RSS

Hari Ke-3 : Sydney (Circular Quay dan Manly)

07 Jun

Oleh : Vicky Kurniawan

Tok…tok..tok..ada suara ketukan yang cukup keras di pintu. Setengah mengantuk saya menggerutu, waduh siapa sih ini, pagi-pagi udah bertamu, pasti tamu dari salah satu teman sekamar saya. Suasana di kamar masih remang-remang dan ketukan di pintu masih terus berlanjut. Merasa terganggu, saya membuka satu mata untuk melihat jam. Waaakkkk….!!! sudah jam 7 pagi, waduh teringat janji saya untuk bertemu kekasih hati di ruang makan jam 6 . Buru-buru loncat dari tempat tidur. Jlek..adohh..baru keinget kalau tidur di bunk bed paling atas (maklum sudah 30 tahun tidak tidur di tempat tidur tingkat). Setengah terpincang-pincang saya membuka pintu. Jangan-jangan itu suami saya yang datang menjemput. Betul juga, sudah rapi dan ganteng berdiri di depan pintu. Sambil menggumamkan permintaan maaf dan mengatakan tunggu 30 menit di ruang makan, buru-buru saya ngabur ke kamar mandi. Tiga puluh menit kemudian saya sudah duduk manis di ruang makan, pelan-pelan makan sarapan pagi yang sudah disiapkan suami (enaknya punya suami jago masak:)).

Kawasan Circular Quay Dari Udara (Photo By : Noura Photography)

Selesai makan pagi dan beres-beres peralatan masak, akhirnya jam 8 tepat kami mulai jalan. Hari ini kami berencana mengunjungi Sydney Harbour Bridge dan menjelajahi The Rock. Disambung dengan  kunjungan ke Circular Quay dilanjutkan dengan naik ferry ke Manly sebelum balik lagi ke Circular Quay untuk melihat Sydney Opera House dan Royal Botanic Garden. Rute jalan kami terpeta di bawah ini.

Peta Circular Quay (Sumber Peta : Lonely Planet dengan Modifikasi sendiri)

Dari hotel kami jalan kaki ke Central Station yang berjarak hanya 5 menit. Di stasiun ini masih mampir dulu ke kantor informasi Sydney Coach Terminal untuk mencari tiket bis menuju Canberra dan Melbourne. Belum menemukan jadwal bis yang cocok, akhirnya kami menunda pembelian tiketnya.

Sydney Coach Terminal

Terminal ini merupakan tempat mangkal semua bus baik yang memiliki rute lintas negara bagian ataupun yang regional. Terletak di Central Station yang menghadap ke Eddy Avenue, hampir semua perusahaan bis besar memiliki perwakilan disini. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain : Firefly (yang melayani jalur Wagga-wagga, Albury, Melbourne dan Adelaide), Greyhound (melayani jurusan : Canberra, Melbourne, Byron Bay dan Tamworth), Murray ( melayani jalur Canberra dan South Coast). Kalau tidak mau repot mendatangi kantor-kantor perwakilan tersebut pesan saja tiket bis di Tour Desk Sydney Coach Terminal. Nanti petugasnya akan mencarikan tiket dengan harga dan jam yang sesuai dengan keinginan kita. Sayang jam buka kantornya terbatas hanya sampai jam 6 sore (Senin-Jumat : 6 pagi s/d 6 sore ; Sabtu-Minggu : 8 pagi s/d 6 sore).

Sydney Coach Terminal

Di kantor Sydney Coach Terminal ini terdapat fasilitas internet gratis (benar-benar gratis), berbagai macam brosur wisata dan yang unik terdapat fasilitas charger berbayar. Jadi kita bisa mengcharge berbagai macam gadget disini. Tinggal dimasukkan ke loker, dikunci dan di cemplungin koin. Dari tempat ini kami naik lift menuju hall utama Central Station.

Central Station

Stasiun terbesar di Sydney dan di Australia ini sudah beroperasi lebih dari 100 tahun. Bisa kebayang sudah berapa banyak peristiwa bersejarah terjadi di stasiun ini, mulai dari pemberangkatan tentara untuk perang Dunia ke 2 sampai adanya perhelatan akbar Sydney 2000 Olympic Games. Bangunannya sendiri memang sangat mengesankan, luas dan kuno dengan menara jam setinggi 85 meter sebagai landmarknya. Sebelum banyak gedung bertingkat seperti sekarang pasti menara jam itu akan terlihat dari segala penjuru.

Diluar Sydney Central Station

Central Station ini memegang peranan penting dalam jalur transportasi di Sydney. Semua moda transportasi dari Light Rail, bis dalam kota, kereta api, coach services (bis luar kota) semua terpusat disini. Jadi memang enak kalau menginap dekat-dekat sini karena tinggal pilih mau naik apa saja. Tapi dengan segala kekomplekan itu memang jadi sedikit ruwet kalau mau naik kereta dari Central. Kita mesti tahu harus nunggu di platform mana (maklum platformnya sampai 27 buah) dan naik kereta apa (karena jenisnya macam-macam). Pengalaman saya naik kereta di 4 negarapun belum cukup untuk mengatasi kebingungan saya naik kereta dari sini. Setiap mau naik kereta bolak-balik dulu ke papan informasi untuk mengetahui platform yang tepat, itupun terkadang masih salah juga. Jadi kadang-kadang kalau tidak pede tanya-tanya juga ke sesama penumpang atau petugas kereta.

Dalam Central Station

Karena berencana menyeberangi Sydney Harbour Bridge, kami membeli tiket City Rail jurusan North Shore and Western train (Northern Line juga bisa) dan menunggu di platform 16 untuk perjalanan singkat selama 18 menit menuju stasiun Milson Point.

Sydney Harbour Bridge

Keluar dari Stasiun Milson Point ambil exit ke Enis Road atau Broughton Street dan jalan menuju arah Luna Park. Sebelum Luna Park terdapat tangga naik menuju Sydney Harbour Bridge. Jalur khusus pejalan kaki terdapat di sebelah timur jembatan sedangkan sisi sebelah baratnya digunakan sebagai jalur bagi pesepeda dan kereta api. Peta jalan dari stasiun Milson Point menuju Sydney Harbour Bridge dapat dilihat di bawah ini.

Rute Jalan Kaki Dari Milson Point Station Ke Sydney Harbour Bridge

Sydney Harbour Bridge memiliki nama julukan “The Coathanger” karena bentuk lengkungnya yang mirip gantungan baju. Dibutuhkan waktu 6 tahun dan 52.800 ton baja (79% bajanya diimpor dari Inggris) untuk menyelesaikan jembatan lengkung terbesar di dunia ini. Memiliki 8 jalur untuk mobil, 2 jalur kereta api dan 2 jalur khusus untuk pejalan kaki serta Cycleway, bisa dibilang jembatan ini merupakan jembatan tersibuk di Sydney. Walaupun sudah berusia 81 tahun jembatan ini masih terlihat kokoh dan dengan berjalan melewatinya kita bisa mengagumi keindahan dan kehebatan konstruksinya. Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk berjalan menyeberangi jembatan sejauh 1,2 km ini dan bagi adrenaline jungkies ada juga tour Bridge Climb berdurasi 3 sampai 4 jam. Dalam tour ini kita bisa berjalan kaki melewati lengkung jembatan. Sayang harga tiketnya sangat mahal, paling rendah sekitar Rp. 1.9 juta untuk jalan kaki mendaki 1400 anak tangga melewati hangernya. Info mengenai Bridge Climb dapat dilihat disini.

Sydney Harbour Bridge (Atas), Bridge Climb (Kiri Bawah) dan Jalur Pejalan Kaki Di Jembatan (Kanan Bawah). Photo By :The Patah Tumbuh, SVEN dan Koleksi Pribadi

Selain jalan kaki dan Bridge Climb, cara lain untuk menikmati jembatan ini adalah naik ke Pylon Lookout yang berada di South-East Pylon, salah satu dari empat menara yang berada di tiap ujung jembatan. Terdapat 200 anak tangga menuju puncak dan sebelum sampai ke puncak ada 3 tingkat yang digunakan sebagai ruang pameran mengenai sejarah pembangunan jembatan. Dari atasnya kita dapat melihat pemandangan seputaran Sydney Harbour dan Circular Quay. Tiket masuk menara ini sebesar AUD$ 11 dan website resminya dapat dilihat disini.  Kalau saya sih terus terang hanya lewat saja. Soalnya ogah disuruh bayar 100 ribu dan disuruh naik 200 anak tangga bagaimanapun indahnya pemandangan diatas :).

Pyloon Look-out dan Pemandangan Dari Atasnya. Photo By : nothinglikeaustralia.com dan Koleksi Pribadi

Jalur jalan kaki di Sydney Harbour Bridge ini berakhir di area The Rock. Ada dua tangga di akhir jalur, satu menuju ke atas ke arah Cahill Walk dan satu menuju ke bawah ke Cumberland Street. Bagi yang ingin langsung menuju Royal Botanic Garden tanpa mampir ke The Rock bisa jalan mengikuti Cahill Walk tapi yang ingin mengeksplore The Rock turun saja di tangga menuju Cumberland Street.

The Rocks

Tempat ini merupakan kawasan pemukiman bangsa Eropa di Sydney ketika mereka pertama kali mendarat pada tahun 1788. Perannya sebagai kawasan komersial dan industri terus meningkat sampai tahun 1800-an ketika terjadi resesi ekonomi dan pusat pelayaran akhirnya berpindah dari Circular Quay. Sejak itu keadaannya makin menurun menjadi daerah kumuh, dan semakin mengenaskan ketika wabah pes merebak di kawasan ini sekitar tahun 1900-an. Pembangunan Sydney Harbour Bridge di tahun 1920 menghilangkan hampir seluruh bangunan di jalan utama ketika akhirnya sekitar tahun 1970-an para pecinta sejarah mulai menyadari pentingnya melestarikan kawasan ini. Usaha tersebut tidak sia-sia karena sampai sekarang kurang lebih terdapat 100 gedung dan tempat bersejarah yang berhasil diselamatkan. Bagi penggemar sejarah, area ini menjadi kawasan wajib kunjung karena di tempat inilah kita bisa menapak tilas sisa-sisa sejarah pemukiman pertama di Sydney. Website resmi The Rocks dapat diakses disini.

Kawasan The Rocks

Turun dari Sydney Harbour Bridge di Cumberland Street, rute jalan kaki menjelajahi kawasan The Rocks saya mulai dari :

1. Sydney Harbour YHA, Hostel paling recommended di Sydney versi Lonely Planet ini dibangun di atas situs arkeologi “The Big Dig” diantara Cumberland dan Gloucester Street. Disebut “The Big Dig” karena di tempat ini ditemukan hampir 750.000 artefak pada saat penggalian besar-besaran sekitar tahun 1994. Demi menjaga reruntuhan arkeologi dibawahnya, pondasi hostel ini diangkat sekitar 3 meter dengan menggunakan rangka baja. Dengan demikian struktur reruntuhan dibawah hostel yang berasal dari tahun 1795 tidak terganggu. Melewati Cribe Lane, kami melanjutkan perjalanan menuju Susannah Place Museum.

The Big Dig Di Sydney Harbour YHA

2. Susannah Place Museum, Museum ini terdiri dari rangkaian empat rumah yang dibangun tahun 1884 oleh Edward dan Mary Riley, sepasang imigran dari Irlandia dan menamainya Susannah sesuai dengan nama keponakan mereka. Pasangan ini kemudian menyewakan ketiga rumah lain kepada para imigran yang banyak berdatangan ke kawasan ini. Sebagai rumah sewa, tempat ini telah dihuni oleh kurang lebih 100 keluarga yang berbeda sampai dengan tahun 1990. Sehingga tidak heran kalau di dalamnya banyak terdapat koleksi perabot dan peralatan-peralatan rumah tangga yang ditinggalkan oleh para penghuninya. Koleksi di dalam rumah ini seolah-olah bercerita bagaimana kehidupan sebuah keluarga dari abad ke abad. Sayangnya saat saya kesana museum ini belum buka jadi kita hanya bisa intip-intip lewat jendelanya saja. Tiket masuknya AUD$ 8 dan buka dari jam 2-6 sore (jam buka yang antik) 🙂 kecuali Sabtu dan Minggu yang buka dari jam 10 pagi.  Website resminya ada disini. Dari rumah ini kami lewat samping dari Cumberland Place belok kiri menyusuri jalan Harrington Street dan menyeberang di Argyle Street menuju Kendal Lane tempat The Rock Discovery Museum berada.

Susannah Place Museum

3. The Rock Discovery Museum,  saya sampai di museum ini tepat jam 10 pagi saat pintunya mulai terbuka. Tiket masuknya gratis. Memiliki 4 bagian ruang pameran, museum ini banyak bercerita tentang sejarah kawasan The Rocks. Dimulai dari jaman sebelum terbentuknya koloni sampai masa transformasi sekarang ini. Di Exhibit 1 masa Warrane memang tidak begitu menarik, tapi pada saat naik di lantai 2 Exhibit Colony dan The Port banyak sekali koleksi menarik yang berasal dari penggalian di “The Big Dig” berada disini. Sayang bagian akhir di Exhibit 4 yang meliputi masa transformasi juga tidak begitu menarik. Dari Museum ini, saya menyusuri Kendall Lane berbelok di Mill Lane ke George Street menuju Cadmans Cottage

Pintu Masuk Museum dan Salah Satu Koleksinya Meja Makan Abad ke 19

4. Cadmans Cottage,  merupakan salah satu dari tiga bangunan tertua di Sydney. Dibangun oleh John Cadman pada tahun 1815, rumah ini bahkan lebih tua dari Sydney Harbour Bridge yang dibangun tahun 1931. John Cadman sendiri sebenarnya dibuang ke Australia karena mencuri kuda, tapi setelah mendapat pengampunan dari Gubernur Macquarie dia bekerja sebagai awak kapal Gubernur. Rumah ini menjadi istimewa karena menjadi satu-satunya rumah tertua di area The Rocks dan menjadi salah satu contoh langka bertahannya rumah bergaya Georgian. Tiket masuknya gratis dan buka dari jam 09.30 sampai 16.30. Dari Cadmans Cottage kami melanjutkan perjalanan ke Overseas Passenger Terminal.

CadmansCottage

5. Overseas Passenger Terminal, di tempat inilah beberapa kapal Cruise mewah termasuk kapal milik Queen Elisabeth II datang bersandar selama kunjungannya ke Sydney. Dengan menggunakan escalator naik saja sampai top deck (gratis) dan ambil foto-foto berlatar belakang Sydney Harbour dan Bennelong Point dimana Sydney Opera House berada. Dari tempat ini kami menutup kunjungan ke The Rocks dengan mengunjungi Museum Of Contemporary Art, satu lagi museum dengan tiket masuk gratis di tempat ini.

Overseas Passenger Terminal dan Foto Dari Atas Decknya

6. Museum Of Contemporary Art, bagi pecinta seni kontemporer museum ini masuk dalam daftar wajib kunjung. Tapi bagi orang yang tidak mengerti seni seperti saya mungkin ada banyak kebingungan dan ketidak mengertian tentang karya-karya seni yang ditampilkan disana.

Kira-Kira Apa Ya Artinya ? (Dua Contoh Koleksi Museum Of Contemporary Art Sydney)

Jalan kaki menelusuri kawasan ini memakan waktu 2 jam dan untuk lebih jelasnya saya sertakan peta walking tour The Rocks dibawah ini.

Rute Walking Tour The Rocks

Keluar dari Museum of Contemporary Art sekitar pukul 11.15, kami habiskan 30 menit berikutnya untuk jalan-jalan di seputaran Circular Quay dan makan siang di Hungry Jack. Sehabis makan, kami menuju Wharf 3 untuk membeli tiket ferry menuju Manly. Perjalanan naik ferry menuju Manly memakan waktu 30 menit, perjalanan yang singkat tapi menyenangkan. Dari luar kapal ferrynya terlihat kuno tapi dalamnya cukup enak. Tempat favorit adalah deck depan di lantai atas. Anginnya cukup kencang jadi sedia jaket kalau mau duduk-duduk di deck. Di sepanjang pelayaran kita akan disuguhi pemandangan Sydney Harbour yang indah, melewati Sydney Harbour Park dan Watson Bay terus mengarah ke North Harbour sampai akhirnya menepi di Manly Wharf yang terletak di Manly Cove. Rute naik ferry menuju Manly terpeta di bawah ini.

Jalur Ferry ke Manly (Peta : Lonely Planet)

Ocean World Manly

Turun dari fery di Manly Wharf, kami berjalan kaki melewati sedikit bagian dari Manly Scenic Walkway menuju Ocean World Manly, atraksi terakhir dari 4 Combo Pass yang kami beli kemarin. Ocean Worldnya sendiri sangat standar dan kurang begitu menarik, bahkan tiket masuknya pun sama sekali tidak diperiksa :(.Selain kolam sentuh dan beberapa akuarium berisi ikan dan tumbuhan laut, Ocean World ini juga menawarkan program Shark Dive Xtreme atau menyelam bersama hiu dan stingray selama 30 menit. Kalau masih awam dengan selam menyelam, mereka akan mengajarkan dasar-dasarnya. Biayanya berkisar antara AUD$ 179 sampai AUD$ 395 lengkap dengan sertifikat. Website resmi Ocean World Manly dapat dilihat disini.

Ocean World Manly

Manly Beach

Dari Ocean World Manly, kami jalan kaki menelusuri The Corso, sebuah jalan yang menghubungkan Manly Wharf dan Manly Beach. Jalan yang dikhususkan bagi pejalan kaki ini sebagian areanya diisi dengan mall outdoor berisi restoran, cafe dan toko-toko souvenir. Di ujung The Corso ini terbentang Manly Beach dengan hamparan pasirnya yang putih dan lembut.

The Corso

Manly Beach sebenarnya memiliki garis pantai sepanjang 3 kilometer yang terbagi menjadi 3 bagian. Di ujung utara disebut Queenscliff, yang tengah disebut North Steyne, dan yang terakhir disebut South Steyne. The Corso menjadi batas pembagi antara North dan South Steyne. Menurut saya, pantai ini masuk dalam kategori ideal karena mudah dijangkau, bersih, fasilitas lengkap dan yang paling utama gratis :). Fasilitasnya cukup lengkap karena tersedia kamar mandi, pancuran untuk bilas, water tap serta tempat duduk-duduk yang bersih, nyaman dan terlindung. Selain itu ombak yang tidak terlalu besar cocok juga buat keluarga. Senang sekali rasanya duduk-duduk melihat langit biru, mendengarkan debur ombak sambil melihat anak-anak kecil berenang dan belajar surfing. Hiks..jadi teringat para krucil di rumah. Pengennya membelikan surf board tapi nyadar kalau nggak punya bagasi dan pasti repot bawanya :(. Rute jalan kaki di Manly bisa dicek dari peta di bawah ini.

Peta Jalan Kaki Di Manly (Peta : Lonely Planet dengan modifikasi sendiri)

Manly Beach

Setelah menghabiskan waktu 2 jam di Manly Beach, kami memutuskan kembali ke Manly Wharf. Sambil menunggu ferry, mampir dulu di kedai es krim italia “Gelatissimo”. Sebenarnya Gelato bukanlah Es Krim walaupun bagi orang awam seperti saya kelihatannya sama saja (ih ngeyel). Bedanya terletak pada banyak hal, mulai dari kandungan airnya (di Gelato hanya 20 %, lebih sedikit daripada es krim), kandungan lemak (hanya mengandung 7-8% lemak), teksturnya yang lebih lembut sampai pada cara penyajiannya. Tiap rasa Gelato diambil dengan menggunakan sendok spatula khusus dan tidak boleh dicampur dengan yang lain demi menjaga keutuhan tiap rasa. Menurut saya harganya cukup mahal, untuk 3 scoop kita harus membayar AUD$ 9.10. Habis makan Gelato mampir dulu sebentar di kedai Subway untuk beli sandwich sebagai bekal di jalan.

Gelatissimo dan Subway

Perjalanan kembali ke Circular Quay menyuguhkan pemandangan yang lebih indah dari saat berangkatnya. Apalagi saat ferry masuk kembali ke Sydney Harbour, dengan Sydney Harbour Bridge di sebelah kanan, Sydney Opera House di tengah dan gedung-gendung Sydney CBD di sebelah kirinya. Pemandangannya memang spektakuler. Tidak heran kalau semua orang pada jepret-jepret bersemangat mengabadikan pemandangan.

Sydney Opera House

Turun dari Ferry Manly di Wharf 3 kami berjalan kaki menuju salah satu landmark paling terkenal seantero dunia yaitu Sydney Opera House. Sebenarnya kalau punya uang lebih sih pengennya ikut salah satu tour ke dalam Opera House. Tapi tur termurahpun masih tetap mahal. The Essential Tour yang berdurasi 1 jam berharga AUD$ 35 sedangkan Backstage Tour-nya dibandrol AUD$ 155 karena berdurasi lebih lama (2 jam) dengan akses ke semua area.

Sydney Opera House dan Circular Quay (Photo By : Joelspring)

Sebagai salah satu gedung yang masuk dalam daftar Unesco World Heritage Site, Sydney Opera House memang patut dipuji karena keindahannya. Bukan itu saja latar belakang sejarah pembangunannya yang penuh dengan liku-liku juga menjadi daya tarik tersendiri. Kisah pembangunannya dimulai ketika Jorn Utzon seorang arsitek asal Denmark berhasil menang dalam Kompetisi International pembuatan Opera House bagi Sydney. Sebenarnya hasil rancangannya termasuk yang ditolak ketika seorang arsitek Amerika yang juga juri dari lomba tersebut berkeras memilih karyanya sebagai pemenang. Utzon sendiri optimis akan berhasil membangun Opera House tersebut dalam jangka waktu 3 tahun ketika akhirnya molor menjadi 16 tahun. Mulailah terjadi perselisihan dengan pemerintah NSW menyangkut kemoloran ini sampai akhirnya Utzon dipecat sebagai Kepala Arsiteknya. Akhirnya Utzon meninggalkan Australia tanpa sempat melihat bagaimana akhir dari karya master piecenya. Dia bahkan tidak diundang dalam upacara pembukaan Sydney Opera House yang dilakukan oleh Queen Elizabeth II pada 20 Oktober 1973. Tapi pada akhirnya kisah sedih tersebut mencapai happy ending ketika pada tahun 1999, pemerintah NSW memutuskan untuk berekonsiliasi dengan Utzon. Bahkan memberikan kesempatan kepadanya untuk mendesain kembali Reception Hall yang akhirnya dinamai Utzon Room sebagai penghargaan kepada hasil karyanya.

