RSS

Berburu Visa Jepang

28 May

Oleh : Vicky Kurniawan

Visa Jepang boleh dibilang merupakan visa ketiga saya setelah VOA Shenzhen dan Visa Australia, tapi tetap saja selalu deg-degan dan berasa ribet waktu mengurusnya. Apalagi waktu membuka website kedutaan Jepang ada kalimat yang bunyinya begini : Visa adalah sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang. Nah loh, berarti punya visa Jepangpun tudak menjamin kita bisa masuk kesana, mereka masih memiliki wewenang untuk mencegat dan memulangkan kita di bandara. Tapi saya kira semua visa memang punya aturan seperti itu hanya saja yang disini tertulis dengan jelas dan sudah dikemukakan di halaman depan informasi tentang visa.

2048x15361

Karena saya berdomisili di Malang, maka visa Jepang ini saya ajukan sendiri melalui Konsulat Jendral Jepang di Surabaya yang berkantor di Jl. Sumatera No. 93, Surabaya, Telephone : (031) 503-0008 dan Fax : (031) 503-0037, 502-3007 (Visa). Website resminya http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/ yang memiliki wilayah yurisdiksi (wilayah kerja) : Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan. Untuk urusan visa alamat e-mail yang bisa diakses adalah visa@sb.mofa.go.jp . Jam kerjanya hari Senin-Jumat (Kecuali pada hari libur nasional dan libur Konjen yang jadwalnya bisa di cek di alamat website diatas) dengan waktu pengajuan visa jam 08:15 -11:30 dan waktu pengambilan 13:15 -15:30. Jadi sebelum mengajukan visa jangan lupa dicek dulu hari libur nasional dan hari libur konjen. Peta jalan kantor Konjen Jepang dapat dilihat pada gambar berikut ini :

map

Perlu diingat pula bahwa Kedutaan Jepang terkenal tegas dalam menentukan wilayah yuridiksi. Permohonan visa hanya akan diproses di Konsulat yang sesuai dengan wilayah yurisdiksi masing-masing sesuai wilayah domisili WNI yang tertera di KTP. Jadi pemegang KTP Malang seperti saya tidak diperkenankan untuk mendaftarkan aplikasi visa Jepang di Jakarta misalnya (walaupun semisal saya bekerja di Jakarta) karena keduanya berada di wilayah yuridiksi yang berbeda. Mengacu pada pengalaman mengurus Visa Australia yang penuh jantungan itu akhirnya saya memutuskan mengajukan visa Jepang ini tepat dua bulan sebelum tanggal keberangkatan. Dengan pertimbangan kalaupun ada dokumen yang kurang, saya masih punya banyak waktu untuk melengkapinya. Pada prinsipnya pengajuan permohonan visa harus dilakukan oleh pemohon langsung di loket visa. Namun, untuk beberapa kondisi seperti tercantum di bawah ini bisa diwakilkan (oleh staf dari kantor tempat pemohon bekerja dan/atau keluarga):

  1. Anak berusia di bawah 16 tahun, orang berusia lebih dari 60 tahun atau orang dengan keterbelakangan fisik.
  2. Pemohon dengan paspor diplomat atau dinas dengan tujuan kunjungan dinas.
  3. Pemohon yang mengajukan permohonan visa melalui biro perjalanan yang sudah disetujui oleh kantor Konsulat Jenderal Jepang.

Para perwakilan tersebut harus melampirkan Surat tugas dari kantor dan foto copy KTP messenger; atau foto copy bukti hubungan keluarga. Pengalaman saya saat itu, visa saya ajukan sendiri tapi pengambilannya saya nitip (diwakilkan) oleh suami tanpa melampirkan surat apapun karena pengajuan visanya memang satu paket dengan suami.

Before You Apply

Pertama, sebelum mengajukan aplikasi, kita harus menentukan dahulu jenis visa yang kita perlukan. Jenis visa yang saya ajukan adalah Visa Kunjungan Sementara untuk Kunjungan Wisata dengan Biaya Sendiri yang diperuntukkan bagi orang-orang yang ingin berkunjung ke Jepang dalam rangka wisata, dilakukan dengan biaya sendiri dengan frekuensi masuk hanya satu kali. Bila tidak yakin jenis visa yang akan diapply (maklum jenisnya banyak sekali), kita dapat mencarinya disini.

untitled1-crop

Kedua, Download Application Form yang diperlukan dan cetak diatas kertas A4. Untuk visa dengan jenis diatas kita harus mengisi Application form yang bisa didownload disini. Setelah itu isi dan lengkapi Formulir Aplikasi tersebut dengan menggunakan bahasa Inggris. Cara pengisiannya bisa mengikuti contoh dibawah ini.

img002-horz1

Formulirnya memang tidak banyak (hanya 2 halaman ditambah 1 halaman untuk detail itinerary) tapi saya harus mengulang kembali pengisiannya karena walaupun sudah berhati-hati dalam mengisi dan melihat contoh, ternyata pengisian saya tetap banyak yang salah :).  Selain diisi sesuai dengan contoh diatas beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  1. Karena orang Indonesia tidak mengenal nama keluarga, maka untuk pertanyaan no. 1 tentang “Surname (as shown in paspport)” ditulis saja nama panjang kita. Untuk pertanyaan kedua tentang “Given and Middle names (as shown in passport)” ditulis NONE.
  2. Setiap pertanyaan yang tidak ada jawabannya atau kosong ditulis NONE. Salah satu sebab mengapa formulir aplikasi saya dikembalikan karena saya memberi  tanda “-” (garis mendatar) untuk pertanyaan yang tidak ada jawabannya.

Ketiga, lengkapi formulir aplikasi dengan foto ukuran 4,5 X 4,5 cm, diambil 6 bulan terakhir dan tanpa latar, bukan hasil editing, dan jelas/tidak buram. Tanpa latar disini berarti latarnya harus putih dan benar-benar harus putih, tidak kelabu atau putih buram. Selain itu juga ada beberapa spesifikasi seperti tidak boleh berkacamata serta jarak antara kepala dengan tepi atas dan samping kiri kanan tidak boleh terlalu mepet. Formulir aplikasi saya ditolak juga karena foto ini. Foto saya dianggap tidak memenuhi syarat dan disarankan untuk foto kembali di studio yang dianggap sudah terbiasa dengan spesifikasi visa Jepang. Yah maklum saja, saya akui foto itu hasil jepretan sendiri dengan dinding rumah sebagai latar :).

Contoh Foto Yang Baik

Contoh Foto Yang Baik

Contoh Foto Yang Tidak Sesuai Standar Visa

Contoh Foto Yang Tidak Sesuai Standar Visa

Baiknya mereka memberikan informasi alamat dua studio foto tersebut yang lokasinya tidak jauh dengan kantor Konjen. Kedua studio yang dimaksud adalah :

  1. Muara Photo , Jln. Raya Gubeng no. 50 Surabaya. Telp. (031) 5021437
  2. Gaya Indah Photo Studio, Jln Kertajaya No. 49-A Surabaya. Telp (031) 5039184

Peta kedua studio foto tersebut bisa dilihat dibawah ini. Waktu itu saya memilih Muara Photo karena jaraknya dekat dan bisa dijangkau dengan jalan kaki. Enaknya lagi, fotonya langsung jadi dan hanya perlu menunggu sekitar satu jam yang saya gunakan untuk mengisi ulang aplikasi saya yang ditolak.

Peta Studio Foto1

Keempat, lengkapi Application Form dengan berkas-berkas yang diperlukan. Semua berkas-berkas pelengkap tersebut harus difotokopikan ke kertas ukuran A4 termasuk berkas yang berukuran kecil seperti KTP, Surat Nikah dan Paspor. Berkas-berkas tersebut antara lain :

  1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan.
  2. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili).
  3. Fotokopi Kartu Mahasiswa/Surat Keterangan Belajar (hanya bila masih mahasiswa)/ Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan bagi yang masih berstatus karyawan seperti saya. Surat tersebut harus berisi keterangan tentang jabatan dalam perusahaan, lama bekerja, gaji (yang ini tidak saya cantumkan), dan berapa lama mengambil cuti untuk pergi ke Jepang.
  4. Bukti pemesanan tiket pesawat (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang) dan bukti pemesanan hotel selama di Jepang. Khusus soal hotel ini, pemerintah Jepang mewajibkan mencantumkan nama hotel, alamat dan nomor telepon di jadwal perjalanannya. Jadi untuk meminimalisasi kerugian bila visanya ditolak, booking saja hotel melalui situs-situs yang hanya memerlukan uang muka 10% (seperti hostelworld.com) atau yang tidak memerlukan uang muka sama sekali (seperti booking.com). Begitu juga dengan tiket pesawat, booking saja dulu di travel agen dan minta nomor bookingnya, tapi jangan dibayar dulu. Nomor booking tersebut memiliki jangka waktu (biasanya seminggu) dan otomatis akan hangus bila tidak dibayar.
  5. Jadwal Perjalanan yang mencantumkan semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang. Jadwal perjalanannya bisa didownload disini, Saat itu detail itinerary yang saya buat menggunakan format dari link diatas salah sehingga pihak Konjen memberikan format baru yang saya isi seperti contoh dibawah ini. Jadwal perjalanan yang saya buat pertama kali salah karena kurang detail. Ada 3 kesalahan yang saya buat, Pertama, saat itu saya tidak mencantumkan nomor telepon dan alamat hotel tempat menginap (karena di format pertama tidak ada kolom nomor telepon). Kedua, saya hanya mencantumkan kegiatan saya di Jepang. Pihak Konjen meminta semua kegiatan dicantumkan mulai dari Indonesia sampai ke Indonesia kembali (sesuai destinasi tiket). Ketiga, kurang detail menulis tempat-tempat yang akan saya kunjungi. Jadi misalnya akan berkunjung ke Nara, tidak boleh hanya dituliskan Nara saja tapi harus dicantumkan tempat-tempat mana saja di Nara yang akan dikunjungi. Contoh penulisan Jadwal Perjalanan yang benar bisa dilihat pada gambar dibawah ini.
  6. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, surat nikah, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu)
  7. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan. Bila pihak Pemohon yang bertanggungjawab atas biaya maka harus mencantumkan Fotokopi bukti keuangan, seperti rekening Koran atau buku tabungan 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya). Saldo yang ada harus mencukupi biaya kebutuhan pemohon selama berada di Jepang.

Dokumen-dokumen tersebut harus disusun berurutan sesuai nomor sebelum diserahkan ke loket.

Contoh Pengisian Jadwal Perjalanan (Itinerary)

Contoh Pengisian Jadwal Perjalanan (Itinerary)

Contoh Lain Pengisian Jadwal Perjalanan Oleh placesiwillgo.blogspot.com

Contoh Lain Pengisian Jadwal Perjalanan Oleh placesiwillgo.blogspot.com

Applying

Setelah semua dokumen siap segera berangkat ke kantor Konjen Jepang. Pada saat apply beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain :

  • Jangan lupa mengecek dulu jadwal dan jam kerja kantor Konsulat Jendral. Sebaiknya begitu mereka buka, kita sudah siap untuk masuk. Jadi bila formulir aplikasi kita ada yang salah, kita masih punya cukup waktu untuk memperbaiki dan menyerahkannya kembali. Perlu diingat bahwa selepas istirahat tengah hari pengajuan visa akan ditutup dan mereka ganti melayani pengambilan visa saja. Jadi kalau tidak ingin bolak-balik, pergilah awal saat kantor baru buka.
  • Bawa serta dokumen-dokumen asli. Siapa tahu akan diminta sebagai bukti keabsahan.
  • Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu. Saat memasuki kantor Konjen, kita akan melewati pemeriksaan yang ketat. Semua gadget dan alat elektronik harus dititipkan di pos satpam. Tas akan diperiksa via alat scanner seperti di bandara. Supaya tidak banyak waktu yang terbuang untuk pemeriksaan, maka bawa saja barang-barang yang diperlukan.
  • Jawablah dengan singkat dan jelas jika ditanya tentang tujuan lawatan ke Jepang. Ada satu hal yang menarik saat wawancara singkat antara petugas Konjen dengan saya. Setelah memeriksa berkas-berkas kami dan menandai formulir-formulir mana yang salah, petugasnya bertanya :
    • Petugas : Ke Jepang berangkat sendiri? tidak pakai tur ya?.
    • Saya : Iya (dengan muka PD).
    • Petugas : Memang bisa ?
    • Saya : ???!!! (speechles dengan muka kebingungan, antara tidak mengerti dengan maksud pertanyaanya dan mikir gimana jawabnya). Untung suami saya orangnya cepat tanggap, dengan tenang dia berkata
    • Suami : Ibu bisa lihat di paspor kami, negara-negara mana saja yang sudah kami kunjungi. Perlu saya tambahkan kalau semuanya sudah kami kunjungi tanpa ikut tur. Jadi YA, kami yakin kami pasti bisa.
    • Petugas : oh, okey kalau begitu.

Hah, jadi disini ketenangan dan kecepatan berpikir memang sangat diperlukan. Gugup seperti saya tidak akan banyak membantu dan satu lagi jangan berbohong misalnya kalau pada hari pertama saya menginap di Haneda Airport, maka sebutkan saja kalau kita memang mau menginap di airport. Katakan dengan jelas alasan kita menginap disana, kalau pada kasus saya karena jadwal penerbangan Air Asia yang mendarat jam 23.00 (diperkuat dengan tiket). Kalau jadwal perjalanannya dibuat asal-asalan asal contek, maka saat ditanya tentang hal tersebut, pasti akan langsung bingung. Jadi persiapkan segalanya dengan baik dan matang sehingga hati tenang (seperti maju ujian aja :)).

under-the-Japanese-Cherry-B

Setelah semua dokumen diterima, kita akan diberi lembar pengambilan yang berisi Nama, Nomor Aplikasi dan Nomor Passport serta pemberitahuan kapan kita bisa mengambil paspor kembali. Pengambilannya bisa diwakilkan dengan membawa lembar tersebut. Biaya pembuatan visa hanya akan ditarik saat visa disetujui (baik sekali pemerintah Jepang ini) dan dibayarkan saat pengambilan.

After You Apply

Setelah memasukkan aplikasi ada beberapa hal yang masih perlu dilakukan, antara lain :

  • Berdoa sekuat tenaga supaya visanya diterima.
  • Mengecek proses permohonan visa. Proses pembuatan visa memakan waktu empat hari kerja, semisal aplikasi visa dimasukkan pada hari Senin, maka permohonan bisa dicek pada hari Kamis. Cara mengeceknya mudah saja, pemohon cukup menelepon pihak Konjen untuk memastikan apakah permohonan visanya sudah selesai atau belum berdasarkan nomor aplikasi pada lembar pengambilan.
  • Menjaga lembar pengambilan dengan baik. Simpanlah baik-baik tanda bukti pengambilan paspor (resi). Bila resi hilang, maka pemohon sendiri yang harus datang mengambil dengan membawa Surat Pernyataan yang ditanda tangani oleh pemohon dan bukti identitas diri. Pemohon disarankan untuk menghubungi kantor Konjen ketika kehilangan resi tersebut supaya tidak disalahgunakan oleh orang lain.
  • Mempersiapkan biaya pembuatan visa. Terhitung mulai tanggal 1 April 2013, biaya Visa berubah menjadi Rp. 350.000 untuk visa Single Entry, Rp. 700.000 untuk Multiple Entry dan Rp. 80.000 untuk Visa Transit.

Sedikit Cerita

Sebagai pegawai kantoran dengan jadwal cuti yang ketat, saya hanya punya waktu 1 hari untuk mengurus permohonan visa ini. Just one shot, so I should give the best shot.

09.30 : Payahnya walaupun berangkat dari Malang sudah pagi, sampai di kantor Konjen Surabaya jam sudah menunjukkan pukul 09.30 soalnya masih pakai acara kesasar mencari alamatnya. Sampai didepan kantornya pun masih ragu, karena bentuknya seperti rumah biasa dengan pagar rapat dan penjagaan yang ketat. Apalagi saat itu kantornya tampak sepi seperti tidak ada aktivitas.Setelah masuk kedalam ternyata sudah pada ramai dengan antrian. Waktu itu saya masih tenang karena sudah PD dengan aplikasi saya, toh saya masih punya waktu 2 jam sebelum jam 11.30. Waktu duduk sambil iseng-iseng melihat-lihat lembar pengumuman yang tertempel, udah mulai sedikit keder waktu secara tidak sengaja melihat pengumuman tentang spesifikasi foto yang dimaksud. Ah, biarlah wong foto saya cuman beda-beda dikitlah.

10.00 : Giliran dipanggil dan menyerahkan dokumen, makin lemes aja melihat petugasnya udah mencoret-coret formulir aplikasi saya sambil menerangkan ini itu yang perlu diperbaiki dan makin lemes ketika dia meminta foto ulang sambil menyerahkan peta studio foto yang dimaksud.

10.15 : Mulai jalan ke Studio Foto. Untung saja antrian di studionya tidak banyak, hanya satu orang dan kemudian kami dipersilahkan masuk. Jepret-jepret senyum sedikit, bayar dan disuruh menunggu kurang lebih 1 jam. Untung juga di studio ini tersedia juga jasa fotokopi. Jadi sambil menunggu fotonya jadi, saya menulis kembali formulir aplikasi dan detail itinerary dan mengfotokopi ulang semua berkas pendukung ke kertas A4.

11.15 : Foto sudah jadi dan berkas suami sudah siap, tinggal berkas saya yang belum. Akhirnya untuk mengejar waktu kami cepat-cepat jalan kaki kembali ke kantor Konjen dengan berkas saya belum siap sama sekali.

11.20 :Terengah-engah dan kepanasan karena jalan cepat ditengah hari, sampai di Kantor Konjen, diperiksa lagi, menulis buku tamu lagi dan discan lagi oleh satpam.

11.25 : Tempat apply visa sudah sepi sekali hanya tinggal kita berdua, suami cepat-cepat memasukkan berkasnya dan saya cepat-cepat menyiapkan berkas saya. 5 menit terstress dalam hidup saya, ketika petugas bertanya kepada suami mana berkas saya, dengan stress juga dia menjawab itu masih disiapkan.

11.30 : Berkas saya selesai dan cepat-cepat lari ke loket untuk menyerahkan dokumen tersebut. Untung saja petugasnya baik hati dan mau menunggu. Setelah diterima dan diperiksa, mulailah sedikit sesi wawancara. Setelah semua berkas oke, betapa leganya saya ketika si mbak menyerahkan lembar pengambilan. Wah, akhirnya bisa selesai tepat waktu juga.

Didasari pengalaman inilah saya berkeinginan menuliskannya di Blog supaya teman-teman sesama traveler tidak stress dan jantungan seperti yang saya alami. Tapi semua itu berbuah manis ketika empat hari kemudian paspor saya diambil dengan visa Jepang tertempel manis didalamnya :).

Contoh Visa Jepang (Foto Pemegang Visa Berada di Bundaran Kiri)

Contoh Visa Jepang (Foto Pemegang Visa Berada di Tempat Kosong Sebelah Kiri)

About these ads
 
52 Comments

Posted by on May 28, 2013 in Jepang, Panduan

 

Tags: ,

52 responses to “Berburu Visa Jepang

  1. mila said

    May 28, 2013 at 3:29 pm

    wuih asik, mau ke Jepang hihihiiyy

     
    • aremaronny

      May 29, 2013 at 6:28 am

      He he he udah dong Maret kemarin..BTW mil, waktu kamu ke Shanghai itu ikut tur kah?

       
    • Hanggar PS

      July 17, 2013 at 8:22 am

      asyiknya jalan jalan ke jepang

       
      • aremaronny

        July 18, 2013 at 1:27 pm

        Alhamdulillah iya mas…blognya keren juga :)

         
      • Hanggar PS

        July 18, 2013 at 2:54 pm

        makasihhh atas kunjungan baliknya

         
  2. omnduut

    May 28, 2013 at 5:03 pm

    Sangat detail. Terima kasih atas informasinya mbak :)

     
    • aremaronny

      May 29, 2013 at 6:39 am

      Terima kasih om ndut..

       
  3. JIM ROCK

    May 29, 2013 at 2:05 pm

    matursuwun infonya mbak :D

     
    • aremaronny

      May 30, 2013 at 7:34 am

      Sama-sama mas Jim

       
  4. mahadewi

    June 5, 2013 at 11:58 pm

    wow,mbak vicky mau ke jepang? Kpn renc ?
    Sya terinspirasi bgt ke hongkong,macau n shenzhen gr2 mbaca tulisan mbak..mudah2an sgra terlaksna..
    Ditggu huru haranya di jepang ya mbak..

     
    • aremaronny

      June 6, 2013 at 8:12 am

      Sudah selesai mbak Mahadewi, sekarang tinggal nulis artikelnya yang belum. Jepang seru banget mbak, once in a life time you should go there

       
  5. Nurul

    June 27, 2013 at 1:25 pm

    Halo Mbak Vicky , baru baca kalau per 1 Juli 2013 ke Jepang bebas visa untuk kunjungan singkat max. 15 hari …. jadi nggak mengalami deg-deg plas kayak mbak dech kalau mau ke sana he3

     
    • aremaronny

      July 2, 2013 at 5:58 pm

      Sayangnya masih berlaku untuk Malaysia dan Thailand saja mbak Nurul. Tapi sebelum apply mohon dicek dulu ke kedutaan Jepang siapa tahu peraturannya sudah berubah.

       
  6. desy

    July 3, 2013 at 11:57 am

    mbak vicky…ikutan stress nih baca pengajuan visanya mbak…hehehe apalagi 5 menit terakhir…

     
    • aremaronny

      July 3, 2013 at 7:21 pm

      He he he..makanya saya tulis disini supaya stressnya tidak menular dan pembaca jadi lebih ‘prepare’ dibanding saya :).

