RSS

Category Archives: Indonesia

100 % Air Asia

Bila melihat saya sekarang, orang tidak akan percaya kalau dulu bagi saya, pergi ke luar negeri itu hanyalah mimpi. Jangankan ke luar negeri, sampai umur hampir kepala 3 saya belum pernah sekalipun naik pesawat. Untunglah akhirnya saya mendapat tugas belajar di Universiti Brunei Darussalam. Waktu itu usia saya 28 tahun dan saat itulah untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri sekaligus pertama kali naik pesawat. Jaman itu karena belum ada budget airlines, saya beli tiket pesawat full board yang harganya mahal. Sejak itulah bayangan kalau pergi ke luar negeri sangatlah mahal mulai melekat di ingatan saya.

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Setahun setelah pulang dari Brunei, saya menikah. Pengalaman selama sekolah di luar membuka mata saya betapa menyenangkannya melihat budaya dan kehidupan negara lain. Untungnya saya berjodoh dengan laki-laki yang berpandangan sama. Jadilah perjalanan bulan madu kami diisi dengan backpacking ke Singapura dan Malaysia. Lagi-lagi karena belum ada budget airlines kami harus membeli tiket pesawat full board. Bulan madunya memang menyenangkan dan mengesankan tapi mengingat besarnya biaya yang kami keluarkan, saya pesimis kalau kami bisa traveling ke luar negeri lagi. Sepulang dari bulan madu, saya hamil dan melahirkan bayi kembar perempuan yang cantik-cantik. Setelah itu, karena satu dan lain hal kami berdua malah kehilangan pekerjaan. Punya dua anak dan menjadi pengangguran, bisa dibilang tamatlah karier saya sebagai backpacker. Jangankan kepikiran traveling, untuk hidup sehari-hari saja kami harus berhemat karena tabungan selama bekerja harus dibagi antara kebutuhan hidup dan modal usaha. Terkadang kalau pas ke gudang dan melihat ransel saya tergantung penuh debu serasa ada suatu kerinduan yang menyesak dalam dada. Tapi yah hidup harus terus berjalan. Read the rest of this entry »

Advertisements
 
32 Comments

Posted by on July 7, 2014 in Jawa Timur, Panduan

 

Hari Ke – 4 (Istana Balla Lompoa)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini hari terakhir kami di Makassar. Karena pesawat baru akan berangkat jam 4 sore maka waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk mengunjungi Istana Balla Lompoa, salah satu istana Kerajaan Gowa yang baru direvitalisasi menjadi Museum. Istana yang dibangun pada tahun 1936 oleh Raja Gowa ini terletak di kota Sungguminasa, Gowa, kurang lebih 30 menit perjalanan dari kota Makassar. Dari hostel tempat ini dapat dicapai dengan jalan kaki ke Jln. Gunung Bulusaraung dilanjutkan dengan naik pete-pete merah ke arah terminal Sungguminasa (Gowa) dan turun di Jln. Sultan Hasanudin No. 48 Sungguminasa (jangan sampai salah dengan Jln. Sultan Hasanudin yang berada di tengah kota).

Istana Balla Lompoa (Photo By : Majalah Versi.com)

Istana Balla Lompoa

Dahulunya istana ini berfungsi sebagai tempat kediaman dan pertemuan para pemangku adat kerajaan Gowa tetapi sekarang dialih fungsikan sebagai museum untuk mengenang perjalanan sejarah Kerajaan Gowa. Dari luar terlihat bahwa bangunannya didominasi dengan kayu ulin atau kayu besi dengan bentuk rumah panggung seperti rumah khas etnis Makassar. Di ujung atapnya tergantung kepala kerbau sebagai pertanda derajat kebangsawanan pemilik rumah dan akses tangga setinggi hampir 2 meter menuju ruang teras (ruang penerima tamu). Di depan istana ini terpasang dengan huruf fiber besar “BALLA LOMPOA” persis seperti yang tertulis di pantai Losari. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Hari Ke – 3 (Air Terjun Bantimurung)

Oleh : Vicky Kurniawan

Nah, ini hari yang saya nanti-nantikan. Walaupun kaki capek, semalaman tidak bisa tidur karena kepikiran mau melihat Bantimurung dan naik pete-pete :). Selesai sarapan pagi sisa Mie Titi semalam, kami naik becak sampai Makassar Mall (Pasar Sentral). Malas banget jalan kaki gara-gara seharian kemarin digenjot jalan kaki melulu. Karena tidak yakin mau turun di Makassar Mall bagian mana, maka sebelum naik pesan dulu pada abang becak untuk menurunkan kami di tempat pemberhentian pete-pete kode D yang menuju terminal bus Daya. Abang becak yang baik hati menurunkan kami di depan toko Agung sekalian membantu mencegat pete-pete. Toko ini mudah dikenali karena tulisan AGUNG yang besar sekali di depan tokonya.

Air Terjun Bantimurung (Dulu dan Sekarang) Photo By : Wikipedia

Perjalanan dengan pete-pete dari Makassar Mall menuju terminal bus Daya yang terletak di Jln. Kapasa Raya memakan waktu hampir 1 jam dengan biaya Rp. 3.000 per orang. Jalur ini melewati bagian depan kampus UNHAS, kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan kantor Imigrasi Makassar. Terbiasa dengan kantor-kantor pemerintahan di Jawa yang kecil-kecil, senang juga melihat kantor-kantor disini yang besar dengan pekarangan yang luas. Kantor Gubernurnya juga terlihat megah dengan pagar hitam kokoh yang ditempeli lambang provinsi Sulawesi Selatan di tiap ruasnya. Sempat kaget juga waktu baca berita kalau pagar sekokoh itu bisa jebol kena demo BBM 2 bulan setelahnya. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,

Hari Ke – 2 (Trans Studio Makassar)

Oleh : Vicky Kurniawan

Bangun pagi-pagi, badan mulai terasa tidak enak. Wah, jangan-jangan ketularan suami saya nih !. Buru-buru minum vitamin dan obat flu (minum obatnya ngawur aja, padahal belum tentu flu). Bener juga, sehabis mandi malah pengennya meringkuk di tempat tidur sambil selimutan. But the show must go on, sebelum terlanjur males, cepat-cepat siap-siap untuk cabut ke tujuan berikutnya.

Fort Rotterdam

Fort Rotterdam & Museum La Galigo

Tujuan pertama saya hari ini adalah benteng paling terkenal di Makassar yaitu Fort Rotterdam. Berjarak 15 menit jalan santai dari hostel (sekitar 600 mt), benteng ini sangat mudah dikenali dari arsitektur gedungnya yang serba kemerahan dan bernuansa ‘Belanda’. Rute jalan kaki dari hostel menuju benteng dimulai dari  Jln. Jampea – Jln. Ahmad Yani – Jln. Riburrane – Jln. Ujung Pandang. Jam buka benteng adalah jam 08.00 – 15.30, tidak ada tiket masuk hanya pada saat mengisi buku tamu diharapkan pengunjung memberi donasi sesukanya.Benteng ini dulunya adalah milik kerajaan Gowa-Tallo, tapi waktu itu konstruksinya terbuat dari batu padas dan tanah liat dan berbentuk seperti seekor penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. Dari segi bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa penyu dapat hidup di darat maupun di laut. Begitu pun dengan Kerajaan Gowa yang berjaya di daratan maupun di lautan. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , ,

Hari Ke 1 (Pulau Samalona)

Oleh : Vicky Kurniawan

Dua hari sebelum berangkat, partner backpack saya yang baru pulang dari Pulau Bintan mendadak jatuh sakit karena kecapekan. Sampai detik-detik terakhir keberangkatanpun badannya masih panas dan terlihat lemas. Sempat terpikir untuk membatalkan saja perjalanan ini toh kita baru keluar uang tiket pesawat pulang pergi untuk berdua sebesar  Rp. 316.000,- dan belum booking hotel. Sempat terpikir juga untuk berangkat sendiri saja, tapi meninggalkan suami dalam keadaan sakit bersama tiga anak yang harus diurus sepertinya juga bukan pilihan yang baik. Tapi partner saya itu memang TOP banget, kasihan melihat saya yang kebingungan jadi berangkat atau tidak dia memantapkan hati dan bilang “I will be fine”, dan kita tetap jadi berangkat”. Jadi 4 jam sebelum keberangkatan jadilah saya mengepak 2 ransel dengan kecepatan tinggi :). Untung saja perginya hanya empat hari dan hanya di Indonesia gitu..

Bandara Sultan Hasanuddin

Bandara Sultan Hasanuddin

Penerbangan ke Makassar akan berangkat jam 06.30 pagi, jadi kami pesan travel jam 3 dari Malang untuk mengantar kami ke Juanda. Tidak ada hambatan yang berarti sampai mendarat di bandara Sultan Hasanuddin. Bandara ini walaupun tidak sebesar Juanda memiliki interior dalam yang cantik dengan ornamen-ornamen khas Makassar di setiap sudutnya.  Desain eksteriornya bersifat minimalis dan eco-friendly yang bertujuan meminimalisir penggunaan energi listrik dan lebih mengandalkan cahaya matahari sebagai penerang ruangan dengan melapisi rangka bagian luarnya dengan kaca sehingga tampak lebih terang. Dari dalam plaza, calon penumpang bisa menikmati pemandangan hilir-mudik pesawat yang baru mendarat dan akan lepas landas. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , , , ,