RSS

Tag Archives: Jejak Kaki

Hari Ke 2 : Bangkok (Wat Arun, Wat Pho, Grand Palace, National Museum & Khaosan Road)

Oleh : Vicky Kurniawan

Sekitar jam 7 pagi, kami sudah cabut dari hotel dan berhenti sebentar di depan stasiun Ramkhamhaeng untuk beli sarapan pagi. Persis di kaki lima menuju stasiun ada gerobak yang berjualan Khao Khai Chiao, yaitu nasi putih dengan telur dadar khas Thailand diatasnya. Isi telur dadarnya hampir sama seperti di Indonesia, bedanya, didalam telur dadar Thailand diisi semacam dedaunan hijau segar. Rasanya enak dengan harga yang cukup murah, 1 kotak sterofoam dijual seharga 25 Baht, cukuplah buat mengganjal perut sampai makan siang. Begitu masuk ke stasiun langsung terlihat deretan orang yang mau naik City Line, rata-rata mereka adalah karyawan atau anak sekolahan. Sempat heran juga masih pagi kok antriannya sudah panjang, usut punya usut ternyata kereta City Line datangnya jarang-jarang (kereta ini berangkat setiap 15 menit sekali dari Suvarnabhumi) sedangkan penumpang yang mau naik juga banyak. Jadi kalau mau kebagian yah harus ikut antri juga, mana antrinya sambil berdiri karena kalau sambil duduk bakalan ketinggalan. Tapi dasar cuek, kalau kaki sudah pegel saya nglesot saja di lantai seperti anak kecil nggak kebagian permen :).

Penjual Khao Kha Cai di depan Stasiun Ramkhamkhaeng

Penjual Khao Khai Chiaio di depan Stasiun Ramkhamkhaeng

Ketika kereta datang, kami masih belum kebagian tempat untuk naik jadi harus menunggu sekitar 15 menit lagi untuk kereta selanjutnya. Begitu kereta kedua datang, kami bisa masuk tapi audzubillah didalam sudah desak-desakan. Berdirinya sudah nggak pakai pegangan saking padatnya orang didalam. Nggak kebayang kalau ke kantor pakai baju rapi pasti turunnya udah pada lecek dan bau keringat :). Tujuan pertama hari ini adalah mengunjungi Wat Arun yang terletak di sebelah barat kota. Rencana diatas kertas, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam, tapi perkembangan tidak terduga dengan City line dan waktu yang terbuang untuk menunggu ferry membuat perjalanan molor menjadi 3 jam. Satu tips lagi, saat naik Chao Phraya Express Boat kita tidak perlu membeli karcis di loket, karena biayanya akan ditarik saat kita sudah naik diatas kapal (seperti naik bis kota itu lho). Website resmi Chao Phraya Ekspress Boat dapat dilihat disini, dan karena seharian ini kita akan naik BTS (Bangkok Mass Transit System) maka tidak ada salahnya kita juga belajar seluk beluk Sky Train disini. Read the rest of this entry »

 
155 Comments

Posted by on December 30, 2012 in Bangkok

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Hari Ke 1 : Surabaya – Bangkok

Oleh : Vicky Kurniawan

Hanya ada satu kali penerbangan Air Asia dari Surabaya menuju Bangkok, berangkat jam 14.55 dan dijadwalkan mendarat di Suvarnabhumi jam 18.45. Yang menyedihkan ini terakhir kalinya Air Asia mendarat di bandara Suvarnabhumi sebelum akhirnya pindah ke bandara Don Mueang per tanggal 1 Oktober 2012. Bandara lama yang berjarak sekitar 28 km dari pusat kota ini memang kalah indah dan kalah fasilitas dari Suvarnabhumi. Tapi apa mau dikata, sejak bulan Maret 2012 pemerintah Thailand memerintahkan penerbangan low cost, pesawat carter dan non-connecting flights pindah ke bandara Don Mueang untuk mengurangi beban dan kepadatan di Suvarnabhumi. Suvarnabhumi memang dirancang hanya untuk menampung 45 juta penumpang pertahun, sedangkan pada tahun 2011 angka kunjungan sudah meningkat hingga 47 juta dan diperkirakan sampai akhir tahun 2012 ini akan meningkat menjadi 50 juta. Jadi teman, bila kalian naik pesawat Air Asia, Indonesia Air Asia dan Thai Air Asia maka bersiap-siaplah untuk mendarat di bandara Don Mueang. Dalam rangka kepindahan tersebut dibawah ini saya berikan beberapa informasi tentang bandara itu.

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang

Bandara Don Muang berjarak kurang lebih 30 km bagian utara Bangkok. Untuk menuju kota berikut beberapa moda transportasi yang bisa digunakan :

  1. Taksi, cara yang paling mudah adalah menggunakan taksi. Tapi perlu diingat bahwa perjalanan dengan taksi memerlukan waktu 45 menit saat jam tidak sibuk dan 1 sampai 2 jam saat jam sibuk. Kita bisa memesan taksi melalui taxi service counter di depan passenger terminal dengan biaya pemesanan 50 Baht diluar biaya taksi.
  2. Kereta, cara yang lebih murah adalah naik kereta dari stasiun kereta Don Mueang yang berjarak 500 meter dari BIA. Kereta ini akan berhenti di Hua Lumpong Railway Station dan dari sini kita bisa naik Skytrain atau MRT ke tempat-tempat lain. Kereta di Don Mueang Railway Station beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan biaya mulai dari 5 THB perorang.
  3. Bis, selain taksi dan kereta kita juga dapat naik bis, tinggal ikuti saja arah menuju stasiun kereta. Bis menuju Bangkok persis berada di depan airport jadi jangan menyeberang jalan. Ada dua macam bis yang beroperasi yaitu Regular Bus dengan nomor :Route 29 Airport – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong),Route 59 Airport – The Emerald Buddha Temple (Sa – Nam – Luang),Route 95 Airport – Ram-intra Rd.-Ram Khamhang Rd. Selain Regular Bus ada juga Air – Conditioned Bus dengan rute: Route 4 Airport – Silom Rd, Route 29 Airport – Victory Monument – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong), Route 10 Airport – Victory Monument – Southern Region Bus Terminal,Route 13 Airport – Sukhumvit Rd. – Eastern Region Bus Terminal,Route 555 Don Mueang International Airport – Suvarnabhumi Airport. Read the rest of this entry »
 
189 Comments

Posted by on December 12, 2012 in Bangkok

 

Tags: , , , , ,

Hari Ke 6 : Melbourne (Melbourne CBD & IMAX Theatre Melbourne)

Oleh : Vicky Kurniawan

Bis yang membawa kami dari Sydney tiba tepat jam 7 pagi di Southern Cross Terminal, salah satu stasiun kereta dan terminal bis terbesar di Melbourne. Stasiun ini merupakan pemberhentian akhir dari jaringan kereta api antar negara bagian dan kereta api antar kota serta menjadi satu dari lima stasiun yang dilewati oleh City Loop, kereta bawah tanah yang melingkari Melbourne CBD. Bukan hanya itu, tempat ini juga berfungsi sebagai terminal akhir dari bis antar negara bagian dan bis dari dan ke airport. Dengan banyaknya jalur kereta dan bis yang mampir di tempat ini, bisa dibayangkan betapa sibuk dan ruwetnya. Suasananya hampir seperti bandara. Letak strategis inilah yang membuat kami memutuskan untuk mencari hostel disekitar stasiun ini.

Southern Cross Terminal

Akomodasi di Melbourne

Selama di Melbourne, kami menginap di Nomad All Nations Backpackers. Hostel yang terletak di Spencer Street ini berjarak sekitar 350 mt dari Southern Cross terminal dan dapat ditempuh dengan 5 menit jalan kaki. Dengan harga sama seperti kamar dorm berdelapan di Sydney Central YHA yaitu sekitar AUD 40 perorang permalam, di hostel ini kita sudah mendapat satu kamar private berdua dengan kamar mandi bersama diluar. Perabotan dalam kamar sangat minimalis, hanya satu tempat tidur bertingkat, satu kursi dan satu pemanas ruangan. Untungnya disediakan juga satu tempat sampah :). Read the rest of this entry »

 
28 Comments

Posted by on August 13, 2012 in Australia, Melbourne

 

Tags: , , , , , , , ,

Hari Ke-1 (Surabaya – Kuala Lumpur – Sydney)

Oleh : Vicky Kurniawan

Yipee….inilah hari yang saya nanti-nantikan. Seminggu sebelumnya si kembar (8 tahun) sudah saya beritahu kalau kami akan pergi selama 9 hari. Pemberitahuan itu tentu saja disertai janji-janji manis akan difoto studio ala Princess sepulang kami nanti. Alhamdulillah mereka cukup mengerti sifat orang tuanya yang travel addict :). Mereka hanya bertanya tanggal berapa tepatnya kami akan pulang dan pertanyaan-pertanyaan standar seputar Australia. Dimana letaknya, ada apa disana dan mengira-ngira apa saja yang akan kami lakukan disana.

Untuk meminimalisasi perasaan akan ditinggal, packing dilakukan saat anak-anak sudah tidur. Seperti biasa ransel 25 lt saya hanya terisi separuh karena separuhnya dipersiapkan nanti untuk tempat oleh-oleh. Biasanya separuh tempat saya isi dengan mie instan dan makanan-makanan kering lainnya, tapi karena semua sudah mewanti-wanti agar berhati-hati membawa makanan masuk ke Australia akhirnya saya biarkan saja separuh ransel kosong. Hanya sekaleng kecil kacang mente yang kami bawa sebagai cemilan yang rencananya akan kami habiskan sebelum sampai ke Australia. Benarkah Australia seketat itu?. Karena penasaran sayapun melakukan sedikit  browsing kecil-kecilan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dibawa masuk ke Australia. Read the rest of this entry »

 
26 Comments

Posted by on May 15, 2012 in Australia, Sydney

 

Tags: , , , , , , ,

9 Hari Keliling Sydney dan Melbourne

Oleh : Vicky Kurniawan

Australia….sebuah destinasi yang dekat tapi jauh dari jangkauan. Disamping visanya yang mahal, tiket pesawat dan biaya hidupnya benar-benar bisa membuat kantong kering kerontang. Jadi begitulah, saya menempatkannya jauh-jauh dari daftar destinasi yang selama ini selalu diisi dengan negara-negara yang masih terjangkau kantong pegawai saya. Ketika Air Asia mengadakan promo bulan Mei 2011, saya sudah bertekad akan pergi ke India maka dibelilah tiket Surabaya-Kuala Lumpur pulang pergi (Rp. 275.000) disusul tiket Kuala Lumpur-Mumbai yang saat itu berharga Rp. 93.000 sekali jalan. Karena berencana pulang dari New Delhi, maka bulan November 2011 saat Air Asia mengadakan promo lagi dibeli juga tiket New Delhi-Kuala Lumpur seharga Rp. 686.000,- sekali jalan. Dengan tiket sudah di tangan wajarlah kalau saya mulai bermimpi tentang India. Mulai dari membeli buku panduan Lonely Planet yang harganya naudzubillah, tanya-tanya di grup backpacker sampai menyusun itinerary yang lengkap dan detail sudah saya lakukan demi mimpi itu.

Tapi sekitaran bulan Januari, Air Asia akhirnya dengan sukses membangunkan mimpi India saya dengan menutup rute Kuala Lumpur-Mumbai dan New Delhi-Kuala Lumpur. Baiknya, mereka menawarkan 3 opsi yang semuanya tidak dikenakan biaya tambahan: (1). ganti uang (saya tolak mentah-mentah karena tiketnya cuman seharga sejuta). (2). ganti maskapai (tawaran yang menggiurkan, kapan lagi bisa terbang pakai Malaysia Airlines yang lengkap dengan bagasi dan makan secara saya tidak pernah beli keduanya di Air Asia). (3). ganti rute Air Asia X yang lain (tawaran yang sangat WOW…). Setelah sedikit cari-cari ternyata dari sekian banyak rute penerbangan Air Asia X tampaknya rute ke Australia-lah (terutama Sydney dan Melbourne) yang masuk dalam kategori mahal. Dengan budget airlines-pun harganya masih berkisar antara 7 sampai 8 juta. Read the rest of this entry »

 
52 Comments

Posted by on May 7, 2012 in Australia

 

Tags: , , , , , ,