RSS

100 % Air Asia

07 Jul

Bila melihat saya sekarang, orang tidak akan percaya kalau dulu bagi saya, pergi ke luar negeri itu hanyalah mimpi. Jangankan ke luar negeri, sampai umur hampir kepala 3 saya belum pernah sekalipun naik pesawat. Untunglah akhirnya saya mendapat tugas belajar di Universiti Brunei Darussalam. Waktu itu usia saya 28 tahun dan saat itulah untuk pertama kalinya saya pergi ke luar negeri sekaligus pertama kali naik pesawat. Jaman itu karena belum ada budget airlines, saya beli tiket pesawat full board yang harganya mahal. Sejak itulah bayangan kalau pergi ke luar negeri sangatlah mahal mulai melekat di ingatan saya.

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Berfoto di depan masjid Sultan Omar Ali Saiffudin Brunei Darussalam

Setahun setelah pulang dari Brunei, saya menikah. Pengalaman selama sekolah di luar membuka mata saya betapa menyenangkannya melihat budaya dan kehidupan negara lain. Untungnya saya berjodoh dengan laki-laki yang berpandangan sama. Jadilah perjalanan bulan madu kami diisi dengan backpacking ke Singapura dan Malaysia. Lagi-lagi karena belum ada budget airlines kami harus membeli tiket pesawat full board. Bulan madunya memang menyenangkan dan mengesankan tapi mengingat besarnya biaya yang kami keluarkan, saya pesimis kalau kami bisa traveling ke luar negeri lagi. Sepulang dari bulan madu, saya hamil dan melahirkan bayi kembar perempuan yang cantik-cantik. Setelah itu, karena satu dan lain hal kami berdua malah kehilangan pekerjaan. Punya dua anak dan menjadi pengangguran, bisa dibilang tamatlah karier saya sebagai backpacker. Jangankan kepikiran traveling, untuk hidup sehari-hari saja kami harus berhemat karena tabungan selama bekerja harus dibagi antara kebutuhan hidup dan modal usaha. Terkadang kalau pas ke gudang dan melihat ransel saya tergantung penuh debu serasa ada suatu kerinduan yang menyesak dalam dada. Tapi yah hidup harus terus berjalan.

Perjalanan Backpacker Pertama Kami sebagai pasangan

Perjalanan Backpacker Pertama Kami sebagai pasangan

Sepanjang 7 tahun hidup kami berubah menjadi monoton karena satu sama lain terjebak dalam rutinitas yang tak berujung. Saya sibuk mengurus anak-anak dan bekerja sedang suami sibuk membesarkan usahanya. Yah, saya memang memiliki 3 anak yang menakjubkan dan keadaan perekonomian kami sudah tidak sesusah dulu walaupun masih dalam taraf pengiritan. Tapi sejujurnya hidup saya terasa hampa karena tidak ada lagi hal-hal menarik yang patut ditunggu.

Ketiga Permata Hidup Kami

Ketiga Permata Hidup Kami

Tapi Tuhan memang berkehendak lain. Saat itu bulan September 2010. Anak-anak sudah tidur dan seperti biasa saya membaca sambil menemani suami yang asyik berseluncur di internet. Tiba-tiba suami saya bilang begini, “berapa jumlah tabungan kita di bank?”. “Sekitaran Rp. 750.000”, kata saya. Saldonya memang minim karena siangnya kami sudah menarik dana dalam jumlah besar dan belum ada pembayaran kembali dari klien. Waktu itu saya sudah berniat untuk menggadaikan BPKB sepeda motor kalau belum ada pembayaran sampai waktu gajian. “Beranikah kamu kalau Rp. 400.000 dari uang ini kita belikan tiket sekali jalan berdua ke Bangkok?”, tanya suami saya. “HAH?”, jawab saya gagal paham. Pertama, bisa-bisanya dia kepikiran tentang Bangkok ketika istrinya sibuk kepikiran menggadaikan BPKB. Kedua, Emang ada tiket pesawat semurah itu? ke Bangkok lagi dan Ketiga, bagaimana cara membiayai perjalanan kami sekaligus meninggalkan dana untuk anak-anak yang ditinggalkan di rumah?. Saya langsung berdiri di belakangnya sambil berpikir “dia lihat apa sih di internet? kok bicaranya seperti orang kesurupan begitu?”. “Ada promo dari Air Asia karena membuka jalur penerbangan baru Surabaya-Bangkok dan gimana kalau uang terakhir ini kita belikan tiket karena harganya murah banget”, katanya kalem. “Kapan berangkatnya?”, tanya saya. “November”, jawabnya. “APA?”, adrenalin saya langsung mengalir deras. Paspor belum punya, dana belum ada. Beranikah kami melakukannya?. Yang lebih penting lagi bagaimana dengan tiket pulang karena walaupun harganya juga murah dana kami di bank tidak cukup untuk membeli.

Promo yang menghebohkan itu

Promo yang menghebohkan itu

Sebagai setengah Libra, biasanya saya cenderung lamban dalam mengambil keputusan. Tapi entah kuasa apa yang merasuki kami saat itu. Kami berdua berpandangan dan langsung bertekad, “Ayo kita lakukan”. Pulangnya kami berencana lewat Penang dan terpaksa pinjam kartu kredit ibu mertua untuk beli. Selain tidak punya kartu kredit sendiri, alasan lain karena biayanya bisa dicicil. Selama proses pembelian tiket, jantung saya berdegup kencang dan ketika tiket secara resmi bisa terbeli, saya terduduk lemas memikirkan bahwa dalam waktu 3 bulan saya harus sudah siap dengan paspor, itinerary , dana dan yang terpenting mencari orang yang bisa dititipi ketiga anak saya.

Tiket Bersejarah Itu

Tiket Bersejarah Itu

Bisa dibilang sejak itu hidup saya berubah 100 persen. Ada energi baru yang membuat hidup saya tidak lagi monoton karena mau tidak mau saya harus belajar banyak hal baru mulai dari membuat itinerari, membuat paspor sendiri dan lain sebagainya. Tiketnya saya jadikan wallpaper di komputer, sebagai penyemangat kalau kami pasti bisa melakukannya. Saya print kecil untuk ditaruh di dompet sebagai pengingat kalau kami punya proyek besar untuk didanai. Jadi tiap kali buka dompet pasti kepikiran dua kali untuk mengeluarkan uang. Bila diamati, suami saya juga berubah. Kerjanya makin semangat dan hubungan kami makin erat karena punya satu hal yang sama-sama kita nantikan. Alhamdulillah menjelang keberangkatan semua halangan dan permasalahan bisa terselesaikan. Paspor sudah diurus, ibu saya (ibu terbaik di dunia) mau dititipi anak-anak selama saya pergi dan yang mengejutkan selama tiga bulan bekerja keras dan menabung ternyata kami bisa mendanai perjalanan ini sekaligus memberi “tinggalan” untuk yang di rumah. Saat paling mengharukan terjadi ketika saya mengeluarkan ransel tua saya dari gudang. Ketika mengenakannya lagi saya bertekat dalam hati untuk tidak menyimpannya kembali.

Backpack Kesayangan

Backpack Kesayangan

Singkat cerita, perjalanan kami berjalan lancar dan saking berkesannya, saya berkeinginan menuangkannya dalam tulisan sebagai dokumentasi pribadi. Inginnya bila tua nanti, saya masih bisa mengenang berbagai perjalanan yang pernah kami lakukan. Akhirnya, suami saya mengusulkan untuk membuat blog perjalanan. Dia juga dengan sabar mengajari saya cara pembuatannya. Tidak dinyana, setelah 39 tahun hanya bisa menjadi pembaca, saya baru tahu kalau ternyata saya juga bisa menulis. Saya menuliskan tiap perjalanan begitu detail dengan harapan agar anak-anak kami juga terinspirasi mengikuti jejak kedua orang tuanya. Tidak dinyana apa yang semula dimaksudkan hanya untuk dokumen pribadi berkembang menjadi blog perjalanan yang menjadi panduan banyak orang.

Tulisan Pertama Perjalanan Kami

Tulisan Pertama Perjalanan Kami

Begitulah, Air Asia telah 100% merubah hidup saya dengan menjadikan traveler, blogger dan travel writer sebagai gairah hidup saya disamping menjadi ibu dan karyawan biasa. Sekarang bisa dibilang, hidup saya bergulir penuh semangat. Sudah 19 negara dan 3 benua saya jelajahi dan 50% diantaranya berkat tiket promo Air Asia. Bila menengok kembali kebelakang, saya masih tidak percaya betapa tiket Air Asia sebesar Rp. 400.000 bisa merubah hidup saya sedahsyat itu.

* Selain sebagai bagian dari Kompetisi Blog 10 Tahun Air Asia Indonesia, artikel ini juga saya tulis sebagai bentuk motivasi bagi teman-teman yang sampai saat ini belum bisa mewujudkan impiannya untuk traveling ke luar negeri. Yakinlah bila ada kemauan pasti akan ada jalan.

Advertisements
 
32 Comments

Posted by on July 7, 2014 in Jawa Timur, Panduan

 

32 responses to “100 % Air Asia

  1. dumasari

    July 7, 2014 at 8:41 pm

    kerennn mbaa…insya allah menang yaa…aku juga ikutan tapi amatir hihiiiiii masih asal nulis tidak tertata seperti punya mbak…salam semangat AA

     
    • aremaronny

      July 8, 2014 at 5:40 pm

      He he tulisannya sudah cukup bagus kok mbak Duma, saya malah kagum orang sesibuk mbak masih semangat menulis…

       
  2. tony

    July 8, 2014 at 8:10 am

    waduhhh…. speechless deh saya… πŸ˜€
    DUA JEMPOL untuk Mbak Vicky (dan Mas Ronny tentunya).
    Semoga kalo menang hadiahnya nanti berubah jadi berupa tiket AA sekeluarga gratis semua tujuan seumur hidup. (‘ngarep’ mode full on)
    Juga kali aja kalo menang hadiah pertama bisa sekalian nyusul saya (atau malah berangkat duluan??) ‘mengunjungi’ Ama Dablam.
    Insya Allah menang Mbak. Aamiin.

    (P.S. ini sih bukan speechless. wkwkwk. πŸ˜€ )

     
    • aremaronny

      July 8, 2014 at 5:39 pm

      Wuah….mas Tonny mau ke Ama Dablam?….please…please mas sebut nama saya tiga kali disana yah…wk wk wk…tapi untuk orang seumuran saya masih kuat nggak yah?…

       
      • tony

        July 8, 2014 at 6:56 pm

        Mbak πŸ˜€ saya kan bilang ‘mengunjungi’, bukan ‘mendaki’ kaya Mas Fedi (http://www.gapaitinggi.com/) yang persiapannya pun lebih dari setahun sebelumnya (mulai gunung lokal, technical, ice climbing, ke Svalbard, Switzerland, Iceland, dll.)
        Tapi gapapa deh, nanti kalo saya sampe Nepal duluan, saya tetep teriak2 siapa tau ‘kedengeran’ dari tempat Mbak Vicky. wkwkwk πŸ˜€
        Jika sudah ada niat, kemauan dan kemudian dikerjakan, Insya Allah ada jalan dan kemudian akan terbuka lebar kemungkinan2 berikutnya —> contohnya ya Blog ini….
        Peace πŸ™‚

         
      • aremaronny

        July 9, 2014 at 5:36 pm

        Ha ha ha bisa saja mas Tonny…nanti kirimin saya fotonya waktu ke Nepal ya…

         
  3. Andre Novado

    July 14, 2014 at 3:12 pm

    Saya suka sekali membaca artikel di blog mbak. Impian terbesar saya adalah keliling dunia, dan ketika hampir semua orang berkata demikian pula, saya benar-benar menginginkannya sampai terkadang ngeri sendiri kalau mimpi itu tidak terwujud. Saya baru pertama kali keluar negeri, SIngapura. Travelling itu saya lakukan setelah lulus kuliah, dengan budget yang sangaaat miniim.
    Sekarang saya sudah bekerja dan bisa menghasilkan uang sendiri. Tapi masalah yang datang adalah waktu. Saya ingin sekali ke Thailand untuk travelling berikutnya, apalagi setelah membaca catatan perjalann mbak ke Thailand yang sangat detail dan sistematis itu. Tapi kalau melihat waktunya yang sampai 8 hari, tentu saya tidak bisa. Saya hanya bisa pergi tentu waktu weekend, dan plus cuti (mungkin) maksimal 2 hari. sedih 😦

     
    • aremaronny

      July 14, 2014 at 9:20 pm

      Ayo tetap semangat mas Andre…Traveling tetap perlu untuk memacu semangat jadi work hard and play hard πŸ™‚ . Kalau jatah cutinya cuman sedikit disesuaikan saja dengan destinasinya. Kalau hanya punya waktu 2 hari yah jelajahi saja Bangkok selama 2 hari, nanti setelah ada waktu dan kesempatan lagi tetap pergi ke Bangkok tapi destinasinya lain. Jadi tidak perlu ngoyo harus terkejar semua karena yang terpenting kan pergi jalan-jalannya πŸ™‚ . Saya memang beruntung mas karena punya bos dan teman setim yang enak-enak semua. Bos saya juga senang traveling jadi beliau maklum sekali sedangkan teman-teman saya walupun tidak suka jalan tapi mereka tahu kalau saya selalu bisa diandalkan untuk menggantikan tugas mereka saat harus cuti mendadak.

       
  4. Afriani

    July 16, 2014 at 9:59 am

    Benar2 menginspirasi. Mudah2an saya juga bisa menjelajah negara2 lain. Saya juga kerja jauh dari kota mbak, cuti juga mesti cari pengganti di posisi saya dulu. Tapi berkat baca blog ini saya dan teman jadi semangat.
    Masih ngiri dengan tiket2 murah nya Mbak Vicky.. πŸ˜€

     
    • aremaronny

      July 17, 2014 at 8:26 am

      he he….sayang sekarang agak susah cari tiket murah 😦

       
  5. mila said

    July 19, 2014 at 4:38 am

    Pelanggan setia air asia ya mba hahahaa

     
    • aremaronny

      July 19, 2014 at 10:13 am

      wk wk wk iyo mil…

       
  6. asambackpacker01

    July 22, 2014 at 1:37 pm

    Iya mbak. AA juga menjadi maskapai yg mengantarkan saya ke luar negeri untuk pertama kalinya. enaknya lagi baca tulisan mbak Vicky yg detil, lengkap dan terpercaya sehingga bisa menjadi panduan bagi traveler berikutnya. Semoga menang ya mbak

     
    • aremaronny

      July 22, 2014 at 3:31 pm

      He he Amin, kalau menang hadiahnya mau dikasihkan Bapak dan ibuku :).

       
  7. Wilson

    August 1, 2014 at 11:57 pm

    halo kak vicky… salam kenal πŸ™‚

     
    • aremaronny

      August 8, 2014 at 7:54 am

      Salam kenal juga mas Wilson

       
  8. Awe Dewi Aryanie

    August 12, 2014 at 8:09 am

    15 negara ? 3 benua ? WOW…. thank you mba Vicky…. blog nya selalu saya jadiin panduan tiap backpacker ke luar negeri…. walau baru bisa liat 5 negara di 1 benua…. saya tetep yakin suatu saat bisa ngikutin jejak kaki nya mba vicky…hehehe….. salam kenal mba…

     
    • aremaronny

      August 12, 2014 at 10:35 am

      He he terima kasih sudah mau mampir kesini yah mbak Dewi….saya yakin mbak pasti akan bisa melampaui jejak saya πŸ™‚

       
  9. Parsiwi Paramaputri

    August 18, 2014 at 6:48 pm

    Seperti biasa, tulisan mbak Vicky ennaaak dibaca hehe… btw aku baru tau nama asli mbak Vicky tuh yg di tiket bersejarah πŸ™‚

     
    • aremaronny

      August 19, 2014 at 3:14 pm

      He he he…nama saya kepanjangan ya bu, makanya waktu punya anak dicukupkan 2 suku kata aja. Ternyata tetap aja merepotkan kalau mau umroh ya…

       
  10. laili

    September 29, 2014 at 8:05 am

    Wauw.. Kita sama mbak, aku juga gara2 air asia jd bisa ngerasain pergi ke luar negri dengan gampangnya. Pernah dulu pake AA 350 ribu PP ke bkk udah sama makan hahaha. Jkt-bali pp 50 ribu aja pernah hahah..

    Eniwe blog mba adalah yg selalu saya buka pertama kali setiap saya ada rencana pergi. Sangat sangat membantu buat saya contek itinerarynya hehehe.. Makasih mba.

     
    • aremaronny

      September 29, 2014 at 11:37 am

      Ha ha ha…Terima kasih sudah mau mampir kesini ya mbak. Sayang tulisan ini nggak menang (memang belum rejeki).

       
  11. Merry go Round

    November 30, 2014 at 5:06 pm

    Aku ikut terharu loh mba baca tulisan ini. Semangatmu yang terus ingin melihat dunia walau sudah punya tiga krucil. belum lagi partner seumur hidup yang juga punya passion sama. Semoga bisa terus, terus, dan terus menjelajahi dunia ini ya mba. Amiiinnn.

     
    • aremaronny

      December 1, 2014 at 9:15 am

      Terima kasih doanya adikku sayang…sayang tulisannya tidak menang padahal niatnya hadiah akan dikasih buat papa sama mamaku jalan-jalan πŸ™‚

       
  12. Akbar

    December 21, 2014 at 7:37 pm

    wih, keren. bisa dibilang ini bisa terjadi dengan modal nekat dan niat serta keputusan berani yang memberi jalan, ‘kah?

     
  13. ryan

    May 7, 2015 at 12:43 pm

    mantap…

     
  14. ikamauliaw

    June 29, 2015 at 10:30 am

    sangat menginspirasi banget tulisan mba, membuat saya pengen ngikutin jejak mbak

     
    • Vicky Kurniawan

      June 30, 2015 at 2:38 pm

      Ayo mumpung masih muda…

       
      • ikamauliaw

        July 1, 2015 at 8:44 am

        iya mbak, saya jadi semangat buat keliling dunia hahaha

         
  15. Fikriyah Winata

    December 7, 2015 at 3:04 pm

    Mbak Vicky.. Sama kaya aku banget, baru pertama kali keluar negeri, dan baru pertama kali naik pesawat dan itu ke Brunei.. Yeeeaaay :))

     
    • Vicky Kurniawan

      December 7, 2015 at 8:00 pm

      He he he..tapi saya yakin saya sama mas Fikri pasti tua saya waktu pertama kali naik pesawat πŸ™‚

       
      • Fikriyah Winata

        December 7, 2015 at 9:05 pm

        Hihihihi.. waktu itu baru masuk umur 22 sih Mbak apa 21 gitu hehehe… eh klo berencana akan trip ke NZ nanti/US nanti aku share ya..heheh aku pernah backpack di NZ (Christchurch-Wellington-Auckland), klo US semi2lah pas exchange sekolah dulu dan tugas kantor :).. Kebetulan aku belum baca postingan mbak kedua negara ituu hehe

        P.S. Aku cewekkk hehehe

         

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: