RSS

Category Archives: Shenzhen

Hari Ke-6 (Shenzhen – Macau)

Oleh : Vicky Kurniawan

Setelah melewatkan satu hari untuk berleha-leha keluar dari itinerary, hari ini kami berencana “Back On Track” melanjutkan perjalanan ke Macau. Seperti biasa jam 7 pagi kami sudah siap untuk check out dari hotel bersemangat sekali untuk menjelajahi kota baru. Tapi apa daya, ketika naik ke resepsionis di lantai 3 ternyata kantornya masih tutup. Tidak mau kehilangan uang deposit kunci sebesar Y100, akhirnya diputuskan untuk menunggu sampai kantornya buka. Kami perkirakan bukanya pasti jam 9 mengikuti jam kantor biasa. Sambil menunggu waktu berlalu, kami menjelajah area sekitar hotel dimana banyak terdapat food stall yang menjual berbagai macam makanan kecil yang lazim disebut street food.

Street Food

Shenzhen’s Street Food

Street Food sangat populer di Cina begitu juga di Shenzhen, disamping harganya yang murah bentuknya yang menarik dan beragam menjadi daya tarik tersendiri. Umumnya street food ini dijual di kios-kios kecil di pinggir jalan dan setiap area memiliki spesialisasi sendiri. Dongmen Pedestrian Street terkenal dengan Takoyaki Balls-nya, bola-bola tepung yang didalamnya berisi cumi, udang atau daging. Bola-bola tersebut dimakan bersama saus teriyaki dan ditaburi rumput laut.  Selain Takoyaki Balls, street food yang patut dicoba di Dongmen adalah Dai Mai Baked Biscuit, bermacam-macam sate seafood dan kentang panggang yang ditaburi saus kare. Bagi pecinta seafood, Yantian Seafood Street merupakan surganya makanan laut. Selain banyak variasi, harga yang beragam dan kesegaran seafoodnya merupakan satu keunggulan tersendiri (maklum, Yantian berlokasi sangat dekat dengan laut). Read the rest of this entry »

 
112 Comments

Posted by on December 12, 2011 in Macau, Shenzhen

 

Tags: , , , , ,

Hari Ke-5 (Shenzhen)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini sebenarnya saya sudah menyusun rencana untuk pergi ke Dameisha Beach sebelum mengunjungi Overseas Chinese Town East (OCT East), sebuah theme park yang berjarak 3 jam di sebelah timur Shenzhen. Sepulang dari OCT, kami berencana mampir ke Luohu Shopping Complex di stasiun Luohu. Sayangnya, semua tidak dapat terlaksana karena faktor “U” :). Capek karena perjalanan hari-hari sebelumnya, mood jadi turun. Membayangkan naik bis ke luar kota, mesti berangkat pagi-pagi padahal maunya santai-santai saja dan berangkat jalan agak siang. Belum lagi kalau kesasar pasti akan lebih menguras tenaga karena kendala bahasa. Akhirnya demi menjaga mood, ritme diturunkan dan itinerary dirubah total banting stir cari tempat rekreasi yang dekat dan kemungkinan nyasarnya kecil. Pilihan jatuh pada Happy Valley, sebuah theme park yang letaknya berseberangan dengan Window Of The World. Dari Luohu tempat ini dapat dicapai dengan Shenzhen metro turun di stasiun WOW exit A. Dari kelima theme park Happy Valley (Beijing, Chengdu,  Shanghai dan Wu Han) Shenzhen Happy Valley adalah yang pertama dibangun oleh OCT Group sebuah perusahaan theme park terkemuka di Cina yang juga memiliki WOW dan Splendid China.

Wahana UFO di Beijing Happy Valley

Shenzhen Happy Valley

Dibahas dengan detil di buku Claudia Kaunang “2 Juta Keliling Macau, Hongkong dan Shenzhen” tapi tidak disebut satu katapun di buku Lonely Planet “Hongkong, Macau City Guide” membuat saya penasaran juga dengan theme park ini. Lonely Planet gitu loh ! harusnya kan lebih lengkap. Begitu keluar dari exit A di stasiun metro WOW kita akan langsung disambut oleh billboard besar bertuliskan Happy Valley dengan taman kecil di depannya. Tapi tengak-tengok kok tidak ada gerbang masuk dan tidak ada petunjuk arah mesti kemana. Akhirnya kita memutuskan jadi penguntit, pokoknya kalau ada yang foto di depan billboard Happy Valley akan kita ikuti dengan asumsi mereka adalah turis juga. Sialnya gerombolan turis pertama yang kita ikuti masih mampir-mampir dulu ke toko beli cemilan :). Usut punya usut ternyata dari exit metro mesti jalan dulu sejauh kurang lebih 500 mt ke arah kiri atau ke arah jalan Qiaocheng W Street barulah ketemu pintu gerbangnya. Read the rest of this entry »

 
26 Comments

Posted by on November 29, 2011 in Shenzhen

 

Tags: , , , ,

Hari Ke-4 (Hongkong – Shenzhen)

Oleh : Vicky Kurniawan

Begitu bangun keesokan paginya, saya langsung melihat siaran televisi. Curiga banget dengan suara angin semalam yang menderu-deru sampai mimpi sedang jalan ditengah badai. Betul juga Typhoon Nesat rupanya sedang “mampir” ke Hongkong. Typhoon Signal naik menjadi 8 yang menjadi pertanda bahwa sekolah dan kantor diliburkan, banyak penerbangan akan dibatalkan dan kebanyakan alat transportasi tidak akan beroperasi terutama ferry yang pakai nyebrang-nyebrang laut segala. Semua orang dihimbau untuk tinggal di rumah bila tidak ada keperluan (apalagi keperluan jalan-jalan seperti saya :)).

Typhoon Nesat Menghantam Hongkong Menggulingkan Lampion-Lampin Di Clock Tower Yang Saya Kunjungi Kemarin (Photo By : m.ibtimes.com)

Sejauh ini saya cukup beruntung, karena hari ini adalah hari terakhir di Hongkong sebelum melanjutkan perjalanan ke Shenzhen dengan MTR yang saya yakin akan tetap berjalan. Setelah sarapan sisa makanan semalam, jam 7 pagi kami cepat-cepat check-out dan bergegas menuju stasiun MTR Tsim Sha Tsui. Begitu keluar dari hostel langsung disambut angin yang cukup kencang, berat juga jalan menentang angin sambil mengendong backpack. Untung saja pintu masuknya sangat dekat, kalau di Indonesia mah..hujan badai sebesar apapun sekolah dan kantor tidak akan diliburkan secara resmi seperti ini apalagi sampai disiarkan di TV. Read the rest of this entry »

 
219 Comments

Posted by on November 15, 2011 in Hongkong, Shenzhen

 

Tags: , , , , , , ,

8 Hari Keliling Hongkong – Shenzhen – Macau

Oleh : Vicky Kurniawan

Saya tertarik untuk menjelajahi ketiga negara ini ketika mbak Claudia Kaunang menerbitkan bukunya “ 2 juta keliling Macau, Hongkong dan Shenzhen”, dan kesempatan itu datang ketika Air Asia mengadakan promo besarnya bulan Pebruari 2011. Untunglah saat itu belum ada kebijakan Fuel Surcharge sehingga hanya dengan Rp. 768.000,- per orang saya sudah mendapat tiket pesawat dengan rute keberangkatan Surabaya-Medan-Hongkong dan pulangnya Macau-Kuala Lumpur-Surabaya untuk penerbangan bulan September 2011.

Hongkong

Kenapa Medan-Hongkong? Karena saat itu tiket Medan-Hongkong lebih murah dari Kuala Lumpur-Hongkong dan saya berpikir untuk sekalian menjelajahi kota Medan selama masa transit. Sayangnya, di bulan Agustus 2011 Air Asia memutuskan untuk menghapus rute Medan-Hongkong dan menawarkan dua alternatif  pengganti, mau refund atau reroute. Jelas saya memilih reroute, akhirnya Air Asia mengganti tiket Medan-Hongkong menjadi Kuala Lumpur-Hongkong tanpa ada tambahan biaya apapun (what a wonderful service!!). Read the rest of this entry »

 
48 Comments

Posted by on October 10, 2011 in Hongkong, Macau, Shenzhen

 

Tags: , , , , , ,