RSS

Category Archives: Macau

Hari Ke – 8 (Macau – Kuala Lumpur – Surabaya)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini adalah hari terakhir dari petulangan saya selama 8 hari keliling Hongkong-Shenzhen-Macau. Apakah yang dirasakan seorang traveler saat akan pulang ?. Seperti biasa semuanya campur aduk, antara kangen, kesal sekaligus exciting, tapi saya cukup beruntung karena ada gadis-gadis dan jejaka kecil yang selalu menanti saya di rumah. Kerinduan untuk memeluk merekalah yang mengalahkan rasa kesal karena harus mengakhiri petualangan ini sekaligus menghapus rasa enggan karena harus kembali ke rutinitas semula. Hanya satu yang tetap saya benci yaitu NAIK PESAWAT. Walaupun pesawat kami berangkat jam 10.45,  jam 06.45 saya sudah siap check out dari hostel saking nervousnya. Pop Mie yang sudah dibuat sebagai sarapan sama sekali tidak tersentuh, kebanyakan makan pop mie sampai liat tempatnya aja udah enek 🙂 dan bersumpah sampai di Indonesia tidak makan mie paling nggak selama 1 bulan.

Dari hostel kami menyeberangi jalan Avenida de Almeida Ribeiro menuju halte bis terdekat. Sambil menunggu  bis no 10 atau 10 A menuju ferry terminal saya sempatkan mengamati kegiatan warga Macau dipagi hari. Semua sedang tergesa-gesa menuju tempat kerja walaupun pagi itu sedikit gerimis dan angin bertiup cukup kencang. Turun di ferry terminal, kami naik bis AP1 menuju Macau International Airport yang terletak di Taipa. Perjalanan dari Macau Peninsula menuju Airport memakan waktu hampir 1 jam.

Macau International Airport

Nama resminya adalah Aeroporto Internacional de Macau, mulai dibuka tahun 1995 bandara ini merupakan satu-satunya bandara komersial di Macau. Untung saat mengunjungi bandara ini saya tidak melakukan riset terlalu mendalam. Kalau tahu runwaynya terletak di tengah laut dengan panjang “hanya” 3420 mt mungkin saya pilih naik perahu daripada pesawat :). Bis AP1 yang kami tumpangi berhenti tepat di depan pintu bandara yang masih sepi. Sambil menunggu bagian imigrasi buka, kami menjelajahi bandara yang tidak terlalu besar ini. Read the rest of this entry »

 
80 Comments

Posted by on January 2, 2012 in Macau

 

Tags: , ,

Hari Ke – 7 (Macau)

Oleh : Vicky Kurniawan

Unik dan cantik. Itulah kesan pertama yang saya dapat ketika menginjakkan kaki di Macau. Kota yang dijuluki “The Vegas of The East” ini memiliki percampuran budaya timur dan barat yang unik antara Cina dan Portugis. Semua nama jalan dan istilah-istilah masih menggunakan bahasa Portugis begitu juga dengan bentuk jalan, bangunan dan taman-taman kotanya. Semua itu bercampur aduk dengan kuil dan kelenteng Cina serta bahasa Kanton yang juga mendominasi kota ini. Perpaduan unik inilah yang membuatnya cantik. Tidak heran kalau Unesco sampai mengakuinya sebagai salah satu World Heritage Site.

Salah Satu Sudut Senado Square

Macau terdiri dari tiga bagian, pertama adalah Macau Peninsula yang menjadi satu dengan daratan Cina di sebelah utara. Di bagian tengah adalah pulau Taipa yang tersambung dengan Peninsula melalui tiga jembatan penghubung : Macau-Taipa Bridge (dengan panjang 2.5 km), Friendship Bridge (panjang 4,5 km) dan jembatan anti typhoon Sai Van Bridge yang panjangnya 2.2 km.Bagian terakhir dari Macau adalah Coloane Island yang tersambung dengan Taipa berkat adanya tanah reklamasi yang dinamai Cotai.

Ruins of The Church of St. Paul

Sisa bangunan gereja yang menjadi ikon Macau ini adalah tempat pertama yang saya datangi hari ini. Cabut dari hostel sekitar jam 8 pagi hanya perlu waktu 30 menit berjalan kaki dan enaknya tidak perlu bolak-balik melihat peta karena penunjuk jalan tersebar dimana-mana. Sebagai negara yang setengah GDP-nya berasal dari tourism, Macau memang mempersiapkan diri sebagai negara wisata. Selain petunjuk jalan yang lengkap, peta dan brosur-brosur wisata dalam berbagai versi bahasa juga gampang didapat. Yang mengherankan mereka bahkan menerbitkan pamflet peringatan yang ditulis dalam Bahasa Indonesia (bukan bahasa Melayu lho!). Walaupun beberapa ejaannya salah tapi isinya masih bisa dimengerti. Setelah 6 hari tidak menemukan tulisan lain selain Inggris dan Kanton surprise banget waktu nemu pamflet model gini :). Read the rest of this entry »

 
80 Comments

Posted by on December 22, 2011 in Macau

 

Tags: , , , , , , ,

Hari Ke-6 (Shenzhen – Macau)

Oleh : Vicky Kurniawan

Setelah melewatkan satu hari untuk berleha-leha keluar dari itinerary, hari ini kami berencana “Back On Track” melanjutkan perjalanan ke Macau. Seperti biasa jam 7 pagi kami sudah siap untuk check out dari hotel bersemangat sekali untuk menjelajahi kota baru. Tapi apa daya, ketika naik ke resepsionis di lantai 3 ternyata kantornya masih tutup. Tidak mau kehilangan uang deposit kunci sebesar Y100, akhirnya diputuskan untuk menunggu sampai kantornya buka. Kami perkirakan bukanya pasti jam 9 mengikuti jam kantor biasa. Sambil menunggu waktu berlalu, kami menjelajah area sekitar hotel dimana banyak terdapat food stall yang menjual berbagai macam makanan kecil yang lazim disebut street food.

Street Food

Shenzhen’s Street Food

Street Food sangat populer di Cina begitu juga di Shenzhen, disamping harganya yang murah bentuknya yang menarik dan beragam menjadi daya tarik tersendiri. Umumnya street food ini dijual di kios-kios kecil di pinggir jalan dan setiap area memiliki spesialisasi sendiri. Dongmen Pedestrian Street terkenal dengan Takoyaki Balls-nya, bola-bola tepung yang didalamnya berisi cumi, udang atau daging. Bola-bola tersebut dimakan bersama saus teriyaki dan ditaburi rumput laut.  Selain Takoyaki Balls, street food yang patut dicoba di Dongmen adalah Dai Mai Baked Biscuit, bermacam-macam sate seafood dan kentang panggang yang ditaburi saus kare. Bagi pecinta seafood, Yantian Seafood Street merupakan surganya makanan laut. Selain banyak variasi, harga yang beragam dan kesegaran seafoodnya merupakan satu keunggulan tersendiri (maklum, Yantian berlokasi sangat dekat dengan laut). Read the rest of this entry »

 
112 Comments

Posted by on December 12, 2011 in Macau, Shenzhen

 

Tags: , , , , ,

8 Hari Keliling Hongkong – Shenzhen – Macau

Oleh : Vicky Kurniawan

Saya tertarik untuk menjelajahi ketiga negara ini ketika mbak Claudia Kaunang menerbitkan bukunya “ 2 juta keliling Macau, Hongkong dan Shenzhen”, dan kesempatan itu datang ketika Air Asia mengadakan promo besarnya bulan Pebruari 2011. Untunglah saat itu belum ada kebijakan Fuel Surcharge sehingga hanya dengan Rp. 768.000,- per orang saya sudah mendapat tiket pesawat dengan rute keberangkatan Surabaya-Medan-Hongkong dan pulangnya Macau-Kuala Lumpur-Surabaya untuk penerbangan bulan September 2011.

Hongkong

Kenapa Medan-Hongkong? Karena saat itu tiket Medan-Hongkong lebih murah dari Kuala Lumpur-Hongkong dan saya berpikir untuk sekalian menjelajahi kota Medan selama masa transit. Sayangnya, di bulan Agustus 2011 Air Asia memutuskan untuk menghapus rute Medan-Hongkong dan menawarkan dua alternatif  pengganti, mau refund atau reroute. Jelas saya memilih reroute, akhirnya Air Asia mengganti tiket Medan-Hongkong menjadi Kuala Lumpur-Hongkong tanpa ada tambahan biaya apapun (what a wonderful service!!). Read the rest of this entry »

 
48 Comments

Posted by on October 10, 2011 in Hongkong, Macau, Shenzhen

 

Tags: , , , , , ,