantai dan pegunungan. Jadi ketika maskapai penerbangan Cebu Pacific meluncurkan program tiket murah penerbangan Jakarta – Manila pada bulan Oktober 2012 langsung saja tanpa pikir panjang saya sambar kesempatan itu.

Peta Filipina (Sumber : Lonely Planet)

Peta Filipina (Sumber : Lonely Planet)

Tiket Pesawat

Karena belum punya rute yang jelas, terus terang saya agak ngawur saat membeli tiket penerbangan ke Filipina ini. Yang saya beli pertama kali adalah rute Jakarta – Manila setelah itu berkembang ke destinasi lain tergantung promo penerbangan yang ditawarkan. Jadi destinasi yang saya tuju benar-benar tergantung pada promo dari maskapai yang ada. Sebenarnya rencana model begini punya kelemahan juga antara lain waktu saya jadi habis di bandara untuk naik pesawat ke berbagai tujuan. Tapi ada keuntungannya juga karena saya jadi lebih ahli dalam hal prosedur naik pesawat :) . Read the rest of this entry »

 
20 Comments

Posted by on June 14, 2014 in Filipina

 

Tags: , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 185 other followers