RSS

Tag Archives: Jalan-jalan ke Bangkok

Hari Ke 8 : Pattaya – Bangkok – Surabaya (Silverlake Vineyard,Budha Image,Pattaya View Point & Big Budha Hill)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari terakhir liburan, sudah kangen berat ingin memeluk anak-anak. Kalau sedang traveling tanpa anak, hari-hari terakhir merupakan saat terberat. Capek dan kangen terkadang membuat mood jalan-jalan jadi turun. Anyway, penerbangan kami menuju Surabaya akan berangkat jam 19.45 dari Bangkok jadi praktis kami masih punya waktu sehari lagi untuk mengeskplore Pattaya. Untuk perjalanan ke Bangkok, saya sudah memesan jasa antar jemput Bell Travel Service yang akan berangkat jam 15.00 dari Tune Hotel dan diperkirakan akan sampai jam 17.00 di bandara Suvarnabhumi. Karena jam check out Tune Hotel adalah jam 11, maka diputuskan untuk berangkat agak siang dan langsung check out saja. Jadilah jam 08.30 kami check out dan menitipkan tas pada resepsionis. Sarapannya cukup beli nasi bungkus di bapak penjual makanan depan hotel.

Silverlake Winery

Silverlake Vineyard

Sehabis sarapan, kami berkeliling mencari taksi yang mau disewa untuk mengeksplore Pattaya. Sebenarnya cara paling gampang adalah ikut City Tour yang banyak ditawarkan travel agen, tapi setelah browsing sana-sini tidak ada city tour yang pas dihati sehingga akhirnya diputuskan untuk menyewa taksi saja. Kebetulan didekat hotel ada persewaan taksi, setelah tawar menawar yang cukup ketat (pakai aksi walk-out segala) akhirnya diputuskan harga 700 Baht per 4 jam dengan daftar destinasi yang sudah disepakati. Jadi tepat jam 9 pagi kami mulai berangkat untuk mengeksplore kota Pattaya dengan tujuan pertama yaitu Silverlake Vineyard. Read the rest of this entry »

 
38 Comments

Posted by on May 16, 2013 in Pattaya, Thailand

 

Tags: , , , , , , , , , ,

Hari Ke 4 : Bangkok (Chatuchak Weekend Market, Jim Thompson House, MBK & Bangkok Dinner Cruise)

Oleh  : Vicky Kurniawan

Today it’s a shopping day yeay, sebenarnya saya paling benci shopping, rasanya bukan hobi saya memegalkan kaki hanya untuk belanja. Kaki pegal, kantong kempes adalah efek negatif yang paling tidak saya suka. Kalau lagi ke mall atau pasar saya hanya suka melihat-lihat saja sekedar menambah pengetahuan tentang trend terkini dan harga barang. Tapi terlepas dari ketidak sukaan saya pada acara belanja, mau tidak mau saya tetap harus menyelipkan kegiatan melihat-lihat pasar atau mall karena satu hal yaitu oleh-oleh :).

Chatuchack Weekend Market (Photo By : Bangkok.com)

Chatuchack Weekend Market (Photo By : Bangkok.com)

Nah mumpung hari Sabtu saya masih ada di Bangkok, maka hari ini saya berencana mengunjungi Chatuchack Weekend Market, pasar akhir minggu terbesar di Thailand. Dari pasar ini, kami akan mengunjungi museum Jim Thompson dan mampir di salah satu mall paling terkenal di Bangkok, yaitu MBK. Shopping day ini akan ditutup dengan Bangkok Dinner Cruise yaitu makan malam diatas kapal yang berlayar membelah sungai Chao Phraya. Tiket Dinner Cruise-nya sudah dibeli 2 hari sebelumnya dari salah satu travel agen di Khaosan Road.

Chatuchack Weekend Market

Sebagai pasar akhir minggu terbesar di Thailand, Chatuchack Weekend Market dikunjungi hampir seperempat juta orang dalam sehari. Terbentang dalam area seluas 10 hektar, pasar yang mampu menampung 15.000 kios ini dibagi ke dalam 27 bagian sesuai dengan jenis produknya. Pengelompokkan ini bertujuan untuk memudahkan pencarian barang. Pasar yang dibuka tiap hari Sabtu dan Minggu dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore ini merupakan destinasi wajib kunjung bila sedang weekend di Bangkok. Read the rest of this entry »

 
122 Comments

Posted by on February 3, 2013 in Bangkok

 

Tags: , , , , , ,

Hari Ke 3 : Bangkok (Dusit Park & Amphawa Floating Market)

Oleh : Vicky Kurniawan

Hari ini kami berencana mengunjungi Dusit Park karena ingin memanfaatkan semaksimal mungkin tiket Grand Palace yang dibeli kemarin. Yah, hitung-hitung sebagai ajang balas dendam karena 2 tahun lalu tidak bisa berkunjung ketempat ini. Memang 3 dari 7 tempat yang termasuk dalam tiket bundling Grand Palace terletak di kawasan Dusit, jadi sebetulnya rugi kalau sudah punya tiket Grand Palace tapi tidak menjelajah kesini. Mengingat hari ini kita akan berkunjung ke tempat-tempat yang resmi, jangan lupa berpakaian konservatif dan karena jam buka museumnya rata-rata jam 9 jadi bisa berangkat agak santai dari hotel. Sedikit beda dari kemarin, hari ini kami berangkat jam 8 pagi, tetapi ternyata itu bukan pilihan yang baik karena jalur City Line semakin panjang antriannya. Sehingga perkiraan waktu perjalanan 30 menit jadi molor menjadi 2 jam.

Istana Vimanmek

Istana Vimanmek (Photo By : AsiaDreaming)

Dusit Park

Dusit, yang kadang disebut sebagai New Royal City, adalah tempat kediaman beberapa raja dan kantor pemerintahan yang dibangun oleh Rama V. Kebanyakan bangunan dan taman-taman didalamnya dibangun dengan gaya Eropa karena kawasan ini memang dibangun bertepatan dengan kepulangan Raja Rama V dari benua itu. Sebagai raja pertama Thailand yang pernah mengunjungi Eropa, Rama V sangat terkesan dengan bangunan, taman dan jalannya yang luas. Keadaan ini bertolak belakang dengan keadaan Rattanakosin dan Grand Palace yang penuh sesak dengan bangunan. Akhirnya timbul ide untuk merancang suatu kawasan yang dibuat mirip dengan kota-kota besar di Eropa dengan bangunan-bangunan yang megah, jalan-jalan yang lebar dan taman-taman yang luas. Maka jadilah Dusit Park ini, kawasan seluas 10 hektar dengan perpaduan berbagai gaya Eropa yang unik. Rute transportasi dari hotel ke kawasan Dusit Park dapat dilihat pada gambar berikut ini. Read the rest of this entry »

 
42 Comments

Posted by on January 20, 2013 in Amphawa, Bangkok

 

Tags: , , , , , , ,

Hari Ke 2 : Bangkok (Wat Arun, Wat Pho, Grand Palace, National Museum & Khaosan Road)

Oleh : Vicky Kurniawan

Sekitar jam 7 pagi, kami sudah cabut dari hotel dan berhenti sebentar di depan stasiun Ramkhamhaeng untuk beli sarapan pagi. Persis di kaki lima menuju stasiun ada gerobak yang berjualan Khao Khai Chiao, yaitu nasi putih dengan telur dadar khas Thailand diatasnya. Isi telur dadarnya hampir sama seperti di Indonesia, bedanya, didalam telur dadar Thailand diisi semacam dedaunan hijau segar. Rasanya enak dengan harga yang cukup murah, 1 kotak sterofoam dijual seharga 25 Baht, cukuplah buat mengganjal perut sampai makan siang. Begitu masuk ke stasiun langsung terlihat deretan orang yang mau naik City Line, rata-rata mereka adalah karyawan atau anak sekolahan. Sempat heran juga masih pagi kok antriannya sudah panjang, usut punya usut ternyata kereta City Line datangnya jarang-jarang (kereta ini berangkat setiap 15 menit sekali dari Suvarnabhumi) sedangkan penumpang yang mau naik juga banyak. Jadi kalau mau kebagian yah harus ikut antri juga, mana antrinya sambil berdiri karena kalau sambil duduk bakalan ketinggalan. Tapi dasar cuek, kalau kaki sudah pegel saya nglesot saja di lantai seperti anak kecil nggak kebagian permen :).

Penjual Khao Kha Cai di depan Stasiun Ramkhamkhaeng

Penjual Khao Khai Chiaio di depan Stasiun Ramkhamkhaeng

Ketika kereta datang, kami masih belum kebagian tempat untuk naik jadi harus menunggu sekitar 15 menit lagi untuk kereta selanjutnya. Begitu kereta kedua datang, kami bisa masuk tapi audzubillah didalam sudah desak-desakan. Berdirinya sudah nggak pakai pegangan saking padatnya orang didalam. Nggak kebayang kalau ke kantor pakai baju rapi pasti turunnya udah pada lecek dan bau keringat :). Tujuan pertama hari ini adalah mengunjungi Wat Arun yang terletak di sebelah barat kota. Rencana diatas kertas, perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam, tapi perkembangan tidak terduga dengan City line dan waktu yang terbuang untuk menunggu ferry membuat perjalanan molor menjadi 3 jam. Satu tips lagi, saat naik Chao Phraya Express Boat kita tidak perlu membeli karcis di loket, karena biayanya akan ditarik saat kita sudah naik diatas kapal (seperti naik bis kota itu lho). Website resmi Chao Phraya Ekspress Boat dapat dilihat disini, dan karena seharian ini kita akan naik BTS (Bangkok Mass Transit System) maka tidak ada salahnya kita juga belajar seluk beluk Sky Train disini. Read the rest of this entry »

 
101 Comments

Posted by on December 30, 2012 in Bangkok

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Hari Ke 1 : Surabaya – Bangkok

Oleh : Vicky Kurniawan

Hanya ada satu kali penerbangan Air Asia dari Surabaya menuju Bangkok, berangkat jam 14.55 dan dijadwalkan mendarat di Suvarnabhumi jam 18.45. Yang menyedihkan ini terakhir kalinya Air Asia mendarat di bandara Suvarnabhumi sebelum akhirnya pindah ke bandara Don Mueang per tanggal 1 Oktober 2012. Bandara lama yang berjarak sekitar 28 km dari pusat kota ini memang kalah indah dan kalah fasilitas dari Suvarnabhumi. Tapi apa mau dikata, sejak bulan Maret 2012 pemerintah Thailand memerintahkan penerbangan low cost, pesawat carter dan non-connecting flights pindah ke bandara Don Mueang untuk mengurangi beban dan kepadatan di Suvarnabhumi. Suvarnabhumi memang dirancang hanya untuk menampung 45 juta penumpang pertahun, sedangkan pada tahun 2011 angka kunjungan sudah meningkat hingga 47 juta dan diperkirakan sampai akhir tahun 2012 ini akan meningkat menjadi 50 juta. Jadi teman, bila kalian naik pesawat Air Asia, Indonesia Air Asia dan Thai Air Asia maka bersiap-siaplah untuk mendarat di bandara Don Mueang. Dalam rangka kepindahan tersebut dibawah ini saya berikan beberapa informasi tentang bandara itu.

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang (Photo By : news.destination-asia.com)

Bandara Don Muang

Bandara Don Muang berjarak kurang lebih 30 km bagian utara Bangkok. Untuk menuju kota berikut beberapa moda transportasi yang bisa digunakan :

  1. Taksi, cara yang paling mudah adalah menggunakan taksi. Tapi perlu diingat bahwa perjalanan dengan taksi memerlukan waktu 45 menit saat jam tidak sibuk dan 1 sampai 2 jam saat jam sibuk. Kita bisa memesan taksi melalui taxi service counter di depan passenger terminal dengan biaya pemesanan 50 Baht diluar biaya taksi.
  2. Kereta, cara yang lebih murah adalah naik kereta dari stasiun kereta Don Mueang yang berjarak 500 meter dari BIA. Kereta ini akan berhenti di Hua Lumpong Railway Station dan dari sini kita bisa naik Skytrain atau MRT ke tempat-tempat lain. Kereta di Don Mueang Railway Station beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 8 malam dengan biaya mulai dari 5 THB perorang.
  3. Bis, selain taksi dan kereta kita juga dapat naik bis, tinggal ikuti saja arah menuju stasiun kereta. Bis menuju Bangkok persis berada di depan airport jadi jangan menyeberang jalan. Ada dua macam bis yang beroperasi yaitu Regular Bus dengan nomor :Route 29 Airport – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong),Route 59 Airport – The Emerald Buddha Temple (Sa – Nam – Luang),Route 95 Airport – Ram-intra Rd.-Ram Khamhang Rd. Selain Regular Bus ada juga Air – Conditioned Bus dengan rute: Route 4 Airport – Silom Rd, Route 29 Airport – Victory Monument – Bangkok Railway Station (Hua Lumpong), Route 10 Airport – Victory Monument – Southern Region Bus Terminal,Route 13 Airport – Sukhumvit Rd. – Eastern Region Bus Terminal,Route 555 Don Mueang International Airport – Suvarnabhumi Airport. Read the rest of this entry »
 
133 Comments

Posted by on December 12, 2012 in Bangkok

 

Tags: , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 175 other followers