RSS

Hari Ke 8 : Pattaya – Bangkok – Surabaya (Silverlake Vineyard,Budha Image,Pattaya View Point & Big Budha Hill)

16 May

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari terakhir liburan, sudah kangen berat ingin memeluk anak-anak. Kalau sedang traveling tanpa anak, hari-hari terakhir merupakan saat terberat. Capek dan kangen terkadang membuat mood jalan-jalan jadi turun. Anyway, penerbangan kami menuju Surabaya akan berangkat jam 19.45 dari Bangkok jadi praktis kami masih punya waktu sehari lagi untuk mengeskplore Pattaya. Untuk perjalanan ke Bangkok, saya sudah memesan jasa antar jemput Bell Travel Service yang akan berangkat jam 15.00 dari Tune Hotel dan diperkirakan akan sampai jam 17.00 di bandara Suvarnabhumi. Karena jam check out Tune Hotel adalah jam 11, maka diputuskan untuk berangkat agak siang dan langsung check out saja. Jadilah jam 08.30 kami check out dan menitipkan tas pada resepsionis. Sarapannya cukup beli nasi bungkus di bapak penjual makanan depan hotel.

Silverlake Winery

Silverlake Vineyard

Sehabis sarapan, kami berkeliling mencari taksi yang mau disewa untuk mengeksplore Pattaya. Sebenarnya cara paling gampang adalah ikut City Tour yang banyak ditawarkan travel agen, tapi setelah browsing sana-sini tidak ada city tour yang pas dihati sehingga akhirnya diputuskan untuk menyewa taksi saja. Kebetulan didekat hotel ada persewaan taksi, setelah tawar menawar yang cukup ketat (pakai aksi walk-out segala) akhirnya diputuskan harga 700 Baht per 4 jam dengan daftar destinasi yang sudah disepakati. Jadi tepat jam 9 pagi kami mulai berangkat untuk mengeksplore kota Pattaya dengan tujuan pertama yaitu Silverlake Vineyard.

Silverlake Vineyard

Terletak kurang lebih 26 km dari Pattaya, Silverlake Vineyard ini dibangun oleh mantan artis terkenal Thailand, Supansa Nuangphirom yang terinspirasi untuk membuat kebun anggur setelah mengunjungi beberapa perkebunan anggur di Amerika. Mulai dibangun tahun 2002, perkebunan ini menjadi satu-satunya perkebunan anggur di Thailand bagian timur. Perkebunan ini sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi karena pemandangan alam sekitarnya yang indah. Selain perkebunan anggur, ada danau. gunung dan taman-taman buatan yang terawat dengan apiknya.

Sudut-Sudut Silverlake Vineyard

Sudut-Sudut Silverlake Vineyard

Selain taman-tamannya yang indah, di perkebunan ini terdapat “Villaggio”  semacam outlet berarsitektur villa Italia yang menjadi tempat penjualan anggur dan produk-produk turunannya seperti selai, jelly, jus anggur dan kue-kue anggur. Untuk penginapan, mereka juga menyediakan  “Silverlake Movie House Bed & Breakfast” dengan 10 cottage yang didesain sesuai dengan karakter yang pernah dimainkan oleh Ms. Supansa Nuangpirom. Jadi setelah mengunjungi Pattaya yang sumpek, pergi ke tempat ini benar-benar membuat pikiran jadi fresh. Kalau tidak ingat waktu rasanya bisa berjam-jam berada di tempat ini hanya sekedar duduk-duduk dan menikmati keindahan alam.

The Villagio dan barang-barang yang dijual didalamnya

The Villaggio dan Barang-Barang yang dijual didalamnya

Tiket masuk ke tempat ini gratis hanya saja lokasinya yang jauh dari kota membuatnya susah dicapai dengan angkutan umum. Bila ingin ke tempat ini bisa menyewa sepeda motor atau menyewa taksi seperti yang saya lakukan (suatu pilihan yang mahal terutama bila perginya tidak ramai-ramai seperti saya). Tapi tempat ini memang “Worth a Trip” karena bisa juga disambungkan dengan kunjungan ke Budha Image (Khao Chee Can) yang berada persis disebelahnya atau digabung juga dengan kunjungan ke Jomtien Beach yang juga searah. Setelah hampir 1 jam menjelajahi tempat ini, kami naik taksi sewaan lagi untuk mengunjungi tujuan kedua yaitu Budha Image (Khao Chee Can)

Budha Image (Khao Chee Can)

Terletak persis bersebelahan dengan Silverlake Vineyard, tempat ini menjadi begitu terkenal karena gambar Budha-nya yang dipercaya merupakan gambar Budha terbesar di dunia. Gambar Budha ini dipahat di sebuah bukit dengan tinggi 130 meter dan lebar 70 meter. Proses pembuatannya cukup rumit juga karena mereka harus membelah bukit Khao Chee Can untuk mendapatkan konstruksi yang pas. Setelah konstruksinya terbentuk, mereka memahat gambarnya menggunakan laser yang harus dilakukan pada malam hari supaya terlihat, yang kemudian diperhalus dengan para pemahat-pemahat manual. Tahap akhrnya adalah proses pewarnaan dengan warna emas yang memerlukan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikannya. Gambar Budha ini sebenarnya dibuat sebagai peringatan ulang tahun ke 50 bertahtanya Majesty King Bhumibol yang memberikan nama resmi Phra Buddha Maha Wachira Uttamopas Sasada yang artinya “the Buddha that shines brightly and enlighten all”.

Budha Image

Budha Image (Khao Chee Can)

Selain bukit bergambar Budha, tempat ini juga dilengkapi dengan danau buatan, taman dan kolam-kolam teratai. Kebanyakan orang mengunjungi tempat ini untuk melihat-lihat (seperti saya) atau berdoa (disediakan altar kecil untuk berdoa dan menancapkan Hio). Bagi penggemar trekking bisa menelusuri jalan menuju ke kuil kecil di puncak bukit. Tapi dengan ketinggian diatas 150 meter tidak banyak orang yang mau menuju kesana. Buka dari jam 08.00 sampai jam 18.00 tiket masuk ke tempat ini adalah gratis.

Pattaya View Point & Wat Khao Phra Bat

Pemberhentian kami selanjutnya adalah Pattaya View Point yang terletak di Pattaya Hill, orang lokal biasa menyebutnya sebagai “Khao Phra Tum Nak” atau “Khao Phra Baht” (bilang destinasi ini bila sopir taksi tidak mengerti tujuan yang dimaksud). Pattaya Hill ini memisahkan pantai Pattaya dengan pantai Jomtien. Begitu sampai di tujuan, hal pertama yang akan kita lihat adalah antena pemancar radio milik Angkatan Laut, selain itu juga terdapat beberapa toko souvenir dan penginapan. Tapi salah satu landmark terpenting di tempat itu adalah monumen Prince of Jumborn bapak Angkatan Laut Thailand. Prince of Jumborn adalah anak ke 28 dari Raja Rama V yang menjadi pangeran pertama yang dikirim ke Inggris untuk menjadi cadet Royal Navy. Kerja kerasnya untuk memodernisasi angkatan laut Thailand, membuatnya menjadi sosok yang dihormati dan menjadi “The Father of Royal Thai Navy”. Jadi jangan heran kalau banyak pelaut-pelaut yang berdoa dan menancapkan hio disini sebagai tanda penghormatan.

Patung Prince Of Jumborn

Patung Prince Of Jumborn

Pemandangan dari atas bukit ini cukup spektakuler, disebelah kiri kita bisa melihat Jomtien Beach dan disebelah kanan Pattaya Beach. Selain itu kita juga bisa menikmati pemandangan Pattaya Bay dengan pantai, gedung-gedung tinggi dan kapal-kapal  kecil yang lalu lalang di teluknya. Di tempat ini kita bisa melihat pemandangan utuh Pattaya Bay yang membentang mulai dari Bali Hai Pier sampai ujung pantai yang berbatasan dengan Naklua Bay. Sayang saat saya kesana di siang hari, tempat ini begitu panas karena tidak ada pepohonan atau tempat berteduh. Jadi lebih baik datang saja pagi, sore atau malam hari sehingga bisa menikmati pemandangan dengan maksimal. Tiket masuknya gratis dan buka dari jam 07.00 – 22.00.

Pemandangan dari Pattaya View Point, Kelihatan Banget Kan Panasnya?

Pemandangan dari Pattaya View Point, Kelihatan Banget Kan Panasnya?

Masih dalam satu kompleks dengan Pattaya View Point terdapat kuil Wat Khao Phra Bat. Pintu masuk ke komplek kuil ini mudah ditemukan karena kita pasti melewatinya saat masuk ke dalam area Pattaya View Point. Kuil ini tidak terlalu besar, didalamnya terdapat replika tapak kaki Budha yang konon berusia 200 tahun (telapak kakinya besar sekali), beberapa patung Budha dan bangunan berbentuk Mondop. Tapi anehnya, tidak ada biksu yang tinggal di kuil ini.

Big Budha Hill (Wat Phra Yai Pattaya)

Sekitar 800 meter dari Pattaya View Point, terdapat kuil Wat Phra Yai yang terkenal dengan patung Budha raksasanya. Terletak di atas Pratamnak Hill, patung Budha ini sangat menonjol dan terlihat dari segala arah sehingga bukit tersebut akhirnya terkenal juga dengan nama Budha Hill. Untuk menuju patung ini, kita harus melewati tangga  yang kanan kirinya dihiasi ular naga berkepala tujuh berwarna emas. Naga dalam agama Budha memang digambarkan sebagai mahluk mistis yang berfungsi sebagai penjaga. Di sepanjang jalan menuju tangga ini, banyak orang berjualan burung. Burung-burung ini biasanya dibeli untuk dibawa dan dibebaskan di puncak bukit. Dengan tinggi kurang lebih 300 kaki, patung Budha emas ini memang terlihat sangat besar. Konon dulunya patung ini berwarna putih sebelum akhirnya dicat kuning emas. Didepannya ada altar kecil untuk menaruh hio bagi orang-orang yang datang berdoa untuk kesehatan, kebahagiaan dan kekayaan.

Sudut-Sudut Big Buddha Hill

Big Budha Hill

Patung Budha raksasa ini dikelilingi 7 patung Budha kecil dalam berbagai pose yang mewakili satu hari dalam seminggu. Tiap patung tersebut memiliki arti sendiri, misalnya  Monday’s Buddha yang dipercaya dapat membawa ketenangan, Tuesday’s Buddha yang berpose tidur (reclining) dipercaya dapat memberi tidur nyenyak dan Friday’s Buddha akan membawa kebahagiaan. Warga Thailand yang berkunjung biasanya memberikan donasi didepan masing-masing patung Budha sesuai dengan hari kelahiran mereka. Tiket masuk ketempat ini gratis dan buka dari jam 7 pagi sampai jam 10 malam.

Central Festival Center Pattaya & Big C Supercenter

Pulang dari city tour sekitar jam 1 siang masih ada waktu sekitar 2 jam untuk makan siang. Karena tidak mau jauh-jauh dari hotel jadilah kami menjelajah Central Festival dan Big C Supercenter untuk mencari tempat makan yang cocok. Kedua mall ini terletak kurang lebih 180 mt didepan Tune Hotel atau sekitar 5 menit jalan kaki. Namanya hampir sama dengan Central Festivals Pattaya yang kami kunjungi tadi malam, tapi letaknya berbeda. Central Festival Center Pattaya lebih dekat dari Tune Hotel karena terletak persis di depannya.

Bagian Depan dan Dalam Central Centre Pattaya dan Big C Department Store

Bagian Depan dan Dalam Central Centre Pattaya dan Big C Department Store

Tidak ada yang istimewa dari kedua mall ini. Didalam Central Center Pattaya terdapat Big C department store, selain itu ada beberapa butik, restoran, beberapa retail handphone, bank dan tempat penukaran uang dan bioskop. Big C Department Store yang terletak didalam mall menjual makanan, perlengkapan rumah tangga dan barang-barang elektronik. Didalam mall ini juga terdapat tempat terbuka bagi konser atau pertunjukan umum. Puter-puter di kedua mall itu akhirnya kami makan siang di Kentucky Fried Chicken juga :). Selesai makan siang, kembali lagi ke hotel untuk mengambil backpack dan menunggu jemputan.

Perjalanan Pattaya – Bangkok – Surabaya

Mobil van jemputan dari Bell Service datang tepat jam 15.00 yang mengantar kami sampai terminal Pattaya. Dari terminal kami diangkut ke Suvarnabhumi Airport menggunakan bis. Alhamdulillah perjalanannya lancar sehingga 2 jam kemudian kami sudah sampai di bandara. Pesawat dari Bangkok – Surabaya dijadwalkan terbang jam 19.15, sehingga waktu 2 jam kami puas-puaskan untuk menjelajahi Suvarnabhumi, mengingat ini adalah kesempatan terakhir untuk menikmati bandara Suvarnabhumi sebelum Air Asia memindahkan base-nya ke Don Mueang.

Patung Hindu Purana Samudra Manthan di Suvarnabhumi Airport yang Mengagumkan (Photo By : mesosyn.com)

Patung Hindu Purana Samudra Manthan di Suvarnabhumi Airport yang Mengagumkan (Photo By : mesosyn.com)

Tidak diduga pemeriksaan keluar dari bandara justru jauh lebih ketat ketimbang masuknya. Semua perlengkapan baju (sabuk, sepatu, jaket) harus dilepas. Lolos dari alat scan di gerbang, penumpang masih diharuskan mengangkat tangannya untuk discan seluruh badan setelah itu masih discan lagi secara manual memakai alat scan batangan. Jadi bagi penumpang yang akan berangkat dari bandara Suvarnabhumi, sediakan waktu yang cukup untuk pemeriksaan ini. Jangan terlalu mepet dengan jam keberangkatan pesawat sehingga tidak jantungan kalau ternyata pemeriksaannya lama. Setelah lolos pemeriksaan, waktunya untuk makan-makan lagi nih :). Dari tempat pemeriksaan menuju gate tempat tunggu, terbentang toko-toko penjual souvenir dan makanan untuk oleh-oleh. Hampir setiap toko menyediakan contoh makanan yang dijual, jadi walaupun tidak beli, bisa kenyang hanya dengan icip-icip diseputaran tempat ini.

Sample Makanan yang Boleh Diicip

Sample Makanan yang Boleh Diicip

Untungnya pesawat kami terbang tepat waktu, jam 19.15 berangkat dari Suvarnabhumi dan sampai di Bandara Juanda 4 jam kemudian sekitar jam 23.15. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan kami selama 8 hari berakhir tanpa kendala yang berarti. Yang pasti sebagai ganti kehilangan uang, kami mendapat segudang pengalaman dan kenangan menarik selama berlibur di Thailand.

Penutup

Sehabis keliling Thailand selama 8 hari banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang saya dapat, antara lain :

Pengelolaan Wisata Yang Baik

Untuk pengelolaan wisata, seharusnya Indonesia bisa meniru Thailand. Di negara ini, akses ke hampir semua tempat wisata sangatlah mudah dan terintegrasi, informasi wisata tersedia lengkap di internet dan fasilitas yang disediakan juga dikelola dengan baik. Bila melihat pasar terapung di Amphawa, pasti kebanyakan orang akan setuju kalau pasar terapung di Banjarmasin jauh lebih bagus dan natural.  Tapi mengapa yang di Amphawa jauh lebih terkenal?. Itu karena ada usaha dari masyarakat yang didukung penuh oleh pemerintahnya. Pemerintah berusaha mempercantik dengan menyediakan fasilitas yang lengkap antara lain dengan mempermudah akses dari Bangkok, menyediakan fasilitas penginapan yang baik, membuat toko-toko yang yang terkesan natural, dan mengorganisasi para pedagang sehingga semuanya bisa tertata dengan baik. Setelah cantik dan siap dijual barulah mereka gencar memperkenalkannya pada dunia, dengan banyak mengeksposenya di media sehingga banyak orang tertarik untuk datang kesana. Selain Amphawa Floating Market, mereka juga membuat Ayuthaya Floating Market yang menurut saya juga tidak lebih baik dari pasar terapung di Indonesia. Kalau Chatuchack Market saja bisa mendunia mengapa Pasar Turi dan Pasar Atom tidak bisa?

Pasar Terapung di Banjarmasin (Kiri) dan Amphawa Floating Market (Kanan)

Pasar Terapung di Banjarmasin (Kiri) dan Amphawa Floating Market (Kanan)

Kreatif dan Pandai Menjual

Kalau sedang mengunjungi mall atau pasar tradisional, saya sering blusukan ikut suami melihat-lihat kemasan makanan yang dijual disana. Akibatnya saya jadi sedikit tahu betapa kreatifnya orang Thailand dalam menjual dagangannya. Sebenarnya barang yang dijual sangatlah sederhana, tapi karena dikemas dengan baik jadi terlihat bagus, contohnya seperti kue opak Gambir dibawah ini. Kalau di Indonesia, kue opak yang tergolong kue jadul biasanya dikemas dalam plastik biasa sehingga makin terasa kejadulannya (gambar kiri), tapi bagaimana bentuknya bila dijual di Thailand ?. Bentuknya kuenya tetap digulung seperti biasa, hanya kemasannya diganti dengan bentuk kantong menggunakan kertas samson menjadikan produk yang kelihatannya sederhana, menjadi produk yang berkelas dan layak dijadikan oleh-oleh berkelas Internasional.

Opak Gambir Indonesia dan Thailand (Photo By : Kemasan.net)

Opak Gambir Indonesia dan Thailand (Photo By : Kemasan.net)

Kecintaan Rakyat Thailand Pada Raja dan Ratunya

Sebagai negara berbentuk monarki, Raja Thailand berperan sebagai kepala negara dan kepala penguasa Royal House of Chakri. Raja sebenarnya hanya menjadi tokoh simbolik saja, walaupun banyak jabatan penting yang dimilikinya seperti: menjadi kepala Royal Thai Armed Forces, hak prerogatif persetujuan kerajaan dan kuasa pengampunan. Ia juga berperan sebagai penegak utama agama Buddha di Thailand. Raja Thailand saat ini King Bhumibol Adulyadej yang memerintah sejak tahun 1946 merupakan raja dan kepala negara dengan masa pemerintahan terlama di dunia. Sebagai Raja Thailand beliau memiliki kekuatan “inviolable“, dan lèse majesté, yang menyatakan bahwa barangsiapa memfitnah, menghina atau mengancam Raja, Ratu dan Pewarisnya dapat dipidana penjara tiga sampai lima belas tahun. 

King Bhumibol Adulyadej dan Queen Sirikit (Photo By : Escati.com)

King Bhumibol Adulyadej dan Queen Sirikit (Photo By : Escati.com)

Tapi sebenarnya bukan hal tersebut yang menjadikan rakyat Thailand sangat mencintai Raja dan Ratunya. King Bhumibol Adulyadej sangat terkenal dan dihargai karena konsep “self-suffiency” atau swasembada-nya. Dia mengelola kekayaannya melalui The Crown Property Bureau yang banyak menyumbang berbagai proyek untuk kesejahteraan masyarakat seperti pembangunan pemuda, kesehatan masyarakat, promosi kerja, sumber daya alam, komunikasi dan dan banyak proyek yang berhubungan dengan pertanian dan lingkungan. Selain Raja, Ratu Sirikit juga seorang ibu negara yang sangat aktif. Beliau memiliki beberapa proyek kemanusiaan tersendiri. Melalui Yayasan “The Promotion of Supplementary Occupation and Related Techniques (SUPPORT Foundation), Ratu banyak membantu keluarga pedesaan memperoleh penghasilan tambahan dengan menyediakan bantuan keuangan dan bimbingan untuk pengrajin di seluruh Thailand, seperti tenun keranjang Yan Lipao baskertry di Thailand Selatan, kerajinan perak Hilltribe Silver Work di Thailand Utara, dan tenun kain sutra tradisional Mudmee di Thailand Timur. Selain membantu dalam hal teknik kerajinan, Ratu juga berperan besar dalam hal promosi. Beliau menyediakan toko khusus yang menjual produk-produk kerajinan anggota SUPPORT Foundation di tempat-tempat yang sangat strategis seperti di Grand Palace dan Istana Vimanmek. Bahkan sarung-sarung yang dijual atau disewakan bagi pengunjung Grand Palace dan Istana Vimanmek juga mrupakan hasil kerajinan dari anggota Support Foundation. Tidak berhenti disitu, Ratu selalu berusaha memakai tenunan dan perhiasan perak Thailand baik dalam keseharian maupun saat berkunjung keluar negeri.

Beberapa Produk Kerajinan dari Anggota SUPPORT Foundation dan Tokonya Di Grand Palace

Beberapa Produk Kerajinan dari Anggota SUPPORT Foundation dan Tokonya Di Grand Palace

Selain kerajinan, Ratu juga memiliki beberapa proyek konservasi sumber daya alam. Melalui “The Pah Rak Nam Project”  yang digagasnya, beliau telah berhasil mengembalikan kembali kondisi hutan-hutan yang buruk akibat cara pengelolaan tanah yang salah. Sedangkan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk desa, beliau mengenalkan pengelolaan pertanian yang efisien. Ratu Sirikit juga memiliki minat khusus pada orang buta huruf di daerah pedesaan, dan terus-menerus bekerja untuk mengajar mereka bagaimana membaca dan menulis. Menyadari bahwa keluarga yang paling miskin tidak mampu membiayai sekolah anak-anaknya, Ratu mendirikan yayasan untuk mendukung siswa tidak mampu dengan uang pribadi dan sumbangan masyarakat.

Ratu Saat Berkunjung ke Daerah Pedesaan

Ratu Saat Berkunjung ke Daerah Pedesaan (Photo By : Pattayamail.com)

Pekerjaan kemanusiaan Ratu Sirikit dikenal secara luas dan diakui secara internasional, seperti yang terlihat dengan banyaknya penghargaan bergengsi yang diterima seperti Ceres Medal dari FAO dan Honorary Fellowship dari Great Britain’s Royal College of Physician. Dengan seabreg kegiatan kemanusiaan yang nyata-nyata berhasil mengangkat kesejahteraan rakyat Thailand maka tidaklah heran kalau mereka sangat mencintai Raja dan Ratunya. Hal nyata yang saya alami ketika naik taksi di Bangkok, pak supir selalu menangkupkan tangan sebagai penghormatan setiap kali lewat dekat foto Raja atau Ratu yang dipajang besar-besar dipinggir jalan. Jadi satu hal yang digaris bawahi bila jalan-jalan di Bangkok, berhatilah-hatilah dalam bertingkah laku. Jangan bertindak menghina Raja, Ratu atau keluarga kerajaan dan hormatilah kebiasaan orang Thailand yang selalu menghormati Raja dan Ratu mereka. Pokoknya “Don’t mess with the King” deh :).

Banyak Scam Tapi Banyak Juga Orang Yang Baik

Bangkok memang terkenal dengan keanekaragaman wisatanya, tapi seiring dengan hal itu juga terkenal dengan aksi tipu-tipunya (Scam). Aksi tipu-tipu yang paling sering terjadi antara lain :

Tuk-Tuk Scam, “Tur Bangkok, hanya 20THB!” biasanya itu adalah penawaran umum untuk membuat turis tertarik. Tapi jangan percaya karena itu adalah scam. Biasanya penumpang akan di bawa ke beberapa Wat kecil sebelum dibawa ke beberapa toko yang akan memberi komisi kepada supir tuk-tuk jika penumpang membeli sesuatu di toko itu. Yah seperti “Becak Scam” di Jogja-lah. Cara menghindarinya gampang saja yaitu jangan naik Tuk-Tuk kalau tidak terpaksa. Kalau mau naik, tanya dulu kepada resepsionis atau petugas hotel berapa harga tuk-tuk.

Penampakan Tuk-Tuk Thailand

Penampakan Tuk-Tuk Thailand

Gem Scam, jangan percaya kalau ada yang menawari membeli permata asli dengan harga yang murah. Seperti juga di Indonesia, tidak ada-lah yang namanya permata asli tapi murah. Biasanya para penipu permata ini beroperasi di tempat wisata yang populer seperti Grand Palace, Wat Pho, Khaosan Road. Mereka berpakaian dan bertutur kata sopan dengan bahasa Inggris yang baik. dengan menawarkan program pemerintah (biasanya namanya Thai Gem Expo) yang memungkinkan turis untuk membeli Permata Duty Free. Kalau setuju membeli, kita akan dipanggilkan tuk-tuk gratis yang akan membawa kita ke tokonya. Tentu saja yang ditunjukkan saat itu adalah permata asli. Tapi kalau kita jadi membeli, permatanya tidak akan boleh dibawa saat itu juga tapi akan dikirim ke rumah (makanya namanya Pemata Duty Free). Tapi saat dikirim ke rumah, tentu saja yang kita dapat bukan permata yang ditunjukkan di toko tapi permata palsu yang tidak ada harganya. 

Tanda Peringatan Gem-Scam

Tanda Peringatan Gem-Scam

‘Temple is closed’ scam, saya hampir kena tipuan ini waktu dulu pertama kali datang ke Bangkok. Tipuan ini biasanya berhubungan dengan Gem Scam diatas dimana penipu mengatakan kalau Grand Place yang akan saya kunjungi sedang tutup karena ada upacara khusus. Daripada saya kecewa, dia menawarkan untuk memanggilkan tuk-tuk yang akan membawa saya keliling kota (city tour) dengan biaya yang murah. Penipu yang saya jumpai ini beroperasi di gerbang kecil Grand Palace yang berada dijalan Thanon Maharat. Berpakaian seragam hitam dengan lambang “Tourist Police” didadanya membuat saya percaya. Tapi untunglah setelah dia memanggilkan tuk-tuk saya baru tersadar kalau ini adalah scam sehingga saya bisa menghindar. Terakhir kali saya cek, si bapak Tourist Police ini masih beroperasi di tempat dan gerbang yang sama tapi sayang sekali saya tidak bisa mengambil fotonya. Setelah browsing tentang Tourist Police Thailand, ternyata penipu yang saya jumpai di Grand Palace itu memiliki seragam yang berbeda walaupun sama-sama berwarna hitam. Berikut foto Tourist Police yang asli

P1237-horz

Terlepas dari beberapa scam diatas, Thailand tetap punya orang-orang yang baik. Entah beberapa kali dan dibanyak kesempatan saya selalu mendapat bantuan dari mereka. Dari bapak-bapak di bis yang berusaha keras (karena tidak dapat berbahasa Inggris) untuk memahami pertanyaan saya sampai orang di Ayuthaya yang bersedia memandu saya dengan sepeda motornya ketika saya tersesat. Semuanya memberikan pengalaman tersendiri buat saya dan membuat saya percaya bahwa didunia ini masih ada orang yang baik. Jadi jangan berkecil hati. Berani, cerdas  dan bersikap tegas adalah cara yang ampuh untuk menghadapi scam.

Semoga apa yang saya tulis dalam seri ini dapat membantu teman-teman sesama traveler yang akan berkunjung ke Bangkok. Jadi jangan takut untuk bepergian tanpa tur, percayalah bahwa kalau kita bisa survive di Indonesia dengan segala keruwetannya, kita juga pasti akan bisa survive dimanapun. Happy Traveling, just be smart, be firm, and don’t let anything bad happen in your trip keep you from enjoying yourself :).

untitled

Advertisements
 
61 Comments

Posted by on May 16, 2013 in Pattaya, Thailand

 

Tags: , , , , , , , , , ,

61 responses to “Hari Ke 8 : Pattaya – Bangkok – Surabaya (Silverlake Vineyard,Budha Image,Pattaya View Point & Big Budha Hill)

  1. Nigel X. Buchanan

    May 21, 2013 at 11:37 am

    Siapa bilang tempat belanja murah cuma ada di Bangkok? Chiang Mai punya Sunday Market dan Night Bazaar yang tak kalah meriahnya dengan pusat belanja di Bangkok. Kalau berkunjung ke Sunday Market, Anda hanya akan menemui produk-produk kerajinan asli Thailand. Bukan barang impor dari Cina seperti yang biasa dijumpai di tempat-tempat lainnya. Karena barang asli Thailand, desainnya sangat unik dan sulit ditemukan di tempat lain. Sunday Market di Chiang sangat tepat dijadikan tempat belanja oleh-oleh.

     
  2. mila said

    May 23, 2013 at 7:34 pm

    Rakyat thailand itu mencintai rajanya karena emang raja nya itu sifatnya bener2 merakyat katanya. Btw, vineyardnya bagus juga ya, bener2 kyk model eropa hihihi

     
    • aremaronny

      May 24, 2013 at 6:57 am

      Iya mil, Vineyardnya memang bagus terutama buat aku yang sama sekali belum tahu kebun anggur itu modelnya seperti apa :).

       
  3. Moelyadi

    June 20, 2013 at 9:54 am

    Mba, kalo pake minivan bells service rute pattaya-bangkok bisa dijemput dimana aja ya? saya rencana nginap dekat walking street. Lokasi pemberhentian di bangkok dimana ya? karena saya mau ke Khaosan Road

     
    • aremaronny

      June 20, 2013 at 12:23 pm

      Coba di klik di websitenya mas Mulyadi, di kolom tujuan dan penjemputan coba dicek disitu apakah nama hotel mas tercantum atau tidak.

       
  4. eretnodewati

    July 19, 2013 at 2:17 pm

    mbak vicky, aku rencana mau ke nong nooch digabung sekalian ke silverlake dll seperti iten mbak vicky ini, ada referensi kalo untuk sewa tuk tuk kenanya berapa ya? soalnya kan lokasi cukup dekat satu sama lain, sementara ya itu kalo ikut tur gak ada yang cocok di hati dan berhubung saya bawa baby gak enak sama orang-orang di van kalo baby saya berisik, kalo naik tuk-tuk kan baby anteng, ha3

     
    • aremaronny

      July 20, 2013 at 7:20 am

      Kalau di Pattaya nggak ada tuk-tuk, adanya Baht Bus. Tapi waktu itu sewanya lebih mahal daripada taksi. Saran saya sewa taksi atau ikut tur aja retno, saya yakin Gendis pasti anteng, soalnya perjalanannya nggak lama kok.

       
      • eretnodewati

        July 20, 2013 at 8:59 am

        eh iya mbak, maksudnya baht bus itu, yang namanya taxi di pattaya tuh beneran kayak taxi di kita (model sedan full ac) atau cuma kayak songthaew tapi dikasih nama taxi ?? (jadi inget dulu di phuket yang namanya taxi ya songthaew dikasih plang taxi, ac-nya ac alam, ha3), ratenya kira-kira berapa ya mbak kalo sewa seharian? buat ancer-ancer aja, soalnya cari-cari di internet ga ada info sama sekali, susah

         
      • aremaronny

        July 21, 2013 at 5:10 pm

        Taxinya model seperti taxi kita (sedan full ac). Waktu itu saya kena 700 Bath per 4 jam (sepertinya kemahalan deh). Coba kamu cek disini http://www.pattaya-funtown.com/get_around_pattaya.html

         
      • etha

        September 16, 2013 at 3:08 pm

        Mbak vicky, makasih buat sarannya mbak. sy mau nanya nih mbak, kalo ikut tur disana gmn mbak? mbak ada link nya kah? sy mau liat dl, kalo cocok sy mau ikut tur aja deh, bisa pesen online kan mbak? makasih mbak sebelumnya 🙂

         
      • aremaronny

        September 17, 2013 at 7:08 am

         
  5. etha

    August 30, 2013 at 4:41 pm

    mbak vicky, makasih buat ulasan pesiarannya di pattaya, sy mau minta info nih mbak ^.^v kalo menyewa motor berapa ya kira” disana? dan menurut mbak yg paling pas u/ 2 orang itu sewa taksi atau ikut travel atau sewa motor 😀 hehe. krn seperti yg mbak bilang kalo silverlake dan budha image kan lumayan jauh dan tdk ada transportasi umum kesana. pingin nya sih sewa motor tp apa ga kejauhan tuh naik motor, di negara orang pula. hihihihii…

    please infonya ya mbak. makasih banyak 🙂

     
  6. ririz

    September 10, 2013 at 11:57 pm

    besok saya berempat teman akan berangkat ke bangkok naik air asia.dari bangkok langsung ke pattaya. nginap di Shagwell Mansion di daerah Chonbury Pattaya Central. bagusnya dari don mueang ke pattaya naik apa ya mba sampe ke hotelnya?makasi banyak mba buat bantuannya

     
    • aremaronny

      September 11, 2013 at 6:26 am

      Dari Don Mueang naik shuttle bus Air Asia ke Suvarnabhumi Airport. Dari Suvanabhumi Airport mbak bisa naik Bell Service (Link ada di Blog) yang akan mengantar sampai ke hotel.

       
  7. Half Blood Traveler

    September 13, 2013 at 6:49 pm

    Detail banget catatan perjalanannya :/ keren

     
    • aremaronny

      September 13, 2013 at 9:34 pm

      Terima kasih mbak Winda

       
  8. Maria Theresia

    October 19, 2013 at 10:45 pm

    malam mba vicky, mau tanya itu 700 baht. sudah termasuk semuanya atau ada bayar apa lagi untuk sewa taxinya ? Saya mau ikutin itinerary mba vicky nih. Kemarin itu 4 jam sudah PP balik lagi ke Tune ya ? Soalnya kami akan menginap di tune juga. Lalu bilangnya apa ya mba pada saat sewa taxi ? Terima kasih banyak mba vicky.

     
    • aremaronny

      October 20, 2013 at 12:03 pm

      700 baht itu sudah sewa taksinya mbak, jadi nggak usah nambah biaya lagi. Pada saat tawar menawar taxi katakan dengan jelas tujuan-tujuan yang mbak inginkan kemudian pastikan tukang taksinya tahu alamat-alamat tersebut kemudian baru tawar-tawaran harga.

       
  9. Richad Setiady

    October 21, 2013 at 9:50 am

    Wah, catatan perjalanan mbak vicky membantu saya banget nih dalam merencanakan itinerary, khususnya selama 2 malam di pattaya. Saya berpergian bersama kedua orang tua saya bln january mendatang. Saya tidak berencana menggunakan jasa tour selama d pattaya, dan berniat menyewa motor saja. Apa ini ide yang baik atau lebih baik menyewa taksi saja, mbak?

     
    • aremaronny

      October 22, 2013 at 1:47 pm

      Kalau sama orang tua mending sewa taksi saja mas, soalnya kalau naik sepeda motor saya rasa lalu lintas di Pattaya agak ruwet dan ramai.

       
  10. novi

    November 19, 2013 at 12:52 pm

    Dear Mbak Vicky, terima kasih atas cerita perjalanan yang sangat lengkap. Rencananya akhir bulan nanti saya dan 2 orang teman akan per gi ke Bangkok dan Pattaya. Untuk Pattaya sendiri kami akan berangkat pagi dan pulang langsung pada malam harinya. Bisa diberikan saran dimana kira-kira tempat drop off dan penjemputan yang paling strategis apabila kami akan menggunakan jasa bellservice?.

     
    • aremaronny

      November 20, 2013 at 10:22 am

      Pakai alamat Tune Hotel Pattaya saja mbak biar gampang. Tapi konsekuensinya mbak harus siap nunggu di depan hotel saat penjemputan. Selain Tune Hotel, mbak bisa pilih nama hotel besar di sepanjang Beach Road seperti The Beach Hotel atau Hard Rock Cafe Pattaya.

       
      • novi

        November 21, 2013 at 4:32 pm

        @Mbak Vicky: terima kasih mbak atas sarannya.. 🙂

        @Mbak Theresia: bus ke Pattaya dari Ekkamai apakah ada jadwal2nya Mbak?. pemesanan tiketnya online atau langsung saja pada saat datang?. rencana awal sih mungkin jalan2 aja di sekitar pantai Pattaya-nya karena kita cuma dari pagi ampe sore aja di sana, atau mungkin ada saran dari Mbak Theresia?.

         
      • aremaronny

        November 22, 2013 at 9:38 am

        Saya bantu jawab ya mbak, dari terminal Ekamai bis berangkat setiap 30 sampai 40 menit. Bis pertama mulai jam 5 pagi dan bis terakhir jam 23.00. Nanti mbak diturunkan di Pattaya Bus Terminal di Bangna Road.

         
      • Novi

        November 22, 2013 at 12:17 pm

        Terima kasih Mbak Vicky atas informasinya. Sangat membantu untuk rencana perjalanan kami besok. 🙂

         
  11. theresia

    November 20, 2013 at 10:23 am

    hi Mbak Vicky, baru sempet info nih, kemarin akhirnya kami jadi sewa taxi model mobil avanza gitu dan itinerary nya ngikutin Mba Vicky punya. Taxi -nya mangkal pas di depan Tune Hotel, yang warna hijau-kuning gitu. Kemarin kami pergi Oktober tgl. 22, gak bisa nawar lagi mentok di 900 baht per 4 jam ( termasuk ditungguin makan siang 😀 ). Terus berhubung supirnya seorang ibu muda, kami minta sekalian diantar ke terminal bus dan dia berkenan, setelah tur selesai jadi kami nambah jadi 950 baht. Itu kami ber-4 jadi rasanya tidak kemahalan sih :). Thanks ya Mbak, tempatnya bagus, cuma yg di silverlake yg pas ke bagian agak bagus yg ada tulisan LOVE sama danau2 itu pas masukknya bayar 😀 jd kita gak masuk deh ( hematmodeon ), dan kemarin itu sepi banget krn gak musim liburan turis asing, jd banyaknya turis lokal.

    @Mbak Novi, Oh iya kalau menurut saya perjalanan ke pattaya naik bus dari Ekkamai cukup nyaman kok, dan lebih hemat dibanding pakai bellservice. Mbak Novi pas sampai Pattaya bagaimana acaranya, mungkin saya dapat membantu ?

     
    • aremaronny

      November 20, 2013 at 10:52 am

      Terima kasih banyak mbak Theresia atas tambahan informasinya, sangat berguna untuk traveler yang lain sebagai bahan perbandingan.

       
  12. krisna

    February 14, 2014 at 2:03 pm

    mba vicky mau tanya apakah di Bangkok ada seperti Singapore Tourist Pass (STP)? Untuk tiket MRT apa yg dimaksud dengan Single Journey Token dan Stored Value Card? Thanks

     
    • aremaronny

      February 16, 2014 at 6:48 pm

      Sepertinya nggak ada mas Krisna. Kalau Single Journey Token itu berarti pmbayaran untuk satu kali perjalanan tapi kalau Stored Value Card itu bentuknya seperti EZ Link, berarti kita bisa menyimpan sejumlah deposit disitu yang akan berkurang setiap kali kita menggesek kartunya.

       
  13. Ester lala

    February 27, 2014 at 1:25 pm

    Mba vicky, saya mau ke nong noch, silverlake dan floating market.

    Kalau deal sama taxi, memang mereka tdk kberatan utk nunggu pas kita di dlm tempat wisata?
    Misalnya ke silverlake stidaknya bisa 1-2 jam di sana, atau di nongnoch jg bisa 2-3 jam
    Atau saya sebaiknya tidak usah deal2an, jd cuma antar biasa sampai tempat dan pulangnya cari taxi lain. (Susah ga ya nemu taxi utk pulangnya?)

    Berapa menit kira2 perjalanan ke silverlake dari pattaya beach?
    Silverlake itu dekat nong moch garden ya?

    Makasih mba.

     
    • aremaronny

      February 28, 2014 at 9:40 am

      Waktu itu mereka tidak keberatan kok mbak nungguin kita di tempat wisata. Tapi kitanya memang jadi nggak enak. Kalau cuman antar aja terus nanti ncari taksi lain nanti jatuhnya akan lebih mahal karena silverlake dan Nong Noch itu jauh dari mana-mana.

       
  14. ula

    March 7, 2014 at 3:22 pm

    hallo mb..

    saya mau tanya rekomendasi tempat wisata di Pattaya tp utk 1 hari PP dari bangkok? kira2 kalo versi backpack habis berapa ya mb? Tx

     
    • aremaronny

      March 14, 2014 at 7:09 am

      He he susah mbak, karena semua benar-benar tergantung destinasinya. Kalau mbak naik ke Pattayanya naik bis dan di Pattaya cuma jalan-jalan ke pantai saja akan sangat murah habisnya.

       
  15. ditha

    March 23, 2014 at 9:55 pm

    hallo, klo aku lihat perjalanan hanya memakan waktu 4 jam aja yah… aku sampai bandara jam 11.40am dan naik bell service ke pattaya jam 12pm. Aku perlkirakan sampai jam 2.30pm setelah itu cek in di tune hotell trus nyari taxi untuk ke Silver lake, budha Hill, Pattaya Bay Point lanjut ke Minisiam. Apakah cukup yah waktu 4 jam juga, krn jam 9.30pm rencana nonton Alcazar.

    Perjalanan dari tune ke silver lake dkk itu berapa lama ya mas, apakah di pattaya juga macet? Thaanks mas 🙂

     
    • aremaronny

      March 24, 2014 at 6:35 am

      Halo juga mbak Ditha..kalau 4 jam rasanya tidak cukup kalau sampai Mini Siam juga (kecuali kalau lihatnya sambil tergesa-gesa). Di Pattaya kalau yang ke luar kota seperti Silverlake tidak macet mbak.

       
      • ditha

        March 24, 2014 at 9:47 am

        Oh gituuu okaay… kalau ke Pattaya Bay Point jauuh nggak dari Tune abis itu langsung ke Mini Siam?

         
      • aremaronny

        March 24, 2014 at 7:33 pm

        Dari Pattaya ke Tune Hotel jaraknya kurang lebih 5 km.

         
  16. cindy

    September 8, 2014 at 3:36 pm

    mbak vicky, aku senang baca blog mbak vicky, kmaren ke jepang sukses and rata2 smua pake mbak vicky punya iti 🙂 makasih. skrg lagi planning untung destinasi selanjutnya nih, cmn mbak vicky gmn caranya dapet info yang detil kaya gtu? klo korea aku ga pernah ktmu blog2 nih. kapan mbak vicky ke korea ato ada blog yang bisa saya baca mengenai korea?? makasih

     
    • aremaronny

      September 9, 2014 at 1:57 pm

      He he kalau blog saya rasa memang belum ada yang lengkap mbak Cindy. Kalau sedang membuat itinerary biasanya saya baca-baca blog, buku panduan terbitan luar dan buku panduan terbitan dalam negeri. Kalau ke Korea saya rasa buku panduan mbak Claudia Kaunang 3 Juta Keliling Korea dalam 9 Hari itu bagus juga kok

       
  17. Yudith

    January 24, 2015 at 10:05 pm

    Mbak Vicky, kalau mau sewa motor di pattaya di dekat apa ya? ada alamatkah? berapa kira-kira sewa motor? apakah mereka kasih paket berapa jam? terima kasih

     
    • aremaronny

      January 25, 2015 at 8:14 am

      Halo mas Yudith..sewa motor di Pattaya gampang kok karena hampir semua hotel atau guest house menyediakan rental, belum lagi di setiap pengkolan pasti ada penyewaaan seperda motor. Seluk beluk sewa motor di Pattaya dapat dilihat disini http://www.pattayaunlimited.com/how-to-hire-motorbike-in-pattaya/

       
  18. frederik

    May 6, 2015 at 12:21 pm

    OK mbak…………

    cuma hampir keliru ngelihat harga/biaya di atas……….

    kirain harga dalam mata uang Bath Thailand………..

    ternyata dlm Rp.

    krn trip pada hari-hari sblmnya…..adalah di kota-kota thailand….
    jd dikira dlm mata uang Bath Thailand………..

    Trims…..!!!

     
  19. frederik

    May 6, 2015 at 1:05 pm

    tapi mbak……………

    tetep aja…
    ada pepatah……hujan batu di negeri sendiri masih lebih baik daripada
    hujan emas di negeri orang……………????

    Negeri kita emang “kurang” dalam hal penanganan wisata kecuali Bali…..

    tapi negeri kita “baik” dalam hal penangan kehidupan sosial, budaya,
    serta keanekaragaman budaya dan agama…………….!!!!

    Toleransi keagamaan serta kritik sosial & politik di negeri kita….
    masih lebih baik daripada Thailand………………..!!!!

     
  20. frederik

    May 6, 2015 at 2:47 pm

    tgl 13 s.d. 16 Mei 2015 ini………

    saya & beberapa rekan kantor dapat jatah liburan ke Bangkok & Pattaya……

    beberapa dari kami adalah Muslim……….

    tolong donk masukkan atau rekomendasi atau
    referensi & ulasan mengenai islamic religius tour in Bangkok & Pattaya…..???

    terutama ttg bangunan atau ruang Mushalla di mall/hotel & Masjid terdekat…………???

     
  21. frederik

    May 12, 2015 at 11:38 am

    Besok hari Rabu pagi….InsyaAllah saya & beberapa teman kantor
    dapat jatah ke Bangkok & Pattaya selama 4 hari……………

    Kebetulan beberapa dari kami adalah Muslim….
    mohon mbak Vicky…..
    buat 1 rekomendasi atau pembahasan atau “judul” khusus
    mengenai Musholla atau Masjid
    yang bisa dikunjungi di daerah wisata/restaurant/hotel/mall
    karena nanti tentunya kami akan shalat Dzuhur, Ashar & Maghrib pd saat jalan-jalan…….???

    TERIMA KASIH………….

     
  22. Fira

    August 5, 2015 at 12:21 am

    mba mau tanya, antara pattaya beach dan jomtien beach yang dekat dari walking street yang mana ya?

     
    • Vicky Kurniawan

      August 5, 2015 at 1:43 pm

      Pattaya Beach mbak Fira

       
      • Fira

        August 5, 2015 at 11:52 pm

        oh gitu ya mbak. begini mba, aku punya 2 pertanyaan,
        yang pertama: aku rencana mau nginap di daerah central pattaya tepatnya di Chaiyapoon Inn, nah tibanya itu jam 10 malem dr bangkok. abis check in aku mau jalan2 gitu ke walking street sampai bali hai pier dan balik ke hotel lagi jam 1 malem. masih ada songtaew atau bisa jalan kaki gak mbak?

        pertanyaan ke 2: keesokan harinya, kira-kira aku dapat gak mbak bus jam 7malam dr pattaya ke bangkok kalau rencana jalan2nya jam 8 pagi-6 sore (nong nooch-silverlake-mountain-jomtien beach) dan balik ke hotel ambil koper dan ke terminal bus pattaya? terimakasih sebelumnya mbak. semoga berkenan menjawabnya 🙂

         
      • Vicky Kurniawan

        August 8, 2015 at 8:47 pm

        Kalau pulangnya jam 1 malam kayaknya sudah tidak ada songtaew. Kalau jalan kaki insyaallah masih rame mbak. Soalnya waktu itu saya jalan jam 11 malam masih ramai sekali. Jadwal bus dari pattaya ke Bangkok bisa dicek disini http://www.pattayabus.com/en/routes-schedules/pattaya-to-bangkok/

         
  23. Agus Cusanto

    November 12, 2015 at 3:36 pm

    Kak vicky, blog kakak luar biasa membantu backpacker2 pemula kyk sya gni nih.. Hehehe mantap banget yaa, kak vicky sya mw nanya donk, itu kalo hostel dormitory itu kalo kita pasangan, nyewa 1 bed aja bisa ndak ya? Atau 1 bed maksimal untuk 1 orang saja? Makasi ya kak..

     
    • Vicky Kurniawan

      November 13, 2015 at 9:37 am

      Hao mas Agus..terima kasih sudah mampir kesini ya. Kalau dormitory, tempat tidurnya single mas, jadi kalau berdua harus pesan dua tempat tidur.

       
  24. Agus

    November 13, 2015 at 10:17 am

    Ohhh, gitu, thankyou banget y kak vicky.. Nice info .. Terus berkarya yaa kak, hehehe

     
  25. arza

    December 4, 2015 at 4:11 pm

    kaak mau nanya kalo di pattaya sewa taxi ada yg untuk 5 orangkah?

     
    • Vicky Kurniawan

      December 5, 2015 at 11:56 am

      Kalau sudah lebih dari 4 orang itu biasanya mereka sudah tidak mau pakai mobil sedan biasa tapi sudah mengarah yang tipe minivan. Di Pattaya ada juga. Soal harga bisa berpatokan pada ini http://www.thaitaxis.com/index-3.html

       
      • dilia

        June 12, 2016 at 2:55 am

        mbak vicky
        aku mau tanya , nanti aku mau kepattaya berlima dan menginap di tune hotel dan rencana mengunjungi silverlake , big giant budha sanctuary,budha laser, aku baca dicomment mbak vicky kalau untuk 5 orang tidak bisa naik taksi, bisanya dengan minivan , biasanya untuk sewa minivan itu dimana ? apakah mereka ngetem juga di deket Tune Hotel, atau kita sewanya via website, karena website taxi yang mbak infokan sebagai ancar ancar harga saja agar tidak lebih dari harga yang akan kita sewa, mohon infonya ya mbak…

        terima kasih mbak vicky..

         
      • Vicky Kurniawan

        June 12, 2016 at 4:44 pm

        Mending nanti sesampai disana tanya tanya saja mbak dilia sama resepsionis hotel yang mbak inapi. Biasanya mereka pasti punya info hal-hal tersebut. Kemudian cari informasi juga di travel agen sekitar hotel,bandingkan harganya mana yang lebih murah.

         
  26. natalia

    April 15, 2016 at 12:06 pm

    Hai Kak Vicky, mau tanya2 dong.. Saya berencana menginap di Ibis Pattaya.. Paginya saya ingin ke Pattaya View Point, Big Buddha Hill, Buddha Image, dan Silverlake Vineyard.. Setelah itu, saya ingin di drop di U-Tapao Airport sekitar pukul 13.30.. Kira2 jam berapa saya harus berangkat dari Ibis Pattaya ya? Saya tidak akan lama2 di masing2 tempat wisata, paling hanya foto2 saja. Dan kalau mau sewa taxi, kira2 brp ya kak? supaya bisa dijadikan patokan pas tawar menawar.. hehehe.. Kalau mau naik taxi online (grab / uber) bisa ga ya? Thanks..

     
    • Vicky Kurniawan

      April 18, 2016 at 10:52 am

      Itu cuman sebentaran kok mbak Natalia. Waktu itu saya berangkat jam 08.30 pagi dari hotel, keliling-keliling sampai di hotel lagi sekitar jam 12.00. Sewa taksi waktu itu sekitar 700 baht. Kalau Uber sepengetahuan saya cuman di Bangkok aja. Coba cek lagi

       
  27. arkian26

    June 12, 2016 at 3:15 am

    mbak vicky
    aku mau tanya , nanti aku mau kepattaya berlima dan menginap di tune hotel dan rencana mengunjungi silverlake , big giant budha sanctuary,budha laser, aku baca dicomment mbak vicky kalau untuk 5 orang tidak bisa naik taksi, bisanya dengan minivan , biasanya untuk sewa minivan itu dimana ? apakah mereka ngetem juga di deket Tune Hotel, atau kita sewanya via website, karena website taxi yang mbak infokan sebagai ancar ancar harga saja agar tidak lebih dari harga yang akan kita sewa, mohon infonya ya mbak…

    terima kasih mbak vicky..

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: