RSS

Hari Ke-1 (Surabaya – Kuala Lumpur – Sydney)

Oleh : Vicky Kurniawan

Yipee….inilah hari yang saya nanti-nantikan. Seminggu sebelumnya si kembar (8 tahun) sudah saya beritahu kalau kami akan pergi selama 9 hari. Pemberitahuan itu tentu saja disertai janji-janji manis akan difoto studio ala Princess sepulang kami nanti. Alhamdulillah mereka cukup mengerti sifat orang tuanya yang travel addict :). Mereka hanya bertanya tanggal berapa tepatnya kami akan pulang dan pertanyaan-pertanyaan standar seputar Australia. Dimana letaknya, ada apa disana dan mengira-ngira apa saja yang akan kami lakukan disana.

Untuk meminimalisasi perasaan akan ditinggal, packing dilakukan saat anak-anak sudah tidur. Seperti biasa ransel 25 lt saya hanya terisi separuh karena separuhnya dipersiapkan nanti untuk tempat oleh-oleh. Biasanya separuh tempat saya isi dengan mie instan dan makanan-makanan kering lainnya, tapi karena semua sudah mewanti-wanti agar berhati-hati membawa makanan masuk ke Australia akhirnya saya biarkan saja separuh ransel kosong. Hanya sekaleng kecil kacang mente yang kami bawa sebagai cemilan yang rencananya akan kami habiskan sebelum sampai ke Australia. Benarkah Australia seketat itu?. Karena penasaran sayapun melakukan sedikit  browsing kecil-kecilan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk ke Australia. Read the rest of this entry »

 
26 Comments

Posted by on May 15, 2012 in Australia, Sydney

 

Tags: , , , , , , ,

9 Hari Keliling Sydney dan Melbourne

Oleh : Vicky Kurniawan

Australia….sebuah destinasi yang dekat tapi jauh dari jangkauan. Disamping visanya yang mahal, tiket pesawat dan biaya hidupnya benar-benar bisa membuat kantong kering kerontang. Jadi begitulah, saya menempatkannya jauh-jauh dari daftar destinasi yang selama ini selalu diisi dengan negara-negara yang masih terjangkau kantong pegawai saya. Ketika Air Asia mengadakan promo bulan Mei 2011, saya sudah bertekad akan pergi ke India maka dibelilah tiket Surabaya-Kuala Lumpur pulang pergi (Rp. 275.000) disusul tiket Kuala Lumpur-Mumbai yang saat itu berharga Rp. 93.000 sekali jalan. Karena berencana pulang dari New Delhi, maka bulan November 2011 saat Air Asia mengadakan promo lagi dibeli juga tiket New Delhi-Kuala Lumpur seharga Rp. 686.000,- sekali jalan. Dengan tiket sudah di tangan wajarlah kalau saya mulai bermimpi tentang India. Mulai dari membeli buku panduan Lonely Planet yang harganya naudzubillah, tanya-tanya di grup backpacker sampai menyusun itinerary yang lengkap dan detail sudah saya lakukan demi mimpi itu.

Tapi sekitaran bulan Januari, Air Asia akhirnya dengan sukses membangunkan mimpi India saya dengan menutup rute Kuala Lumpur-Mumbai dan New Delhi-Kuala Lumpur. Baiknya, mereka menawarkan 3 opsi yang semuanya tidak dikenakan biaya tambahan: (1). ganti uang (saya tolak mentah-mentah karena tiketnya cuman seharga sejuta). (2). ganti maskapai (tawaran yang menggiurkan, kapan lagi bisa terbang pakai Malaysia Airlines yang lengkap dengan bagasi dan makan secara saya tidak pernah beli keduanya di Air Asia). (3). ganti rute Air Asia X yang lain (tawaran yang sangat WOW…). Setelah sedikit cari-cari ternyata dari sekian banyak rute penerbangan Air Asia X tampaknya rute ke Australia-lah (terutama Sydney dan Melbourne) yang masuk dalam kategori mahal. Dengan budget airlines-pun harganya masih berkisar antara 7 sampai 8 juta. Read the rest of this entry »

 
52 Comments

Posted by on May 7, 2012 in Australia

 

Tags: , , , , , ,

Berburu Visa Australia Melalui Pos

Oleh : Vicky Kurniawan

Kalau terbayang kata “VISA” apa sih yang ada di benak kita?. Pasti satu kata yaitu “RUWET” :). Apalagi kalau kedutaannya hanya ada di Jakarta sementara kita tinggal di belahan Indonesia yang lain. Nah, setelah saya berhasil mengurus sendiri visa Australia beberapa waktu yang lalu, ternyata tidak ada kata ruwet kalau kita telaten. Bagi yang berdomisili jauh dari Jakarta ternyata ada beberapa kedutaan yang memberikan fasilitas pelayanan pengajuan visa melalui pos dan salah satunya adalah Kedutaan Australia.

Visa Australia

Pengalaman ini saya dapat karena terlalu pelit ngasih uang ke Travel Agent untuk mengurus visa :). Bukan apa-apa, saya hanya ingin tahu bagaimana alurnya,  benarkah kita bisa apply melalui pos dan berapa lama prosesnya. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang membuat saya memutuskan untuk mengurus sendiri visa Australia saya. Padahal waktu itu saya hanya punya waktu 2 minggu dari jadwal keberangkatan. Setelah dipotong hari libur dan waktu yang terbuang untuk pengiriman, praktis hanya 4 hari untuk proses visanya. Sempat ragu dan deg-degan juga karena di situs AVAC dan Kedutaan Australia sudah tertulis jelas bahwa proses visa berlangsung minimal 5 hari kerja. Read the rest of this entry »

 
390 Comments

Posted by on May 1, 2012 in Australia, Panduan

 

Tags: , , , ,

Hari Ke – 4 (Istana Balla Lompoa)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini hari terakhir kami di Makassar. Karena pesawat baru akan berangkat jam 4 sore maka waktu yang tersisa dimanfaatkan untuk mengunjungi Istana Balla Lompoa, salah satu istana Kerajaan Gowa yang baru direvitalisasi menjadi Museum. Istana yang dibangun pada tahun 1936 oleh Raja Gowa ini terletak di kota Sungguminasa, Gowa, kurang lebih 30 menit perjalanan dari kota Makassar. Dari hostel tempat ini dapat dicapai dengan jalan kaki ke Jln. Gunung Bulusaraung dilanjutkan dengan naik pete-pete merah ke arah terminal Sungguminasa (Gowa) dan turun di Jln. Sultan Hasanudin No. 48 Sungguminasa (jangan sampai salah dengan Jln. Sultan Hasanudin yang berada di tengah kota).

Istana Balla Lompoa (Photo By : Majalah Versi.com)

Istana Balla Lompoa

Dahulunya istana ini berfungsi sebagai tempat kediaman dan pertemuan para pemangku adat kerajaan Gowa tetapi sekarang dialih fungsikan sebagai museum untuk mengenang perjalanan sejarah Kerajaan Gowa. Dari luar terlihat bahwa bangunannya didominasi dengan kayu ulin atau kayu besi dengan bentuk rumah panggung seperti rumah khas etnis Makassar. Di ujung atapnya tergantung kepala kerbau sebagai pertanda derajat kebangsawanan pemilik rumah dan akses tangga setinggi hampir 2 meter menuju ruang teras (ruang penerima tamu). Di depan istana ini terpasang dengan huruf fiber besar “BALLA LOMPOA” persis seperti yang tertulis di pantai Losari. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , ,

Hari Ke – 3 (Air Terjun Bantimurung)

Oleh : Vicky Kurniawan

Nah, ini hari yang saya nanti-nantikan. Walaupun kaki capek, semalaman tidak bisa tidur karena kepikiran mau melihat Bantimurung dan naik pete-pete :). Selesai sarapan pagi sisa Mie Titi semalam, kami naik becak sampai Makassar Mall (Pasar Sentral). Malas banget jalan kaki gara-gara seharian kemarin digenjot jalan kaki melulu. Karena tidak yakin mau turun di Makassar Mall bagian mana, maka sebelum naik pesan dulu pada abang becak untuk menurunkan kami di tempat pemberhentian pete-pete kode D yang menuju terminal bus Daya. Abang becak yang baik hati menurunkan kami di depan toko Agung sekalian membantu mencegat pete-pete. Toko ini mudah dikenali karena tulisan AGUNG yang besar sekali di depan tokonya.

Air Terjun Bantimurung (Dulu dan Sekarang) Photo By : Wikipedia

Perjalanan dengan pete-pete dari Makassar Mall menuju terminal bus Daya yang terletak di Jln. Kapasa Raya memakan waktu hampir 1 jam dengan biaya Rp. 3.000 per orang. Jalur ini melewati bagian depan kampus UNHAS, kantor Gubernur Sulawesi Selatan dan kantor Imigrasi Makassar. Terbiasa dengan kantor-kantor pemerintahan di Jawa yang kecil-kecil, senang juga melihat kantor-kantor disini yang besar dengan pekarangan yang luas. Kantor Gubernurnya juga terlihat megah dengan pagar hitam kokoh yang ditempeli lambang provinsi Sulawesi Selatan di tiap ruasnya. Sempat kaget juga waktu baca berita kalau pagar sekokoh itu bisa jebol kena demo BBM 2 bulan setelahnya. Read the rest of this entry »

 

Tags: , , , , ,