RSS

Category Archives: Jepang

Hari Ke 4 : Kyoto (Arashiyama & Higashiyama)

Oleh : Vicky Kurniawan

Saat makan di ruang makan tadi malam, tanpa sengaja saya melihat pengumuman yang tertempel di papan dekat meja. Pengumuman tersebut menyebutkan tentang perayaan Hana Toro Festival yang akan diadakan jam 6 sore di Chionin Temple. Sebetulnya saya tidak tahu itu perayaan apa, tapi melihat deskripsinya yang begitu menarik membuat saya ingin mengunjunginya nanti malam Akhirnya sambil sarapan pagi, kami mulai merencanakan rute untuk hari ini dengan sedikit merubah itinerary. Mau tidak mau saya harus membuang kunjungan ke Fushimi Inari Shrine bila ingin mengunjungi festival ini. Dari beberapa review yang saya baca, kunjungan ke Fushimi Inari sebaiknya tidak dilakukan bila hari sudah gelap karena suasananya yang sepi dan agak menyeramkan. Karena hari ini kita mulai agak siang maka diperkirakan saya tidak akan sempat mengunjunginya sepulang dari Arashiyama. Jadi begitulah, terpaksa say good bye pada kuil yang terkenal dengan jajaran Torii merahnya itu, semoga lain waktu Allah memberikan kesempatan mengunjunginya. Jadi selesai sarapan tepat pukul 08.30 kami keluar dari hostel menuju tujuan pertama hari ini yaitu Arashiyama.

Togetsukyo Bridge Saat Musim Gugur (Photo By : Japanguide.com)

Togetsukyo Bridge Saat Musim Gugur (Photo By : Japanguide.com)

Arashiyama

Saya begitu tertarik dengan tempat ini ketika melihat foto-foto Togetsukyo Bridge di musim gugur serta jajaran Bamboo Grooves Arashiyama yang terlihat asri. Apalagi ketika dicek lebih jauh ada Sagano Scenic Railway yang menawarkan pemandangan indah sepanjang tepi Hozugawa River dari atas kereta api. Dari Kyoto Station, Arashiyama dapat dicapai dengan menggunakan bis ataupun kereta api. Rencana awal untuk naik bis terpaksa dibatalkan karena hari sudah sangat siang dan saya perkirakan bila naik bis waktunya akan lebih lama. Jadi dari Kyoto Station kami naik kereta JR Sanin Main Line arah Kameoka (platform 33) dan turun di Saga Arashiyama Station. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 45 menit dimulai saat keluar dari hostel. Dari stasiun Saga Arashiyama kami berjalan kaki kurang lebih 1 km menuju jembatan Togetsukyo Bridge. Enaknya jalan di musim semi, walaupun cuaca cerah hawa masih terasa dingin jadi walaupun berjalan jauh tidak terasa capeknya. Apalagi di sepanjang jalan banyak toko-toko penjual makanan dan souvenir yang kemasan atau displaynya menarik hati.  Read the rest of this entry »

 
97 Comments

Posted by on September 1, 2013 in Arashiyama, Jepang, Kyoto

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Hari Ke 3 : Kyoto (Kinkakuji, Ginkakuji, Kyoto Museum Traditional Craft, Nishiki Market & Gion)

Oleh : Vicky Kurniawan

Bis malam yang kami tumpangi berhenti sejenak di Tsuchiyama, sekitar 2 jam perjalanan dari Kyoto, untuk memberi kesempatan penumpang ke toilet atau sekedar jalan-jalan meluruskan kaki. Udara di luar begitu dingin sampai bicarapun mengeluarkan uap. Di tempat pemberhentian yang luas ini selain toilet ada juga toko 7 eleven dan seperti kebanyakan toilet yang saya jumpai di Jepang, toilet di tempat transit ini begitu bersih tanpa bau pesing ataupun tissue yang berceceran. Karena berhentinya sangat sebentar, kami hanya mampir saja ke toilet dan selanjutnya naik kedalam bis karena takut ketinggalan. Maklum pak sopir panggil-panggilnya pakai bahasa Jepang, kalau kita jalan jauh-jauh takut nggak ketahuan, wong dekat saja nggak ngerti apalagi jauh :).

Kuil Ginkakuji Saat Musim Gugur (Photo By : Wikipedia)

Kuil Ginkakuji Saat Musim Gugur (Photo By : Wikipedia)

Kyoto Hana Hostel

Sesampai di Kyoto sekitar jam 07.30, kami diturunkan persis di depan Avanti Hotel Keihan dekat Kyoto Station. Mulanya sempat bingung juga ini ada di daerah mana, soalnya bayangan saya kami akan diturunkan didalam Kyoto Station dan bukan diluarnya. Tapi untunglah hotel ini berada dalam peta yang saya cetak dari website hostel. Rute jalan kaki dari Avanti Hotel Keihan ke Kyoto Hana Hostel ada pada gambar berikut ini.

Rute Jalan Read the rest of this entry »

 
54 Comments

Posted by on August 13, 2013 in Jepang, Kyoto

 

Tags: , , , , , ,

Hari Ke 2 : Tokyo (Asakusa, Tsukiji Market, Harajuku, Shibuya, TMG)

Oleh : Vicky Kurniawan

Terbangun oleh suara hiruk pikuk pengumuman penerbangan, sempat bingung juga ini lagi tidur dimana. Pria Jepang yang tidur berbagi kursi dengan saya semalam, bergegas merapikan perlengkapan tidurnya dan bergerak menuju gate keberangkatan. Setelah mengumpulkan nyawa yang tercecer entah kemana, saya menuju kamar mandi untuk sekedar berwudhu dan mandi bebek di wastafel. Yeah, lagi-lagi harus menerima kenyataan bahwa saya tidak bisa mandi lagi pagi ini karena kamar mandi yang super bersih dan luas hanya menyediakan fasilitas BAB dan buang air kecil saja. Sebenarnya kalau memang berniat mau mandi, Haneda menyediakan fasilitas Shower Room yang terdapat di Arrival Lobby Lantai 2. Disitu terdapat 15 shower cubicles dengan tarif 1000 Yen per 30 menit dan 500 Yen tiap 15 menit sesudahnya. Handuk, Hair Dryer dan perlengkapan mandi sudah tersedia. Tapi karena sayang buang uang Rp. 120.000 hanya untuk mandi, akhirnya saya memilih mandi bebek saja di wastafel. Untung saja suhu masih cukup dingin jadi sama sekali tidak berkeringat, sehingga masih tahanlah kalau seminggu tidak mandi 🙂 (yaiks, jangan sampai lah yauw).

Bagian Dalam Haneda Airport

Bagian Dalam Haneda Airport

Toilet Unik Di Jepang

Selain Bullet Train, Bunga Sakura dan Capsule Hotel, mungkin satu hal yang membuat saya terkesan di Jepang adalah toiletnya yang unik. Dinamakan Bidet Toilet Seat, toilet ini pertamakali ditemukan di Amerika Serikat yang kemudian berkembang pesat di Jepang yang berusaha mengkombinasikan kegilaan mereka akan kebersihan sekaligus kenyamanan dengan memproduksi “Washlet”, bidet toilet dengan berbagai macam tombol canggih. Paling tidak ada 4 tombol tambahan selain tombol Flush (menyiram) yaitu tombol stop menyiram, tombol semprot besar dan kecil serta tombol pengering. Selain itu, terkadang Washlet juga dilngkapi dengan tombol pewangi, tombol otomatis pembuka penutup dudukan toilet dan tombol pemijat. Bagi penggemar toilet unik bisa mampir di Sega Mega-Store di Akihabara’s Electric Town yang memasang Free Gaming Urinal di toilet pria lantai 2,3 dan 4. Disitu kamu bisa buang air kecil sembari main game. Read the rest of this entry »

 
168 Comments

Posted by on July 22, 2013 in Jepang, Tokyo

 

Tags: , , , , , , ,

Hari Ke 1 : Surabaya – Kuala Lumpur – Tokyo

Oleh : Vicky Kurniawan

Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea dan Rusia. Terdiri dari 6.852 pulau yang terbentang dari utara ke selatan dengan 4 pulau terbesar adalah adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya dan 70% hingga 80% terdiri dari pegunungan yang berhutan-hutan. Karena kondisi daerah pegunungannya yang curam dengan kondisi tanah lunak dan mudah longsor maka permukiman penduduk banyak terpusat di kawasan pesisir. Letak kepulauan yang berada diatas Lingkaran Api Pasfik dan di pertemuan tiga lempeng tektonik menyebabkan Jepang sering mengalami gempa bumi, bahkan di setiap abadnya terjadi beberapa kali tsunami. Keadaan geografi tersebut juga menguntungkan karena Jepang akhirnya memiliki banyak sumber mata air panas dan sebagian besar di antaranya telah dibangun sebagai daerah tujuan wisata.

Peta Jepang (Sumber : www.lonelyplanet.com)

Peta Jepang (Sumber : http://www.lonelyplanet.com)

Persiapan Sebelum Pergi

a. Keadaan Cuaca

Perjalanan kali ini saya tempuh hanya berdua dengan suami dan ini merupakan perjalanan ke-5 yang kami jalani berdua. Sebelum pergi yang menjadi perhatian saya pertama kali adalah keadaan cuaca. Jepang sendiri memiliki enam zona iklim yang berbeda dan terkadang perbedaannya sangat ekstrim, sebagai contoh saat saya kesana di bulan Maret, daerah Kansai (Osaka, Kyoto) dan Kanto (Tokyo) sudah masuk musim semi, tapi di daerah Hokkaido (Sapporo) masih musim salju yang tebal. Tapi karena perginya hanya ketiga kota yaitu Tokyo, Kyoto dan Osaka jadi saya hanya memperhatikan daerah Kanto dan Kansai saja. Pada dasarnya kedua daerah ini memiliki model cuaca yang sama yaitu berbentuk pelana kuda dengan bulan Agustus sebagai puncak musim panas. Tabel cuaca Tokyo, Kyoto, Osaka dapat dilihat dibawah ini (Sumber dari Buku Lonely Planet Japan edisi ke 12). Read the rest of this entry »

 
64 Comments

Posted by on June 23, 2013 in Jepang, Tokyo

 

Tags: , , , , , ,

9 Hari Keliling Tokyo – Kyoto – Osaka

Oleh : Vicky Kurniawan

JEPANG, sama sekali tidak pernah bermimpi kalau akhirnya saya bisa kesana. Maklum sebagai traveler yang mengandalkan tiket promo murah, saya hanya berserah mau dibawa kemana. Tapi Alhamdulillah rupanya tahun ini memang rejeki saya untuk pergi ke Jepang ketika bulan Mei 2012 Air Asia mengadakan promo besar-besaran dengan Tokyo dan Osaka sebagai salah satu destinasinya. Perkenalan pertama saya tentang Jepang dimulai ketika film OSHIN ditayangkan di TV semasa saya masih kanak-kanak. Walaupun ceritanya sedih, latar belakang filmnya cukup memberikan gambaran keindahan pemandangan disana. Perkenalan kedua semakin kuat ketika semasa SMP saya mulai membaca novel Musashi yang sampai sekarang entah sudah beberapa kali dibaca lagi. Yang terakhir waktu kuliah, saya mengambil bahasa Jepang sebagai salah satu mata kuliah tambahan. Sedihnya tidak ada yang berbekas dari bahasa Jepang saya karena lama sekali tidak pernah digunakan. Hanya satu kalimat yang masih berbekas, “Watashi wa Vicky san desu” dan yang terakhir kata  “Sumimasen” (maaf) yang saya dapat dari buku Lonely Planet :).

Jajaran Tong Sake di Meiji Shrine

Jajaran Tong Sake di Meiji Shrine

Perburuan Tiket Pesawat Ke Jepang

Perburuan tiket dimulai setahun yang lalu ketika bulan Mei 2012 Air Asia mengadakan promo besar-besaran. Saat itu yang menarik perhatian saya adalah penerbangan Kuala Lumpur – Tokyo senilai 436 MYR pulang pergi yang bila ditotal dengan Airport Fee, Airport Tax dan Processing Fee menjadi 627 MYR atau sekitar Rp. 1.8 juta rupiah (saat itu nilai tukar ringgit sebesar Rp. 3025). Maka saya putuskan untuk mengambil dulu penerbangan ini, sengaja tidak pakai Fly-Through (terusan) karena setelah dibandingkan harganya lebih mahal. Sedangkan penerbangan Surabaya – Kuala Lumpur saya ambil belakangan setelah tiket KL-Tokyo sudah ditangan. Biasanya yang ahli memburu tiket adalah suami saya, si emak ini tinggal ongkang-ongkang kaki bikin iten dan perencanaan biaya. Sayangnya, saat itu si bapak lagi dinas keluar kota sehingga mau tidak mau si emak jadi turun tangan untuk berburu tiket dengan berkali-kali telepon untuk konsultasi. Read the rest of this entry »

 
92 Comments

Posted by on June 8, 2013 in Jepang

 

Tags: , , ,