RSS

Tag Archives: Panduan Jalan-jalan ke Eropa

Hari Ke 4 : Amsterdam (Zaanse Schans, Keukenhoff & Red Light District)

Oleh  Vicky Kurniawan

Apa yang paling ingin kamu lihat bila pergi ke Belanda ? kalau saya tentu saja ingin melihat kincir angin dan bunga tulipnya. Walaupun bunga tulip Belanda aslinya berasal dari Turki, tapi hanya negara inilah yang dikenal sebagai produsen tulip terbesar di dunia. Tidak heran kalau Belanda selalu mengindetikkan dirinya dengan bunga tulip. Jadilah hari ini, kami mengunjungi dua tempat yang menjadi trade mark Belanda yaitu kincir angin dan bunga tulip. Untuk melihat kincir angin, ada beberapa tempat yang disarankan yaitu di Kinderdijk, Zaanse Schans dan Schiedam. Yah, dengan ribuan kincir angin di seluruh Belanda tidak menutup kemungkinan diluar tempat-tempat itu kita dapat menjumpainya baik masih digunakan ataupun tidak.

Salah satu Sudut Keukenhoff

Ibu di Salah satu Sudut Keukenhoff

Untuk melihat bunga tulip, tentu saja tempat yang paling direkomendasikan adalah Keukenhoff. Walaupun sebenarnya banyak tempat-tempat lain di Belanda yang juga menyajikan keindahan tulip. Bila punya waktu lebih, beberapa website bahkan menyarankan untuk tidak mengunjungi Keukenhoff. Mereka menyarankan untuk menjelajahi ladang tulip di seputaran Lisse, Hillegom Noordwijkerhout dan De Zilk. Selain lebih alami alasan lain adalah untuk menghemat biaya tiket masuk Keukenhoff yang harganya cukup lumayan. Tapi sayangnya, bunga tulip tidak mekar dalam waktu yang sama persis setiap tahun karena semua tergantung pada suhu. Pada umumnya mereka baru mekar pertengahan Maret dan mencapai puncaknya pada pertengahan April sebelum akhirnya luruh pada akhir Mei. Jadi hanya 3 bulan dalam waktu sepanjang tahun. Diluar waktu itu, bila ingin melihat tulip datang saja ke Bloemenmarkt atau Albert Cuypmarkt yang buka sepanjang tahun 🙂 .

Zaanse Schans

Zaanse Schans pada dasarnya adalah sebuah museum dengan konsep indoor dan outdoor. Tapi jangan dibayangkan tempat ini seperti sebuah museum yang membosankan sebaliknya di dalamnya akan dijumpai pemandangan indah khas Belanda yang membuat kita betah mengunjunginya. Zaanse Schans ini saya pilih karena letaknya yang dekat dengan Amsterdam sedangkan dua tempat yang lain seperti Kinderdijk dan Schiedam lebih dekat ke Rotterdam. Dengan jarak kurang lebih 20 km dari Amsterdam, tempat ini bisa dikunjungi dengan bis atau kereta. Bila naik bis, dari Amsterdam Central Station platform E bisa naik Connexxion bus no. 391 yang akan turun tepat di halte depan Zaanse Schans. Bila punya Eurail Pass seperti kami bisa naik kereta ke stasiun Koog-Zaandijk dilanjutkan jalan kaki kurang lebih 1 km ke Zaanse Schans. Transportasi dari Hostel Meeting Point ke Zaanse Schans dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Read the rest of this entry »

 
18 Comments

Posted by on December 9, 2015 in Amsterdam, Belanda, Lisse, Zaanse Schans

 

Tags: , , ,

19 Hari Keliling Eropa Barat (Belanda, Jerman, Austria, Swiss, Perancis, Luxembourg dan Belgia)

Oleh : Vicky Kurniawan

Ketika ibu mertua saya menyatakan keinginan terpendamnya untuk pergi ke Eropa, saya dan suami sebagai anak berbakti (cieh..) hanya bisa menjanjikan saja. Eropa bagi kami berdua serasa destinasi yang tak terjangkau. Disamping tidak ada pesawat low budget yang terbang kesana (oh Air Asia kenapa kamu tutup rute ke Eropa  😦  ) , biaya hidup yang tinggi juga menjadi alasan utamanya. Memang sudah 30 tahun ibu mertua saya memendam impiannya untuk pergi ke Eropa. Semenjak dia sering melihat gambar-gambar di kalender tentang pemandangan Eropa yang indah terbersit keinginan untuk membuktikan benarkah ada pemandangan seindah itu. Sedihnya dia juga mengumpulkan iklan biro travel yang berisi daftar harga-harga tur ke Eropa. Siapa tahu uang hasil arisannya ada yang cocok untuk pergi kesana 🙂 .

Saya dan Ibu di Zaanse Schans

Saya dan Ibu di Zaanse Schans

Melihat hal itu akhirnya suami saya bertekad kalau ada rejeki dia akan memberangkatkan ibu ke Eropa dengan ikut tour.  Pertimbangan utamanya adalah kenyamanan mengingat kondisi fisik ibu yang kurang kuat berjalan jauh. Setelah uang terkumpul cukup untuk satu orang, suami saya mulai sibuk mencari biro travel yang cocok. Di luar dugaan ibu mertua saya menolak untuk pergi sendiri walaupun ikut tur. Alasannya mana enak pergi sendiri diantara orang orang yang tidak dia kenal. Rupanya Allah Maha Pengasih dan Penyayang mendengarkan doa ibu saya. Di bulan-bulan berikutnya suami saya kebanjiran job sehingga cukuplah uang untuk pergi berdua bahkan bertiga kalau perginya ala backpacker. Jadi siapa yang kebagian rejeki sebagai orang ketiga? Tentu saja saya dong, menantunya yang paling manis dan baik hati ini 🙂 . Disamping manis dan baik hati, suami saya tahu kalau dia bisa mengandalkan saya untuk riset tentang Eropa , suatu hal yang tidak akan sempat ia lakukan 🙂 . Jadilah akhirnya kami berangkat bertiga ke Eropa dengan itinerary yang sengaja saya buat lebih ringan daripada biasanya.

Persiapan Sebelum Berangkat

Terus terang persiapan sebelum traveling ke Eropa ini jauh lebih ribet dibanding perjalanan saya yang lain. Dalam perjalanan-perjalanan sebelumnya, saya sudah punya tiket ditangan paling tidak 6 bulan sampai 1 tahun sebelumnya. Jadi persiapannya tidak terlalu tergesa-gesa. Dalam perjalanan ke Eropa ini, saya baru bergerak efektif 2 bulan setelah visa dan tiket pesawat positif didapat. Beberapa persiapan yang saya lakukan sebelum berangkat antara lain :

a. Mengajukan Visa Schengen

Visa Schengen ini saya ajukan tepat 3 bulan sebelum keberangkatan. Sengaja dilakukan jauh-jauh hari supaya ada waktu bila harus melengkapi dokumen yang kurang atau bila diminta  melakukan pembetulan. Alasan yang kedua supaya ada waktu untuk berburu tiket pesawat murah ke Eropa. Cara mendapatkan visa Schengen sudah saya tulis dengan detail disini. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , , , ,

Panduan Penggunaan Eurail Pass

Oleh : Vicky Kurniawan

Saat menyusun itinerary ke Eropa, mau tidak mau saya harus belajar tentang jaringan transportasi disana. Dengan anggaran yang terbatas, pilihan pertama saya jatuh pada alat transportasi paling murah yaitu bis. Apalagi ada Eurolines yang menawarkan Eurolines Pass yaitu pass untuk naik bis jarak jauh dengan jangkauan meliputi 48 negara di seluruh Eropa dengan jangka waktu pemakaian 15 atau 30 hari. Eurolines sendiri adalah jaringan kerjasama 29 organisasi bis jarak jauh Eropa yang meng-cover seluruh Eropa dan Maroko. Di beberapa negara, Eurolines akan dioperasikan oleh beberapa perusahaan yang berbeda. Contohnya di Inggris, akan dicover oleh National Express, di Irlandia Utara dioperasikan oleh Ulsterbus dan di negara-negara Baltik dioperasikan oleh Lux Express.

Kereta Glacier Express Swiss

Kereta Glacier Express Swiss

Tapi setelah mempelajari Eurolines lebih jauh, saya baru menyadari kalau pass ini lebih cocok untuk para traveler yang punya waktu longgar. Kendala utama terletak pada jadwal pemberangkatan bisnya yang tidak setiap hari. Sebagai contoh untuk jalur Amsterdam – Munich bis hanya berangkat setiap Senin, Rabu, Jumat dan Sabtu. Kendala kedua, terletak pada destinasinya yang hanya mencakup kota-kota besar. Jadi kalau mau melipir ke kota kota kecil seperti Hallstatt harus naik kereta lagi. Kendala ketiga, kurang praktis karena kita tidak bisa langsung naik tapi harus booking dulu minimal 2 hari sebelumnya. Kendala keempat adanya batasan pemakaian. Jai kita tidak boleh mengulang rute yang sudah pernah kita tempuh sebelumnya. Nah setelah kurang sreg dengan Eurolines, saya mencoba melirik alternatif kedua yaitu naik pesawat terbang low cost carrier seperti Ryanair dan Easyjet. Soalnya saat saya cek, harga tiket ke beberapa destinasi malah lebih murah daripada naik bis. Tapi pesawat juga memiliki beberapa kekurangan yang sangat krusial seperti letak bandara yang kebanyakan berada di luar kota sehingga biaya transportasi menuju bandara menjadi mahal. Selain itu waktu yang diperlukan untuk perjalanan ke bandara serta proses boarding akan memakan waktu lebih lama daripada naik bis atau kereta. Jadi mau tidak mau setelah mempertimbangkan beberapa hal diatas akhirnya saya memilih kereta api untuk perjalanan menjelajah Eropa. Read the rest of this entry »

 
 

Tags: , , ,