Bagian Dalam Sydney Opera House dan Utzon Room (Photo By : sydneyoperahouse.com)

Bila dilihat dari udara Sydney Opera House tampak seperti 3 buah kerang, dengan kerang terbesar berfungsi sebagai Concert Hall yang lebih diutamakan untuk pertunjukkan musik. Sydney Symphony dan Australian Chamber Orchestra adalah 2 dari 5 perusahaan musik yang secara rutin mengadakan performance disini. Kerang kedua yang berukuran sedang berfungsi sebagai Opera Theatre dengan fungsi utama untuk pertunjukkan ballet opera dan tari kontemporer. Ada 3 perusahaan yang sering mentas disini 2 diantaranya adalah Opera Australia dan The Australian Ballet. Kerang ketiga yang paling kecil merupakan tempat makan eksklusif (Fine Dining) yang dikelola oleh chef paling terkenal seantero Australia Guillaume Brahimi. Menyajikan makanan kontemporer Australia dipadu dengan masakan klasik Perancis yang bisa dibayangkan kemahalannya :). Website resmi Sydney Opera House dapat diklik disini.

Sydney Opera House Dilihat Dari Udara dan Restoran Guillaume At Bennelong (Photo By : Gilbert Jadraque)

Setelah puas mengelilingi gedung ini, tepat jam 5.00 sore kami berjalan kaki menuju pintu gerbang samping yang mengarah ke Royal Botanic Garden.

Royal Botanic Garden

Taman seluas 30 hektar yang dibangun tahun 1816 ini memiliki keunggulan karena lokasinya yang strategis. Melingkar indah di sepanjang Farm Cove dan Woolloomooloo Bay (busyet banyak banget o-nya), taman ini menjadi salah satu tempat wajib kunjung setelah Sydney Opera House. Sayang banyak gerbangnya yang tutup setelah jam 6 sore. Bila ingin mengeskplore taman ini secara mendalam kita bisa mengikuti Free Guided Walk yang diadakan setiap hari jam 10.30 dengan durasi 1 jam. Karena banyak gerbangnya yang sudah ditutup, kami hanya menghabiskan waktu di seputaran area Australian Native Rockery yang berisi koleksi tumbuh-tumbuhan musim semi khas Australia. Duduk-duduk santai sambil menikmati pemandangan sore berlatar belakang Sydney Harbour dan Sydney Opera House.

Kira-kira Seperti inilah Pemandangan Sore Itu (Photo By : Gilbert Jadraque)

Jam 6 tepat, kami jalan kaki melewati Domain Tarpeian Precint dan keluar lewat Nothern Depot Gate menuju Macquarie Street. Dari tempat ini kami jalan kaki kembali ke Alfred Street menuju halte bis terdekat yang terletak di depan Circulay Quay Wharf No.2. Di halte ini kami naik Shuttle Bus gratis no. 555 menuju Central Station. Sayangnya bis gratis yang disediakan oleh perusahaan Sydney Bus ini memiliki jam operasi yang terbatas yaitu : Senin-Rabu jam 9.30am-3.30pm, Jum’at-Sabtu jam 9.30am-6.00pm, sedangkan khusus hari Kamis dari jam 9.30am-9pm. Jadi betapa beruntungnya saya karena ini adalah hari Kamis. Peta Free Shuttle Bus No.555 dapat dilihat disini (Thank’s Raldi yang telah mengingatkan saya akan pentingnya mencantumkan waktu operasi bis ini) :).

Peta Rute Free Sguttle Bus No. 555

Turun di Central Station mampir lagi ke kantor Sydney Coach Terminal, karena kantornya sudah tutup kami memutuskan jalan-jalan di seputaran Central. Iseng-iseng masuk ke toko souvenir yang masih buka dekat-dekat Sydney Coach Terminal. Karena harganya tidak beda jauh dengan yang di Paddy’s, kamipun membeli beberapa souvenir untuk oleh-oleh. Sehabis belanja untuk makan pagi dan malam, kami kembali ke hostel untuk istirahat.

Shuttle Bus Gratis dan Haltenya

Biaya Hari Ke-3

 
31 Comments

Posted by on June 7, 2012 in Australia, Sydney

 

Tags: , , , , , , ,

31 responses to “Hari Ke-3 : Sydney (Circular Quay dan Manly)

  1. mila said

    June 7, 2012 at 12:42 pm

    wuuiiih komplit banget ceritanya hihihii…..

    pas aku kesana Susanah house nya juga tutup pdhal udah siang 😦

     
    • aremaronny

      June 8, 2012 at 2:16 pm

      iya..kapan bukanya ya mil, aku intip-intip memang barangnya kuno-kuno sih..

       
  2. dini_red

    June 21, 2012 at 10:35 am

    ayoo mbak lanjutan ceritanya doong..*keasyikan bacanya sambil ngayal babu bs ke Ausie #amiin hehe

     
    • aremaronny

      June 21, 2012 at 11:38 am

      ha ha ha terima kasih Dini..saya juga babu kok..he he he..BTW under My Spotlightnya keren loh..penuh warna..

       
  3. Raldi

    July 11, 2012 at 4:24 pm

    Mbak waktu day 3 ini lagi hari apa?karena saya baca-baca Sydney Free Shuttle CBD 555 hanya sampai jam setengah 4 sore pada weekdays,dan sampai jam 6 sore pada Weekend

     
    • aremaronny

      July 11, 2012 at 6:52 pm

      Hari Kamis mas Raldi. Waktu saya naik bis ini sekitar jam 6.00 sore.

       
      • Raldi

        July 13, 2012 at 2:10 pm

        Wah iya mbak,ternyata khusus hari kamis,sampai jam 9 malam,beruntung sekali mbak.hehe..ayo ditunggu lanjutannya sampai di melbourne,karena saya lagi kebingungan ini mempelajari public transport Melbourne,terutama sistem MyKi card nya hehe

         
      • aremaronny

        July 13, 2012 at 6:53 pm

        Raldi terima kasih yah atas tambahan infonya. Sebenarnya saya juga tidak “ngeh” ada bis gratisan model begitu. Waktu itu lagi iseng-iseng nunggu bis terus baca-baca pengumuman di Halte kok ada fasilitas bis gratis lewat sini. Yah udah ditungguin aja. Baru pulangnya cari di internet tentang shuttle bus 555 itu. Jam dan hari nya akan kutambahkan ke blog ya..Thank’s Raldi

         
  4. raldi

    July 14, 2012 at 5:32 pm

    Wah..sama-sama mbak:),wah asik hari ke-5 sudah ada,lanjut baca untuk tambah pengetahuan sebelum berangkat,terima kasih juga mbak:)

     
    • aremaronny

      July 16, 2012 at 11:31 am

      :)..BTW kamu berangkat Oktober ya?..kuusahakan selesai sebelum itu deh :)..

       
  5. Maya Widiawati

    August 30, 2012 at 7:31 pm

    Mba Vicky…salam kenal..Alhamdulillah ‘nemu’ blog ini…informatif bgt ulasan sydneynya..sy & kel (7 org) akan k sydney tgl 5-7 sept, mohon arahan Mba Vicky..mengingat wkt yg pendek (sampai syd pkl 5 ), pdhl pinginnya smua tempat bs dikunjungi, baiknya sy ke obyek wisata yg mana dulu ya?

     
    • aremaronny

      August 31, 2012 at 11:21 am

      Halo mbak Maya, singkat banget ya kunjungannya. Menurut pendapat saya, mbak ikuti saja itinerary saya hari mulai hari ke-3 dan seterusnya, karena tempat-tempat itulah yang paling berkesan menurut saya.

       
  6. Maya Widiawati

    August 31, 2012 at 11:08 pm

    Iya Mba Vicky..singkat krn hrs bagi wkt utk ke melbourne & perth..jd kalau sy ikuti itinerary Mba Vicky di hari ke 3 dst..sy tdk mengunjungi Darling Harbour ya? Oh ya, hal lain yg sangat disayangkan jg, krn sy baru tiba di Syd pkl 05.40 am, sy tdk bisa menghemat biaya transport dari bandara ke central station, krn sy lihat time table di hari itu, dari st wolli creek ke arah central ada lagi keberangkatan pkl 10an..ada info moda transportasi lain yg tdk terkena charge bandara..maaf ya Mba Vicky..sy byk tanya niy..

     
    • aremaronny

      September 1, 2012 at 8:29 pm

      Iya betul mbak, mbak tidak mengunjungi Darling Harbour karena menurut saya Darling Harbour hampir samalah dengan Circular Quay. Tapi yah..itu kan hanya saran ya mbak. Sayangnya semua moda transportasi yang masuk airport akan kena charge. Saran saya mbak, kalau berpergian bersama keluarga mending naik kereta langsung aja tidak usah ke Stasiun Wolli Creek karena terlalu jauh jalannya dan petunjuk jalan juga tidak begitu jelas.

       
  7. widhya

    September 1, 2012 at 9:55 pm

    Hi Mbak Vicky, saya widya mba. blog ini sangat2 informatif, alhamdulillah nemu blog mba vicky. mba, route ku sama niy, mau ke sydney – melbourne, di akhir september. excited banget tunggu sisa 3 hari di melbourne nya

     
    • aremaronny

      September 2, 2012 at 1:08 pm

      Halo mbak Widhya..iya nih lagi berjuang menulis. Sayang nulisnya betul-betul tergantung mood dan kesibukan. Tapi saya janji akan secepatnya menyelesaikan seri Australia ini..Terima kasih ya mbak karena sudah membaca :).

       
  8. Maya Widiawati

    September 2, 2012 at 8:44 am

    Mba Vicky..trims bgtss..

     
  9. Jane

    November 6, 2012 at 11:39 am

    another bookmarked page…hehehe…. tfs, vicky….:)

     
  10. vita

    February 25, 2014 at 5:14 pm

    Mbak Vicky, mau tanya jam operasional ferry ke Manly dari Circular Quay apakah jam 14.00 ada yah?
    Saya rencana mau ke Manly pas Good Friday nanti ni mbak..
    Thanks ya infonya 🙂

     
    • aremaronny

      February 25, 2014 at 10:36 pm

      Ada mbak Vita yang jam 14.50. Daftar lengkapnya bisa dilihat disini http://www.manlyfastferry.com.au/time-table

       
      • vita

        March 8, 2014 at 2:42 pm

        Oks.. mksh mbak Vicky utk infonya 🙂
        Oya mo tny lg klo royal botanical garden di hr libur spt good friday ato christmas apakah ttl buka mbak?
        Khususnya mrs. Macquires chair itu..
        Trs klo mo ke royal garden lbh baik lwt daerah st mary ato yg wharf2 itu ya?
        Sy lht pake google st klo dr st mary jln kakinya jauh jg yah.. dan kyknya objek okenya ada di ujung sn spt mrs maquires chair n rmh gubernur..
        Thx.

         
      • aremaronny

        March 14, 2014 at 9:15 pm

        Buka terus sepanjang tahun mbak Vita. Kalau ke Royal Garden itu memang mending lewat Circular Quay soalnya lebih dekat.

         
  11. adzie

    November 15, 2014 at 11:33 pm

    Baru baca blognya mbak nih, dapet dari istri.. In Sha Allah tahun depan mau ke Ausie Brisbane dan Sydney, mau tanya apa ada applikasi free utk liat timetable light train atau bus utk kita sydney mba. kalo ada minta infonya… thanks in advance..

     
  12. Indri budhiaswati

    February 24, 2015 at 5:27 pm

    Dears mbak vicky, pertama saya berterima kasih atas tulisan mbak di bloger ini, krn menambah wacana dan referensi utk saya. Kedua saya sangat memuji cara penulisan dan penyajiannya sangat menarik dan komunikatif jg informatif bingit.. Sekali lagi tks.. Ketiga kapan bikin tulisan ke thaiwan dan shanghai ya… Ditunggu banget ya mbak… Wass

     
    • Vicky Kurniawan

      February 25, 2015 at 11:50 am

      Terima kasih sudah mampir kesini ya mbak Indri…tulisan Shanghainya sepertinya masih lama 🙂 . Rencana berikutnya adalah menulis tentang Eropa dan bulan Maret 2015 ini saya baru mau ke Shanghai 🙂

       
  13. asambackpacker01

    December 21, 2016 at 9:13 am

    Tanya mbak, kalau 3 hari di Melbourne, 3 hari di Sydney, kira2 mati gaya gak ya? rencana menginap di hostel, dan dari Melbourne ke Sydney naik bis malam. Tak ikut tour, cuma sightseeing kota dan area yang free transport saja. tolong tips stay di hostel, mengingat pertama kali mau nginap di hostel. terimakasih.

     
    • Vicky Kurniawan

      December 26, 2016 at 8:19 pm

      He he nggaklah, punyaku ini malah di Sydney 4 hari dan di Melbourne 3 hari. Itupun masih berasa kurang :). Tips stay di hostel :
      1. Bawa kunci gembok sendiri.
      2. Cari hostel yang peralatan dapurnya lengkap, jadi kamu bisa masak sendiri. Kegiatan masak memasak ini memang benar-benar bisa menghemat biaya makan. Kalau biasanya sekali makan Rp. 100.000 (kira-kira AUD$ 10), dengan masak sendiri bisa bertahan 2-3 hari apalagi kalau kamu tidak keberatan makan nasi, telur, mie setiap pagi dan malam :).
      3. Sering-sering baca pengumuman di hostel siapa tahu ada walking tour gratis

       
      • asambackpacker01

        December 26, 2016 at 9:28 pm

        Terimakasih informasinya mba. Dua tahun lalu shock pas di Perth makan nasi kebuli berdua 46 AUD, air botol 500 ml 2 AUD, Fish n chip seporsi 15 AUD. Tumis daging dan sayur ala Thailand sepiring 14 AUD. Baru hari pertama. Besoknya belanja di Coles buat stock sampai balik ke Indonesia, numpang di rumah teman yang permanent resident di sana. Duh, makan cemilan (fish n chip) n nasi rames di warung sana seharga makan All You Can Eat Hanamasa di Indonesia. Tapi buat yang kerja mapan di sana, kayaknya gak masalah. Mudah-mudahan hostel di Melbourne n Sydney nanti ada dapur yang lengkap.

         
  14. asambackpacker01

    January 19, 2017 at 6:06 am

    wah, begitu ya cerita tentang Sydney Opera House. Terimakasih, isi blog nya tidak cerita jalan-jalan, tapi juga kisah tempat yang dikunjungi. Sangat menarik 🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: