RSS

Tag Archives: Jalan-jalan ke Sydney

Hari Ke – 5 : Sydney (Bondi Beach , Royal Botanic Garden & Paddy’s Market)

Oleh : Vicky Kurniawan

Pertama kali bangun langsung teringat kalau semalam nge-charge PSP di colokan dekat tempat tidur. Alamak!! @$$??..begitu dilihat, PSP beserta chargenya sudah raib entah kemana. Sempat shock juga karena seumur-umur baru kali ini kehilangan barang di hostel. Biasanya aman-aman saja walaupun teman-teman sekamar (bukan saya lho !) sering meletakkan laptop, handphone dan segala macam gadget sembarangan. Waduh, padahal hari ini saya harus check-out cepat-cepat karena berencana pergi ke Canberra dengan bis paling pagi. Sambil harap-harap cemas akhirnya saya memutuskan mandi dan sholat Shubuh dulu sambil mereka-reka tindakan apa yang selanjutnya akan dilakukan. Kalau nanti dicari tidak ketemu, saya berencana membangunkan teman-teman sekamar satu persatu untuk ditanyai (mereka masih pada ngorok karena saat ini masih jam 4 pagi). Kalau masih tidak ketemu juga saya sudah berencana melaporkan ke pihak hostel. Aduh males banget sebenarnya ribut-ribut saat mau check out.

Illoura Reserve Lookout (Photo By : Xenedis)

Selesai sholat, dengan cuek saya menyalakan lampu besar yang menerangi seluruh ruangan dan mulai mencari-cari diantara barang-barang teman sekamar yang berserakan (busyet bule-bule ini memang tidak rapi). Diantara berbagai tumpukan barang yang berantakan di lantai, nyempil kepala charger PSP saya. Berdoa saja dalam hati semoga charger ini masih nancep di PSP-nya. Kabelnya saya tarik dan ikuti dan Alhamdulillah memang benar masih nancep. PSP-nya sendiri sudah nyemplung ke koper seseorang dan tertutup dengan berbagai macam baju dan barang diatasnya. Saya tidak berprasangka buruk, mungkin saja waktu mau ngecharge karena colokannya penuh mereka main tarik sembarang charger dan melemparkannya entah kemana. Pelajaran penting bagi saya untuk tidak meninggalkan barang-barang sembarangan terutama kalau nginap di dormitory seperti ini. Read the rest of this entry »

 
30 Comments

Posted by on July 14, 2012 in Australia, Sydney

 

Tags: , , , , , , , ,

Hari Ke-4 : Sydney (Katoomba dan Leura)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini saya lebih cerdas dari kemarin dengan memasang alarm bangun pagi malam sebelumnya, suatu hal yang jarang saya lakukan. Maklum biasanya saya selalu terbangun dengan bisikan dan ciuman lembut dari si sulung Alina yang selalu mengajak saya sholat Shubuh (really miss them a lot šŸ˜¦ ). Begitu alarm berbunyi jam 5 pagi langsung mandi dan sholat sambil berdoa dalam hati semoga teman-teman sekamar tidak ada yang terbangun. Bukan apa-apa, takut mereka kaget saja soalnya keadaan kamar masih remang-remang. Kebayang aja kalau bangun tidur, kamar gelap terus lihat saya sholat pakai putih-putih, apa tidak jantungan :). Untunglah tidak ada yang terbangun walaupun saya mondar mandir sana sini sambil pegang senter cari barang-barang di loker.

Musim Gugur Di Wentworth Falls, Blue Mountain (Photo By : Xiomensia)

Jam 6 tepat saya sudah turun ke dapur untuk masak sarapan pagi. Selesai sarapan sekitar jam 7 mulailah cabut dari hostel. Hari ini kita berencana mampir lagi ke Sydney Coach Terminal untuk cari tiket bus ke Canberra dan Melbourne (sayang belum dapet juga jadwal yang cocok). Dari Sydney Coach Terminal dilanjutkan pergi ke Blue Mountain, sebuah kawasan pegunungan yang terletak sekitar 65 km dari Sydney. Dinamakan Blue Mountain karena kabut biru yang terlihat mengambang menutupi gunung dan awan. Kabut tersebut berasal dari gas Terpenoid yang dihasilkan oleh pohon Ekaliptus yang banyak tumbuh di area tersebut. Dengan area hutan dan gunung seluas 10.000 km persegi termasuk 7 taman nasional didalamnya, tidaklah mengherankan kalau UNESCO akhirnya memasukkan kawasan ini sebagai salah satu World Heritage Site yang harus dilestarikan dan dilindungi. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , , , , ,

Hari Ke-1 (Surabaya – Kuala Lumpur – Sydney)

Oleh : Vicky Kurniawan

Yipee….inilah hari yang saya nanti-nantikan. Seminggu sebelumnya si kembar (8 tahun) sudah saya beritahu kalau kami akan pergi selama 9 hari. Pemberitahuan itu tentu saja disertai janji-janji manis akan difoto studio ala Princess sepulang kami nanti. Alhamdulillah mereka cukup mengerti sifat orang tuanya yang travel addict :). Mereka hanya bertanya tanggal berapa tepatnya kami akan pulang dan pertanyaan-pertanyaan standar seputar Australia. Dimana letaknya, ada apa disana dan mengira-ngira apa saja yang akan kami lakukan disana.

Untuk meminimalisasi perasaan akan ditinggal, packing dilakukan saat anak-anak sudah tidur. Seperti biasa ransel 25 lt saya hanya terisi separuh karena separuhnya dipersiapkan nanti untuk tempat oleh-oleh. Biasanya separuh tempat saya isi dengan mie instan dan makanan-makanan kering lainnya, tapi karena semua sudah mewanti-wanti agar berhati-hati membawa makanan masuk ke Australia akhirnya saya biarkan saja separuh ransel kosong. Hanya sekaleng kecil kacang mente yang kami bawa sebagai cemilan yang rencananya akan kami habiskan sebelum sampai ke Australia. Benarkah Australia seketat itu?. Karena penasaran sayapun melakukan sedikitĀ  browsing kecil-kecilan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk ke Australia. Read the rest of this entry »

 
26 Comments

Posted by on May 15, 2012 in Australia, Sydney

 

Tags: , , , , , , ,

9 Hari Keliling Sydney dan Melbourne

Oleh : Vicky Kurniawan

Australia….sebuah destinasi yang dekat tapi jauh dari jangkauan. Disamping visanya yang mahal, tiket pesawat dan biaya hidupnya benar-benar bisa membuat kantong kering kerontang. Jadi begitulah, saya menempatkannya jauh-jauh dari daftar destinasi yang selama ini selalu diisi dengan negara-negara yang masih terjangkau kantong pegawai saya. Ketika Air Asia mengadakan promo bulan Mei 2011, saya sudah bertekad akan pergi ke India maka dibelilah tiket Surabaya-Kuala Lumpur pulang pergi (Rp. 275.000) disusul tiket Kuala Lumpur-Mumbai yang saat itu berharga Rp. 93.000 sekali jalan. Karena berencana pulang dari New Delhi, maka bulan November 2011 saat Air Asia mengadakan promo lagi dibeli juga tiket New Delhi-Kuala Lumpur seharga Rp. 686.000,- sekali jalan. Dengan tiket sudah di tangan wajarlah kalau saya mulai bermimpi tentang India. Mulai dari membeli buku panduan Lonely Planet yang harganya naudzubillah, tanya-tanya di grup backpacker sampai menyusun itinerary yang lengkap dan detail sudah saya lakukan demi mimpi itu.

Tapi sekitaran bulan Januari, Air Asia akhirnya dengan sukses membangunkan mimpi India saya dengan menutup rute Kuala Lumpur-Mumbai dan New Delhi-Kuala Lumpur. Baiknya, mereka menawarkan 3 opsi yang semuanya tidak dikenakan biaya tambahan: (1). ganti uang (saya tolak mentah-mentah karena tiketnya cuman seharga sejuta). (2). ganti maskapai (tawaran yang menggiurkan, kapan lagi bisa terbang pakai Malaysia Airlines yang lengkap dengan bagasi dan makan secara saya tidak pernah beli keduanya di Air Asia). (3). ganti rute Air Asia X yang lain (tawaran yang sangat WOW…). Setelah sedikit cari-cari ternyata dari sekian banyak rute penerbangan Air Asia X tampaknya rute ke Australia-lah (terutama Sydney dan Melbourne) yang masuk dalam kategori mahal. Dengan budget airlines-pun harganya masih berkisar antara 7 sampai 8 juta. Read the rest of this entry »

 
52 Comments

Posted by on May 7, 2012 in Australia

 

Tags: , , , , , ,