       
  7. Tony

    July 22, 2013 at 1:35 am

    Menambahkan sedikit:
    Pada saat wawancara di kedutaan/konjen, JANGAN berbohong! Akan ketahuan pada pertanyaan2 berikutnya. Kadang pertanyaan yg sama diulang dengan konteks yg berbeda.
    Untuk suami istri pada saat wawancara akan dipanggil berbarengan. Ini akan mempermudah wawancara saat yg satu macet (ga bisa jawab, gugup, dsb) pasangannya bisa meng-cover (seperti Mbak Vicky ini).
    Pemeriksaan syarat visa Jepang memang menurut saya lebih detail dibanding negara lain, termasuk itinerary yang kita buat benar2 mereka periksa
    Juga apakah bukti budget yang kita masukkan sesuai (masuk akal) dengan itinerary yg kita buat.
    Jadi jangan misalnya apply atas biaya sendiri cuma punya bukti rekening 2 juta, tapi di itinerary tertulis mau ke Disneyland, keliling danau Kawaguchiko, naik Gunung Fuji, nginep di hotel (bukan hostel), nonton konser AKB48 (!!!) trus nyobain naik Shinkansen juga. Jelas visanya bakal ditolak. hehehe… :D

     
    • aremaronny

      July 22, 2013 at 3:17 pm

      Betul itu mas Tonny. Orang sering bertanya kepada saya, kok visanya ditolak sedang punya temannya diterima? padahal semuanya sama. Tapi menurut saya tidak mungkin ada dua aplikasi yang persis sama tapi satunya ditolak dan satunya diterima. Pasti ada bedanya. Satu lagi orang sering meremehkan masalah itenerary ini, jadi saya sangat berterimakasih karena mas Tonny mau mengingatkan kembali disini.

       
  8. nisamama

    August 18, 2013 at 9:20 am

    lengkap banget ulasannya mba. bermanfaat banget nih. saya pernah undang ibu saya ke jepang (karena saya tinggal di jepang, jd undang ibu pake visa kunjungan keluarga). untungnya lancar urusannya ga pake wawancara malah. tapi sempet tersendat waktu di bandara jepang karena ibu saya ga bisa bahasa jepang dan inggris, hihihi. untung ada no kontak suami sebagai penjamin ibu selama di jepang, jd alhamdulillah lolos. :D

     
    • aremaronny

      August 18, 2013 at 9:46 am

      He he iya nih mama Nisa, baru tahu juga kalau mama berdomisili di Jepang. Apalagi info soal Jepangnya komplit banget di blog. Coba saya nemunya sebelum pergi yah :)

       
      • nisamama

        August 18, 2013 at 10:38 am

        aih, masih belum bisa nulis se-komlpit mba viky. keren mb ulasannya. :)

         
      • aremaronny

        August 18, 2013 at 8:03 pm

        He he he..saya malah terpesona sama tulisan mama Nisa yang sederhana Walaupun topiknya juga sederhana tapi menambah wawasan seperti postingan tentang membawa sampah pribadi pulang ke rumah. Yang jelas nanti kalau pulang ke Indonesia, kebiasaan-kebiasaan yang baik di Jepang dibawa pulang juga mbak. Biar Nisa juga tetap terbiasa dan tumbuh menjadi anak yang juga sadar lingkungan.

         
  9. Nurul NOE

    August 19, 2013 at 12:07 pm

    di bookmark, ke jepangnya entah kapan tapi :D

     
    • aremaronny

      August 19, 2013 at 7:14 pm

      He he he…mimpi adalah kekuatan terdahsyat dan bila dibarengi dengan usaha dan doa Insyallah pasti akan terwujud.

       
  10. Devyn

    October 2, 2013 at 7:13 pm

    mba vicky…artikelnya sangat membantu sekali.
    saya Insya Allah saya akan mengurus visa jepangnya Februari thn depan di konsulat jepang di denpasar.
    saya mau tanya mba, kalau seperti saya yang pekerjaannya bukan pegawai tapi wirausaha ,
    untuk surat keterangan kerjanya bagaimana ya?
    apa cukup hanya melampirkan SIUP,TDP dan NPWP ?
    mohon infonya ya mba vicky, makasiih

     
    • aremaronny

      October 3, 2013 at 12:16 pm

      Cukup melampirkan SIUP, TDP dan NPWP, kalau mbak tidak punya bisa bikin surat keterangan kerja dari perusahaan mbak sendiri. Sebutkan saja jabatannya sebagai General Manager atau Direktur, nanti bagian HRDnya minta menanda tangani surat tersebut.

       
  11. Neni

    October 31, 2013 at 2:04 pm

    Mbak kapan mau Jeju Island saya tunggu artikel nya…. saya pengen ke sana tapi nunggu pengalaman mbak dulu biar mantap…

     
    • aremaronny

      November 5, 2013 at 7:04 pm

      He he sayang saya belum ada rencana ke Korea dalam waktu dekat, tapi siapa tahu ya Allah berkehendak mengirim saya kesana :)

       
  12. shana

    December 13, 2013 at 7:43 pm

    Mba saya mo tnya
    saya ud pesen tiket pp
    D jepang selama 18 harii
    Kira kita tabungan uang mesti brp juta ya….
    Apakah deposito bsa diperhitungkan?

     
    • aremaronny

      December 14, 2013 at 9:34 am

      Dibikin hitungan kasar saja mbak kira-kira 1 juta perhari.

       
  13. devyn

    January 26, 2014 at 10:28 am

    mba vicky….daku tanya lagi yaa…
    untuk yang berkerudung, pas fotonya apa di perbolehkan tetap berkerudung tapi cuman terlihat wajah saja ( telinga dan leher tetap tertutup ) mohon infonya yaa
    makasiih

     
    • aremaronny

      January 27, 2014 at 4:17 pm

      Nggak apa-apa fotonya tetep pakai kerudung mbak.

       
  14. Theresia Intan

    February 17, 2014 at 6:21 pm

    Wow mbak, infonya okeee banget nih mbak. Kebetulan bulan Juli aku dan kakak perempuanku berencana ke Jepang. Tapi ada kendala nih mengenai bukti keuangannya.

    Kakak perempuanku saat pulang ke Jakarta nanti bulan Juni baru selesai dari studi S2nya di US dan pastinya ga punya tabungan di Jakarta dan belum bekerja. Sedangkan aku sendiri juga bekerja di perusahaan orangtua.
    1. Nah bukti keuangannya lebih baik pakai buku tabungan orang tua (yang sebenarnya memang penanggung seluruh biaya perjalanan) atau pakai buku tabungan saya saja yang menunjukkan saya sebagai pemohon yang menanggung biaya saya sendiri dan kakak perempuan saya?
    2. Dan untuk status kakak perempuan saya juga masih bisa digolongkan pelajar ga ya saat isi form aplikasi pengajuan visanya?
    3. Saya masih butuh surat keterangan kerja dari perusahan orangtuakah (karena saya kerja di perusahaan orangtua)?
    4. Kalo mau mengajukan visa awal bulan Juni dan perginya awal bulan Juli terlalu mepet ga ya gan?

    Oh ya, situasinya kedua orangtua TIDAK IKUT serta dalam travel kami ke Jepang.
    Mohon pencerahannya ya mbak vicky ;)
    Arigatou gozaimasu!

     
    • aremaronny

      February 20, 2014 at 7:03 pm

      Halo mbak Theresia Intan :\
      1. Apakah keadaan tabungan mbak lebih baik daripada punya ortu, kalau punya mbak lebih baik aliran kasnya mending memang pakai buku tabungan mbak sendiri. Selain itu mbak juga membuat surat sponsor kalau mbak atau ortu (kalau pakai buku tabungan ortu) yang akan menanggung semua biaya perjalanan.
      2. Kalau statusnya disebutkan pelajar biasanya mereka minta surat keterangan sebagai mahasiswa atau pelajar. Apakah saat itu masih menungkinkan untuk mendapatkan surat keterangan?. Kalau tidak memungkinkan mending dibuatkan surat keterangan kerja saja dari perusahaan ortu.
      3. Sebaiknya tetap pakai surat keterangan kerja mbak, supaya mereka mantap kalau mbak tidak akan tinggal di Jepang dan mencari pekerjaan.
      4. Saya kira waktunya cukup.
      Iya tidak apa-apa orang tua tidak ikut, asal mbak berdua sudah cukup umur (diatas 17 tahun). Kalau dibawah umur tersebut masih butuk surat ijin dari orang tua.

       
  15. Dini

    February 18, 2014 at 10:44 am

    Hi Mba Vicky, aku mau tanya soal itinerary… Di itinerary Mba , salah satunya Mba menyebutkan “Bus to Tokyo”. Waktu itu Mba ditanya soal booking-an bus nya ga yah?

    Thanks yah :)

     
    • aremaronny

      February 20, 2014 at 7:09 pm

      Untungnya tidak ditanya, karena saat mengajukan visa itu saya sebenarnya belum pesan bisnya sama sekali :)

       
  16. devyn

    February 22, 2014 at 11:50 pm

    mba vicky…makasih banyak yaa atas infonya, ngebantu banget untuk aku yang belum pernah ngurus visa :)
    akhirnya aku dapet juga visa jepang, gak sabar nih nunggu tgl 3 april.
    thanks banget..

     
    • aremaronny

      February 23, 2014 at 8:10 am

      Wah jadi ikutan seneng juga, saya selalu ikut excited kalau ada yang mau berangkat traveling, cuman melihat orang pergi ke bandara, terminal atau stasiun aja sudah ikutan seneng..nggak tahu kenapa..he he he

       
  17. alterina

    February 26, 2014 at 11:44 am

    mbak vicky untuk kelengkapan pembuatan visa untuk anak2 saya yang masih SMP dan SD harus buat surat keterangan pelajar juga ya mba.. ? Lalu surat keterangan pelajar dan surat keterangan bekerja harus dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia ? Rencananya saya ke Jepang tgl 18 Juni 2014 …. visa bisa saya urus sekarang atau dekat waktu berangkat ?… Maaf ya mba nanya nya panjang banget nih…maklum perdana ngurus visanya….makasih ya mbaaa……

     
    • aremaronny

      February 28, 2014 at 9:35 am

      Halo mbak Alterina…sayang saya tidak punya pengalaman mengurus visa bila anak-anak ikut. Tapi untuk amannya mending buat saja surat keterangan belajar. Surat-surat tersebut harus dalam Bahasa Inggris. Visa mending diurus jauh-jauh hari mbak, paling tidak 3 hari sebelum tanggal berangkat.

       
  18. Rusmini

    April 13, 2014 at 9:36 am

    Mba vicky… Insya Allah akhir Mei nanti mau ke Jepang dan minggu depan baru mau urus visa. kebetulan saya nyontek abis ittin mba vicky. Yang jadi pertanyaan di form visa aplikasi hanya ada 2 name and address hotel yang diisi sedangkan aslinya khan kita nginap di 3 tempat yaitu Kyoto, Osaka dan Tokyo. Nah yang satu lagi tulis dimana ya? Trus di Purpose of visit ti Japan kita tulisnya apa? Travelling aja?

     
    • aremaronny

      April 14, 2014 at 1:59 pm

      Nggak usah ditulis semua mbak, tulis aja yang pertama kali ditinggali. Kecuali di form itinerary memang mesti ditulis lengkap. Purpose of visit tulis aja holiday :)

       
  19. Gilang Prama Putra

    May 16, 2014 at 1:25 pm

    Halo mba vicky, blognya sangat bermanfaat dan menarik sekali. ada beberapa yang ingin saya tanyakan mba mengenai dokumen bekenaan dengan biaya perjalanan.

    saya bersama teman saya (masih pelajar/mahasiswa) berencana apply visa ke jepang, apakah saya dapat menjadi penanggung jawab keuangan untuk teman saya juga?
    dan bukti dokumen seperti apakah yang bisa saya gunakan untuk membuktikan hubungan dengan teman saya?

    terima kasih banyak mba, pencerahannya sangat saya nantikan.

    cheers
    Gilang P

     
    • aremaronny

      May 29, 2014 at 1:56 pm

      Sepertinya tidak bisa mas Gilang, kalau bisa sih ada bukti kekerabatan atau kalau tidak seperti pegawai yang biaya perjalanannya di tanggung perusahaan. Lain ceritanya kalau dari Jepang ada teman yang invite.

       
  20. sandra hadjoh

    May 27, 2014 at 4:20 pm

    Mba Vicky, tulisannya membantu sekali. Saya rencana mau mengajukan visa bulan Juni nanti utk keberangkatan akhir Juli. Di form visa halaman 2 tentang guarantor dan inviter itu tidak ada yang saya isi (karena atas biaya sendiri) kecuali mark x untuk pertanyaan2 di bawah. Pertanyaannya adalah apakah saya harus mengisi NONE atau dibiarkan kosong? Terima kasih sebelumnya Mba :)

     
    • aremaronny

      May 29, 2014 at 2:06 pm

      Terima kasih mbak Sandra. Lebih baik ditulis None aja mbak. Semoga visanya approve yah…

       
    • aremaronny

      June 18, 2014 at 5:06 pm

      He he tapi masih ada syarat dan ketentuan berlaku ya mas Tonny…..Tapi apapun itu tetep Alhamdulillah…

       
      • Jason Carlo

        July 8, 2014 at 1:59 pm

        Mbak vicky udah pernah ke Korea belum? Kira2 pembuatan visa korea sama ya dengan jepang?

         
      • aremaronny

        July 8, 2014 at 5:41 pm

        Sayang saya belum pernah ke Korea mas Jason, tapi kalau baca-baca di internet sepertinya tidak jauh-jauh dari visa ini.

         
  21. reza

    July 12, 2014 at 8:33 am

    ibu apakah diminta menunjukan dokumen asli ktp untuk bukti keabsahan?

     
    • aremaronny

      July 14, 2014 at 9:09 pm

      Seingat saya waktu itu kok tidak diminta tunjukkan yah mas Reza :)

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 170 other followers

%d bloggers like this: