RSS

Tag Archives: Jalan-jalan ke Paris

Hari Ke 14 : Paris (Chateau de Versailles, Jardin des Plantes, Mosquee de Paris & Walking Tour Gare de East)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ke dua di Paris. Semalam cukup nyenyak juga tidurnya walaupun ada beberapa orang mabuk yang berteriak teriak di jalan sampai malam. Di hari kedua ini saya berencana melihat salah satu istana terindah dan terluas di dunia yaitu Istana Versailles. Pertama kali kepingin melihat istana ini ketika seorang teman sesama traveler memasang foto Hall of Mirror yang menjadi bagian dari istana Versailles di timelinenya. Sejak itu istana Versailles seolah menjadi destinasi wajib bagi saya bila berkunjung ke Paris. Terletak kurang lebih 20 km sebelah barat Paris, Versailles dapat dijangkau dengan menggunakan kereta yang sebenarnya termasuk juga dalam rute Eurail Pass.

Istana Versailles dilihat dari udara (Photo by : wikimedia.org)

Istana Versailles dilihat dari udara (Photo by : wikimedia.org)

Menurut teori istana ini dapat dicapai dalam waktu 20 menit menggunakan kereta lokal RER C line. Kereta RER sama dengan kereta metro, hanya saja jangkauannya lebih luas sampai di luar batas kota Paris. Salah satu pemberhentian terdekat bila menggunakan kereta RER C adalah stasiun Versailles-Rive Gauche. Pemberhentian ini merupakan pemberhentian terakhir jadi jangan risau karena tidak mungkin terlewat. Keluar dari stasiun ini ada beberapa penunjuk jalan menuju istana yang kurang lebih dapat ditempuh dengan lima belas menit jalan kaki. Transportasi dari hotel menuju istana dapat dilihat pada gambar berikut.

rute-versailles Read the rest of this entry »

 
7 Comments

Posted by on June 4, 2017 in Paris, Perancis, Versailles

 

Tags: , , , ,

Hari Ke 13 : Jenewa – Paris (Cathedrale Notre Dame de Paris & Paris Walking Tour 1)

Oleh : Vicky Kurniawan

Waktu menunjukkan jam 5 pagi ketika suara adzan terdengar di telinga. Dalam mimpi serasa tidur di rumah dimana masjid hanya beda satu blok dan setiap kali adzan selalu terdengar sampai ke rumah. “Hoeyyy…sholat..sholat”, terdengar suara fals menganggu suara adzan yang merdu. Duh, siapa sih ini yang punya suara begitu menganggu. Tidak berhenti hanya disitu, tiba-tiba ada yang menggelitiki kaki dan ada tangan yang membuka paksa kelopak mata saya yang masih tertutup. Aduuhh, tentu saja saya hapal siapa yang suka membangunkan dengan cara yang tidak elegan. Siapa lagi kalau bukan travel mate saya tercinta. Duhhh, untung dia bawa ibunya kalau tidak pasti ada perang bantal pagi ini. Setelah membuka mata lebar-lebar baru sadar kalau suara adzan yang saya dengar berasal dari hape suami yang diletakkan persis di dekat telinga.

Akhirnya, ketemu sama Eiffel juga

Akhirnya, ketemu Eiffel juga

Hmm, suara adzan itu begitu mengingatkan saya akan rumah. Sejenak rasa rindu akan rumah dan ketiga permata hati saya tiba-tiba menyeruak. Biasanya paling lama saya pergi hanya 9 hari, 13 hari merupakan rekor tersendiri. Pergi paling lama dan tanpa menangis karena kangen rumah. Biasanya saya sangat sentimentil, lihat anak-anak kecil sedang mainan aja serasa hati ini pinginnya langsung pulang. Tapi rasanya hari ini rekor itu akan terpecahkan karena tiba-tiba ada setetes air mata yang jatuh ke pipi. Suami saya yang sudah siap-siap mengambil bantal untuk mulai perang melihat perubahan wajah saya. Dia menurunkan bantalnya dan berkata, “Udah, ayo mandi nanti kita ketinggalan kereta. Katanya pengen naik TGV seperti Jason Bourne”. Teringat akan TGV, semangat saya naik lagi. Ah, dibalik kecuekannya ternyata dia sensitif juga.

Perjalanan Jenewa – Paris

Sebenarnya ada dua pilihan kereta untuk perjalanan dari Jenewa ke Paris. Satu, memakai High Speed Train yang memakan waktu kurang lebih 3 jam (wajib reservasi) dan yang kedua, memakai regional train dengan durasi waktu kurang lebih 8 jam (tidak memerlukan reservasi). Sebenarnya pertimbangan memilih kereta cepat semata mata bukan karena Jason Bourne (ha ha ha alasan) tapi karena waktu yang terbataslah yang mengharuskan kami tiba di Paris dengan cepat. Dengan biaya reservasi sebesar CHF 32 perorang (sekitar Rp. 434.000) untuk kelas 2, sebenarnya kalau tidak terburu-buru sungguh ogah saya membayar biaya sebesar itu. Tapi demi waktu tercepat menuju ke Paris jadilah hari ini kami naik kereta cepat TGV yang identik dengan film Jason Bourne karena beberapa kali kereta ini muncul di filmnya.

Read the rest of this entry »

 
24 Comments

Posted by on November 21, 2016 in Paris, Perancis

 

Tags: , , , , , ,