RSS

Hari Ke – 7 (Macau)

22 Dec

Oleh : Vicky Kurniawan

Unik dan cantik. Itulah kesan pertama yang saya dapat ketika menginjakkan kaki di Macau. Kota yang dijuluki “The Vegas of The East” ini memiliki percampuran budaya timur dan barat yang unik antara Cina dan Portugis. Semua nama jalan dan istilah-istilah masih menggunakan bahasa Portugis begitu juga dengan bentuk jalan, bangunan dan taman-taman kotanya. Semua itu bercampur aduk dengan kuil dan kelenteng Cina serta bahasa Kanton yang juga mendominasi kota ini. Perpaduan unik inilah yang membuatnya cantik. Tidak heran kalau Unesco sampai mengakuinya sebagai salah satu World Heritage Site.

Salah Satu Sudut Senado Square

Macau terdiri dari tiga bagian, pertama adalah Macau Peninsula yang menjadi satu dengan daratan Cina di sebelah utara. Di bagian tengah adalah pulau Taipa yang tersambung dengan Peninsula melalui tiga jembatan penghubung : Macau-Taipa Bridge (dengan panjang 2.5 km), Friendship Bridge (panjang 4,5 km) dan jembatan anti typhoon Sai Van Bridge yang panjangnya 2.2 km.Bagian terakhir dari Macau adalah Coloane Island yang tersambung dengan Taipa berkat adanya tanah reklamasi yang dinamai Cotai.

Ruins of The Church of St. Paul

Sisa bangunan gereja yang menjadi ikon Macau ini adalah tempat pertama yang saya datangi hari ini. Cabut dari hostel sekitar jam 8 pagi hanya perlu waktu 30 menit berjalan kaki dan enaknya tidak perlu bolak-balik melihat peta karena penunjuk jalan tersebar dimana-mana. Sebagai negara yang setengah GDP-nya berasal dari tourism, Macau memang mempersiapkan diri sebagai negara wisata. Selain petunjuk jalan yang lengkap, peta dan brosur-brosur wisata dalam berbagai versi bahasa juga gampang didapat. Yang mengherankan mereka bahkan menerbitkan pamflet peringatan yang ditulis dalam Bahasa Indonesia (bukan bahasa Melayu lho!). Walaupun beberapa ejaannya salah tapi isinya masih bisa dimengerti. Setelah 6 hari tidak menemukan tulisan lain selain Inggris dan Kanton surprise banget waktu nemu pamflet model gini :).

Pamflet Berbahasa Indonesia

Balik lagi ke Ruins of St. Paul, dibangun pada abad ke 16 gereja ini dulunya merupakan gereja Katolik terbesar di Asia sehingga para jutawan Eropa saling berlomba memberikan hadiah terbaik bagi gereja ini. Tapi dengan menurunnya peran Macau sebagai pelabuhan penting, harta kekayaan gereja lama kelamaan habis dan akhirnya gereja ini habis terbakar pada saat typhoon menyerang yang hanya menyisakan tangga dan dinding depan gereja. Saat ini sisa reruntuhannya sudah direstorasi dan dijadikan museum sedangkan dinding depannya dibiarkan tegak seperti aslinya dengan ditopang besi baja dan beton dari belakang. Di bagian belakang tersebut terdapat tangga yang memungkinkan orang naik ke atas dan melemparkan koin dari jendela sebagai tanda keberuntungan.

Bagian Depan dan Belakang Ruins of St Paul

Setelah melewati sebuah pelataran yang luas dan menuruni beberapa anak tangga, dibagian belakang gereja terdapat Museum of Sacred Art & Crypt. Museum ini menyimpan lukisan, patung dan koleksi bersejarah baik dari sisa-sisa peninggalan gereja St. Paul maupun beberapa gereja lain di Macau. Sedangkan di the Crypt terdapat makam pendiri gereja St. Paul dan disepanjang dindingnya tersimpan sisa tulang belulang para martir berkebangsaan Jepang dan Vietnam yang mati disalib di Nagasaki karena memeluk agama Katolik. Tiket masuk museum ini adalah gratis

Makanan Khas Macau

Turun dari Ruins of St. Paul, kami mampir di beberapa pastelaria di ujung tangga gereja. Sebenarnya di Rua de Felicidade dekat hostel menawarkan lebih banyak pilihan, karena di jalan tersebut terdapat banyak pastelaria dari yang terkenal sampai yang tidak. Tetapi siapa yang bisa menampik godaan pagi-pagi makan Macau Egg Tart yang hangat fresh from the Oven?. Banyak yang merekomendasikan membeli Egg Tart di Margaret’s Café & Nata dan Lord Stow’s Café. Tapi bila tidak sempat mampir ke cafe-cafe itu Egg Tart dari Pastelaria Koi Kei sudah cukup enak.

Lord Stow's Egg Tart dan Bagian Depan Margaret's Café e Nata

Setiap pastelaria di Macau memang memiliki spesialisasi sendiri-sendiri. Tiga pastelaria yang paling ngetop di Macau adalah Koi Kei, terkenal dengan Phoenix Rolls (parutan daging babi yang dibungkus rumput laut) dan permen kacangnya. Kemudian Choi Heong Yuen, yang terkenal dengan biskuit Almond-nya. Terakhir ada Pun Veng Kei yang walaupun tidak semenyolok kedua pastelaria yang lain merupakan spesialis pembuat Egg Crisp terenak di Macau. Anehnya selain menjual kue, pastelaria-pastelaria itu juga menjual berbagai macam dendeng daging terutama dendeng daging babi manis. Yang membelipun sampai berkerumun bikin penasaran aja :). Pastelaria Koi Kei dan Choi Heong Yuen memiliki cabang dimana-mana. Selain di Rua Felicidade dan Rua St. Paul juga terdapat di Venetian Casino dan Macau Airport. Jadi kalau tidak sempat mampir di salah satu tempat itu masih ada harapan terakhir untuk membeli kue-kue khas Macau itu di bandara.

Serradura (Kiri), African Chicken (Kanan Atas), Bacalhau (Kanan Kiri)

Selain Egg Tart, makanan khas Macau lainnya adalah African Chicken (ayam panggang yang dibumbui dengan saus dan rempah-rempah khas Portugis), Bacalhau (ikan Cod kering yang diimpor dari Portugis dan bisa dimasak dengan berbagai cara dipanggang, dibakar, direbus atau dikukus). Sebagai makanan penutup spesialisasinya adalah Serradura, puding creme lembut yang terbuat dari putih telur dan remah-remah biskuit. Biasanya disajikan dengan buah-buahan untuk memperkuat rasa. Makanan-makanan khas Macau tersebut dapat dijumpai di restoran-restoran di sekitar Largo Do Senado, di bagian Selatan Avenida da Praia Grande, sepanjang Rua do Almirante Sérgioin dan area di Rua de Cunha.

Largo do Senado

Dari Ruins of St. Paul kami berjalan turun ke arah Senado Square, satu dari empat alun-alun terbesar di Macau. Alun-alun cantik ini di paving dengan gaya tradisional Portugis yang berpola. Dikelilingi oleh gedung-gedung kuno bergaya neo klasik yang terawat dengan baik, square ini menjadi tempat yang paling populer untuk menggelar berbagai macam public events dan perayaan. Dalam perjalanan turun kami menyempatkan berfoto di depan St. Dominic’s Church, satu dari tiga gereja tertua di Macau yang berasitektur unik dengan pintu dan jendela hijaunya. Di Senado Square sendiri banyak bangunan cantik yang fotogenik antara lain : Leal Senado Building, Holy House of Mercy, General Post Office dan Macau Tourism Centre.

Suasana Senado Square

Setelah duduk-duduk sejenak di Senado Square sambil makan (lagi-lagi!) egg tart, kami jalan kaki ke Avenida do Infante Dom Henrique menuju halte bis untuk naik bis no. 10 A menuju Macau Fisherman’s Wharf.

Macau Fisherman’s Wharf

Macau Fisherman’s Wharf merupakan theme park sekaligus shopping centre, hotel dan restoran yang dibuat seperti Euramerican Fisherman’s Wharf. Menempati lahan seluas kurang lebih 12 ha dengan 40% lahannya berasal dari reklamasi laut, tempat ini merupakan theme park pertama di Macau.  Dengan berbagai perbedaan karakteristik theme park ini membagi areanya menjadi tiga bagian : Dynasty Wharf, yang menampilkan sejarah dan budaya Cina. Semua bangunan di area ini dibangun mengikuti era Dinasti Tang. East Meets West yang mencampur tradisi timur dan barat. Didalamnya terdapat Vulcania, gunung berapi buatan setinggi 40 meter yang “erupsi” setiap malam serta Aladdin’s Fort, benteng bergaya Arab yang merupakan arena bermain anak-anak. Area ketiga adalah Legend Wharf yang dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas rekreasi seperti Games Center, toko, hotel, restoran dan kasino yang bertema kota-kota dunia termasuk Miami, Cape Town, Venice, Spanyol, Portugal dan Italia.

Dynasty Wharf (Kiri Atas), Vulcania (Kanan Atas), Legend Wharf (Kiri Bawah)

Menurut saya pribadi, theme park ini tidak begitu menarik. Detail desain dari setiap wahananya memang bagus tapi serasa tidak nyambung dengan permainannya. Dan saking banyaknya tema yang diusung (Cina, Arab, Eropa) malah jadi kurang bagus dan makin terasa tidak nyambungnya seperti theme park yang kehilangan tema. Tiket masuk gratis memang menjadi daya tarik tersendiri tetapi bila kita hanya punya waktu sehari di Macau lebih baik tempat ini dilewati saja. Website resmi Macau Fisherman’s Wharf dapat dilihat disini. Setelah hampir 1 jam mengelilingi tempat ini tepat jam 11.00 kami menyeberang jalan ke halte bus tempat kami turun tadi dan naik bus no. 3A atau 10 A menuju ferry terminal.

City of Dreams

Turun di ferry terminal, kami naik shuttle bus gratis milik City of Dreams yang terletak di Cotai Strip. City of Dreams adalah properti seluas 3.9 hektar yang berisi gabungan hotel, casino, apartemen,restoran dan pusat perbelanjaan. Begitu turun di lobbynya, mau tidak mau kita akan terkesima dengan Vquarium-nya, dinding video sepanjang 19 mt dengan tinggi 6.7 mt ini merubah lobi hotel menjadi sebuah akuarium raksasa yang luas. Didalamnya terdapat pemandangan bawah laut dengan mahluk-mahluk laut yang berseliweran kesana kemari dan bermain bersama putri-putri duyung yang super seksi !. Putri duyungnya sebesar ukuran manusia dewasa dan saking seksinya saya saja sampai terganga melihatnya :).

Putri Duyung Di City Of Dreams

Puas melihat tarian putri duyung, kami menuju Bubble Theater  (terletak di lantai 1) untuk melihat The Bubble Show yang kali ini menampilkan judul “The Dragon Trasure”. Tiket masuknya MOP30 atau gratis bagi tamu hotel dan orang-orang yang telah berbelanja sebesar MOP100 di City of Dreams. Pertunjukkannya memang hanya berlangsung selama 15 menit tetapi begitu mengesankan. Dalam Bubble Theater ini tidak disediakan tempat duduk, jadi penonton berdiri supaya bisa dengan bebas memutar-mutar badan mengikuti pertunjukkan. Maklum layarnya berada dilangit-langit dan di sekeliling kita memberikan kesan seolah-olah penonton terlibat di dalamnya. Website resmi The Bubble Show dapat dilihat disini. Dari City of Dreams kami menyeberang jalan menuju The Venetian Resort Macau.

The Venetian Resort Macau

Kalau City of Dreams punya 3 hotel besar didalamnya, The Venetian malah punya 7. Dibangun persis seperti kakaknya The Venetian Las Vegas, resort ini memiliki desain interior yang unik mirip dengan kota Venesia dalam bentuk mini. Dalam resort ini terdapat tiruan Rialto Bridge, St. Mark’s Square, Grand Canals, Gondola, bahkan atap lobinyanya pun dilukis mirip seperti lukisan Michelangelo yang terkenal itu. Di pusat perbelanjaan The Grand Canal Shoppes lukisan atapnya berganti dengan lukisan awan-awan berarak yang membuat pengunjung serasa berada di luar ruangan. Di sepanjang jalan terdapat Carnivale Characters, Street Performers dan artis pantomim yang memberikan pertunjukan gratis bagi pengunjung.

Mini Venesia di Macau

Disamping desain interior yang unik, The Venetian Resort juga memiliki kasino terbesar di dunia dan seperti kasino-kasino lain di Macau, kasino ini tidak menetapkan peraturan yang ketat untuk masuk. Asal berusia 18 tahun keatas, tidak memotret, tidak memakai kaos singlet, celana pendek atau sandal jepit kita bisa bebas aja keluar masuk kasino.Tujuan utama kami sebenarnya adalah menonton sirkus Zaia, tapi sebelum membeli tiket kami sempatkan dulu mampir di kasinonya. Hanya kepingin tahu suasana dalamnya dan yang jelas sambil melihat-lihat kami bisa mencicipi minuman gratis yang tersedia di troley-troley :). Mereka yang berjudi kita yang untung dapat shuttle bus dan minuman gratis ! :).

Casino Di Venetian Resort Macau (Photo By : http://www.photomacau.com)

Pada tahun 2006, pendapatan judi Macau telah melampaui Las Vegas sebagai pusat judi dunia. Walaupun beberapa jenis permainannya berbeda dengan Las Vegas tapi prinsip dasarnya tetap sama, dalam jangka pendek akan menguntungkan penjudinya tapi dalam jangka panjang tentu saja akan menguntungkan kasinonya karena semakin lama kita berjudi kemungkinan menangnya akan lebih kecil (makanya tidak ada orang kaya dari berjudi :)). Beberapa jenis permainannya diambil dari barat seperti Baccarat, Blackjack dan Boule tapi ada juga yang diambil dari permainan judi Cina seperti Mah-jong, dan Faan-taan (hampir sama dengan roulette tapi papannya persegi bukan bundar).

Zaia – Cirque Du Soleil

Setelah melihat aksi para penjudi, kami keluar dari kasino dan berbekal penunjuk jalan mulai mencari theater Cirque Du Soleil yang terletak di South Lobby Level 1 berseberangan dengan Cafe Deco. Harga tiket pertunjukkan sirkus ini memang cukup mahal, kursi termurah berharga MOP 388 (sekitar 500 ribuan) tetapi kami cukup beruntung karena pada hari itu ada matinee show yang berharga diskon lebih dari 50%, harga normal MOP 388 menjadi MOP 188. Matinee show ini biasanya diadakan lebih awal (sekitar jam 5 sore) dan tidak setiap hari ada. Umumnya pertunjukkan ini digelar setiap akhir minggu dan yang lebih menyenangkan lagi cerita dan aksinya sama dengan pertunjukkan biasa. Jadwal dan harga tiket pertunjukkan Cirque Du Soleil dapat dicek disini.

Lobby dan Gerbang Masuk Cirque Du Soil

Pertunjukkannya berlangsung sekitar 90 menit yang terbagi menjadi 12 aksi sirkus, 2 diantaranya sirkus bergaya Cina yang mempertontonkan aksi barongsai dan naga terbang. Melibatkan kurang lebih 75 artis sirkus kelas dunia dan tata panggung yang canggih pertunjukkan ini memang terkesan megah. Walaupun demikian menurut saya pribadi pertunjukkannya kurang mengesankan, tidak se-spektakuler yang saya bayangkan dan sedikit membosankan (suami saya malah ngorok karena suasana yang adem dan gelap :)). Untuk tiket dengan harga diskon, pertunjukkannya cukup sesuai tapi kalau tidak dengan diskon yah pikir-pikir dulu…

Photo By : Red Dog Studio © 2008 Cirque du Soleil

Keluar dari teater Zaia sekitar jam 7 malam, perut yang keroncongan menuntun kami menuju Festivita Food Court yang terletak di Grand Canal Shoppes. Food Court ini memiliki 21 outlet dengan berbagai variasi harga dan jenis. Bila ingin mencicipi Macau Egg Tart bikinan Lord Stow disini juga terdapat cabangnya di Shop 2119a, Level 3, The Grand Canal Shoppes. Sehabis mengisi perut, kami berjalan-jalan disekitar kanal-kanal St. Mark’s Square untuk melihat orang-orang yang naik gondola. Gondoliernya kebanyakan berasal dari Philipina tapi suaranya benar-benar yahud konon seperti aslinya. Lumayanlah walaupun tidak ikut naik (karcisnya mahal) tapi masih bisa menikmati suara gondolier yang merdu. Informasi tentang Gondola Rides bisa diklik disini.

Food Court The Festivita

Jam menunjukkan pukul 9 malam ketika kami memutuskan untuk naik shuttle bus gratis The Venetian Resort ke ferry terminal yang dilanjutkan dengan naik bis No. 10 menuju hostel. Betul-betul hari yang melelahkan dan mengesankan. Tidak terasa besok sudah harus pulang. Jadi malam itu kami puas-puaskan berfoto kembali di Senado Square dan daerah-daerah sekitarnya. Sebelum balik ke hostel, kami mampir dulu di supermarket terdekat untuk menghabiskan saldo Macau Pass yang tersisa dengan membeli oleh-oleh.

Biaya Hari Ke-6

About these ads
 
55 Comments

Posted by on December 22, 2011 in Macau

 

Tags: , , , , , , ,

55 responses to “Hari Ke – 7 (Macau)

  1. mila

    December 23, 2011 at 8:37 am

    Macau cantik banget yah….kayaknya kota nya artificial banget gitu hihihiii….

     
    • aremaronny

      December 23, 2011 at 9:18 am

      Bener Mila..tengah-tengah jalan tiba-tiba nemu aja lorong kecil yang cantik seperti di Eropa…Trus tiba-tiba ada lorong yang kanan kirinya berisi rumah-rumah model mediterania kuno yang cantik..tiap kelokannya kota ini serasa menawarkan keindahan tersendiri..terutama area sekitar Largo De Senado.

       
      • rika

        August 29, 2012 at 4:59 pm

        Btw, itu ada budget beli tiket macau pass? Apaan ya maksudnya?

         
      • aremaronny

        August 30, 2012 at 11:10 am

        Halo mbak Rika..seluk beluk Macau pass bisa dilihat disini http://jejakvicky.wordpress.com/2011/12/12/hari-ke-6-shenzhen-macau

         
      • rika

        August 30, 2012 at 5:33 pm

        Makasi infonya, klo aq ke macau dr HK Island kan hrs naek Turbo Jet, trus aq dah buka web nya, ada ÿάΩǤ ngerti Ъ ya cr pemesanan lewat on line ato mending beli tiket langsung di plabuhan? (emang beneran ada diskon ya klo beli o line? ) Please Help.

         
  2. celli

    December 23, 2011 at 10:11 pm

    Wah,kalau ke macau dalam sehari bisa gx yah? soalnya saya sudah pesan hotel nya hanya di HK :(
    kalau untuk transportasi di macau bagaimana?

     
    • aremaronny

      December 24, 2011 at 10:08 am

      Bisa Celli tapi akan sangat capek. Untuk transportasi di Macau kalau ingin hemat mau nggak mau harus naik bis. Kalau waktumu hanya sehari tempat yang wajib kunjung adalah A-Ma Temple (sayang saya nggak sempat kesana), Macau Tower, Largo de Senado, Casino-Casino di Taipa dan tentu saja Ruins of St Paul.

       
  3. Fitness programs

    December 31, 2011 at 7:32 am

    An impressive share, I just given this onto a colleague who was doing a little analysis on this. And he in fact bought me breakfast because I found it for him.. smile. So let me reword that: Thnx for the treat! But yeah Thnkx for spending the time to discuss this, I feel strongly about it and love reading more on this topic. If possible, as you become expertise, would you mind updating your blog with more details? It is highly helpful for me. Big thumb up for this blog post!

     
    • aremaronny

      December 31, 2011 at 12:22 pm

      Thank you Lucy..I’ll do my best to update it..

       
  4. ishe

    January 2, 2012 at 3:16 pm

    selamat siang, ,maaf mba saya mau menanyakan ini perjalanan tahun berapa ya mba ? terimakasih ,

     
    • aremaronny

      January 2, 2012 at 6:24 pm

      Perjalanan ini berlangsung selama 8 hari dari 26 September 2011 s/d 3 Oktober 2011

       
  5. Iluminada Maldanado

    January 9, 2012 at 10:52 am

    I appreciate, cause I found exactly what I was looking for. You’ve ended my four day long hunt! God Bless you man. Have a great day. Bye

     
  6. bheboth

    May 8, 2012 at 4:05 pm

    mbak vicky..kalo dari HK mau explore Macau dalam 1 hari aja kira2 cukup ga ya? tapi aku bawa anakku siy, cape kali ya klo ga nginep? *dilema*

     
    • aremaronny

      May 8, 2012 at 6:22 pm

      Sebenarnya cukup mbak, tapi memang capek kalau nggak nginep. Ini mbak kukasih link catatan perjalanan temanku yang melaksanakan day trip ke Macau dari hongkong http://travelholic.blogspot.com/2010/11/first-time-to-hongkong-and-macau-day-2_07.html. Dia pulang dari Macau sampai jam 1 malam di Hongkong. Kalau pendapat saya sih lebih baik menginap, apalagi mbak pergi bawa si kecil.

       
      • bheboth

        May 9, 2012 at 10:08 am

        wah klo ngikutin temen mbak ampe jam 1 malem kynya ga tega..pengen liat beberapa tempat aja siy..khan sayang jg dah di HK tinggal nyebrang ya..hehe..thank u ya mbak infonya..*hugs*

         
      • Indra P Nugraha

        June 20, 2012 at 5:31 pm

        Makasih Mba’ Vicky

         
      • aremaronny

        June 20, 2012 at 7:44 pm

        Sama-sama Indra…

         
      • rika

        August 28, 2012 at 10:07 pm

        Ceritanya menarik banget. Aq suka banget. Btw , aq dah baca blog temen itu ÿάΩǤ 1 day at Macay, tapi Ъ ada info dia brangkat dr HK nya jam brapa, kok bisa sampe tgh malem br balik lg dr Macau menuju HK. Mnurut kamu, klo 1 day trip ke Macau, lbh baik jam brapa brangkat dr HK nya???

         
      • aremaronny

        August 29, 2012 at 7:11 am

        Kalau mau one day tour ke Macau mending berangkatnya pagi-pagi saja mbak..kalo bisa naik ferry yang paling pagi..yah sekitar jam 7 an lah…biar kelilingnya puas dan tidak tergesa-gesa..

         
  7. Indra P Nugraha

    June 20, 2012 at 5:36 pm

    Alhamdulillah udah dikasih kesempatan ngunjungin Lisbon, Portugal. Ternyata memang bener Mbak, banyak kemiripannya dengan Macau. Terutama daerah di sekitaran Largo de Senado.

     
    • aremaronny

      June 20, 2012 at 7:45 pm

      weee..kapan-kapan pengen juga kesana ndra..doakan ya!!…waktunya kira-kira nunggu kamu habis nikah deh ha ha ha

       
  8. Maria

    January 8, 2013 at 11:21 am

    Dear mbak, sorry aq mau perjelas largo de senado itu senado square? Maaf ya silly question :)

     
    • aremaronny

      January 9, 2013 at 6:39 am

      he he nggak apa-apa mbak. Largo de Senado itu sama dengan Senado Square.

       
      • eka sartika

        January 11, 2013 at 5:48 pm

        hallo mb…maaf yg kemarin blm ada balasan yg harike 7 shenzen macau mengenai
        voa dll…yg mau sy tanya sekarang klw nginap dishenzen huizhange hotel satu kamar buat 3 dewasa satu anak muat tdk atw perlu extra bed.mksh….

         
      • aremaronny

        January 12, 2013 at 12:34 pm

        Insyaallah cukup mbak, tapi harus ada yang rela tidur di sofa :). Semua pertanyaannya sudah saya jawab ya mbak, maaf karena sebelumnya ada yang terlewat :).

         
  9. luna

    January 29, 2013 at 12:43 pm

    salam kenal mbak vicky. mau nanya2 nih mbak apakah di macau ferry terminal ada tempat penitipan koper? atau mungkin mbak vicky bisa merekomendasikan tempat penitipan di macau yang lain. yhanks ya mbak

     
    • aremaronny

      January 29, 2013 at 2:41 pm

      Salam kenal juga mbak Luna, didekat tempat penukaran uang di arrivals level ada self-service lockers model koin. Tersedia 24 jam.

       
  10. Fetty Indria

    March 11, 2013 at 12:10 pm

    mba vicky, artikelnya berguna bgt!! luggage storage di macau ferry terminal kira2 berapaan yah mba? rencana penerbangan kl-macau pagi, mau jalan2 seharian tp ga bawa2 backpack. makasih sebelumnya :D

     
    • aremaronny

      March 16, 2013 at 8:25 pm

      Ada locker di arrivals dan departure level di Macau Ferry Terminal. Biayanya sekitar MOP 20 sampai 25 untuk 2 jam pertama tergantung ukuran dan tambahan MOP 20-25 untuk tiap 12 jam. Di departure level ada juga kantor left luggage yang buka dari jam 6.45 sampai jam 12 malam. Biayanya MOP 10 untuk 6 jam pertama dan MOP 10 sampai tengah malam selanjutnya perhari akan kena charge MOP 10 lagi.

       
  11. Fetty Indria

    March 18, 2013 at 9:32 am

    siipp, makasih ya mba infonya :)

     
    • aremaronny

      March 19, 2013 at 6:00 am

      Sama-sama mbak Fetty.

       
  12. vina

    May 31, 2013 at 11:41 pm

    mba vicky tanya lagi ya….HKD bisa dipake di macau? apa kita tukar MOP dari Indonesia atau tukar di HK? mna yg lebih baik? agar selisih kursnya tidak terlalu besar hehe….

     
    • aremaronny

      June 1, 2013 at 5:38 am

      Iya HKD bisa dipakai di Macau. Kalau saya sih prefer bawa dollar Amerika dari Indnesia mbak, lebih aman (kecuali di Jepang :)).

       
  13. vina

    June 20, 2013 at 7:49 am

    Mbak Vicky… kalo dari Hongkong ke Macau langsung caranya gimana ya mbak? Makasih sebelumnya ya mba Vicky, hehehe…

     
    • aremaronny

      June 20, 2013 at 12:21 pm

      Ada dua terminal ferry yang menjadi pangkalan menuju Macau, tergantung dari hotel yang mbak inapi, mbak bisa naik dari terminal Shun Tak di Sheung Wan, Hong Kong Island atau dari China Ferry Terminal di Tsim Sha Tsui (TST), Kowloon. Feery yang dari TST dioeprasikan oleh First Ferry dan yang dari Hongkong Island dioperasikan oleh Turbojet.

       
      • Vina

        June 22, 2013 at 8:46 pm

        Saya dari Tsim Sha Tsui mbak… Makasih banyak info nya ya mbak vicky…

         
      • aremaronny

        June 23, 2013 at 5:54 am

        Sama-sama mbak Vina..semoga perjalanannya lancar yah…

         
  14. Diah

    September 8, 2013 at 4:37 pm

    mbak di macau hotel yang murmer lokasi bagus di mana ya.. trimakasih banyak…

     
    • aremaronny

      September 9, 2013 at 7:51 pm

      Di Macau jarang hotel murah mbak kecuali Sanva. Yang paling enak dengan harga terjangkau adalah Ole London Hotel

       
  15. yoza

    September 30, 2013 at 9:43 am

    Mbak vicky, kemarin saya ke hongkong shenzen dan macau dr tgl 19-24 september secara keseluruhan perjalanan saya cukup sukses karena sebagian besar berdasarkan ref iten nya mbak vicky,walaupun typhoon usagi level 8 sempet mampir semalam namun secara keseluruhan oke……tks y mbak vicky :)

     
    • aremaronny

      October 2, 2013 at 3:24 pm

      Sama-sama Yoza, senang sekali bisa membantu.

       
  16. fitri

    October 20, 2013 at 7:05 pm

    malam mbak vicky….

    mau tanya nih…pertunjukan the buble yg d city of dream itu jam brp mpe jam brp y? trus klo dr hotel venetian menuju bandara macau itu bisa pke bus gratis g? kira2 brp lama wktu perjlanannya?

    trima kasih

     
    • aremaronny

      October 22, 2013 at 1:43 pm

      Pertunjukkan dimulai jam 12.00 siang sampai jam 8 malam setiap 30 menit sekali. Dari Venetian ke Airport bisa naik bis gratis dengan lama perjalanan kira-kira 15 menit.

       
  17. lorent

    November 7, 2013 at 8:15 am

    siang Mbak Vicky,

    Mbak saya hari sabtu ini akan melakukan perjalanan ke hongkong. Rencananya saya akan di Macau 1 hari lalu kembali ke Hongkong karena tiket pulang saya dari HK-KL mbak..

    Yang saya ingin tanyakan adalah :

    1. Sesampainya di HK, saya akan naik bis ke Golden Crown di TST, koper nya bisa langsung dimasukkin ke bus or ada tempat untuk taruh koper di bus?

    2. Apakah bisa menitipkan koper kita di Golden Crown selama 1 malam ( ke Macau ) dan diambil keesokan paginya?

    3. Jika saya bawa koper ( size 20″ ) ke Macau, apakah bisa dibawa masuk ke Ferry atau ada bagasi khusus? Gratis atau bayar mbak?

    4. Saya dari Macau mau langsung ke Hongkong Airport (ini dikondisikan kalau tidak titip koper di hotel ), bagaimana cara nya ya Mbak? Tetap harus naik MTR? Kalau naik MTR bisa minta tolong diinformasikan jalurnya Mbak?

    Mohon maaf pertanyaan nya banyak ya mbak..

    Terima kasih atas bantuannya mbak

     
  18. lorent

    November 8, 2013 at 9:19 am

    Mbak Vicky,

    Terima kasih atas informasinya.. untuk ferry dari Macau ke HKIA menggunakan Turbojet.
    Apakah Turbojet tersedia di Macau Ferry Terminal atau ada di Macau Taipa juga Mbak? Karena kebetulan saya menginap di Lisboa.
    Macau Ferry Terminal ini sama dengan Maritime Ferry Terminal ya Mbak?

     
  19. lorent

    November 8, 2013 at 5:04 pm

    Mbak Vicky, tambahan pertanyaan lagi..kalo skypier itu kita pas naik ferry sama aja dengan sudah check in untuk pesawat yang kita tumpangi atau bagaimana ya? naiknya di macau ferry or taipa ferry terminal mbak?

    Terima kasih ya mbak

     
  20. shelvy

    April 22, 2014 at 4:33 pm

    Mba vicky, egg tart yg halal ada ? Di koi pastel ada varian apa aja ya

     
    • aremaronny

      April 23, 2014 at 1:07 pm

      Insyaallah halal. Variannya cuman satu macam.

       
  21. Awe Dewi

    April 27, 2014 at 10:30 am

    Mba Vicky….. salam kenal…….
    Mba…buln dpn tgl 20 – 26 mei 2014 (7 hari) saya rencana ke HK.
    Tiketnya JKT – HK – JKT , saya pengen ikutin persis ittenary nya mba vicky… hk – shenzen – macau , tp krn saya cuma 7 hr perjlnan jadi yg di shenzen paling 1 mlm nginap nya disana ( klo mba vicky 2 mlm ya) dan juga krn tiket pulg nya dr hk… maka abis dr macau brarti balik ke hk…. ada mslh gak ya di imigrasinya macau ke hk ? krn kan masuk nya dr shenzen.
    Maklum mba…saya agak khawatir ttg keimigrasian…. hehehe.

    Lalu klo dari macau ke hk , kapal fery yg paling terakhir jam brp ya…… soalnya mau puas2in dulu di macau ( rencananya 1mlm nginap di macau ). Dari macau apa ada rute yg mudah mnuju bandara hong kong mba? Krn pesawat pulang saya ke jkt itu jam 10 pagi dr HK airport , pengen nya dr macau ke hk tidak perlu nginep cari hostel lg gtu mba…. biar irit….hehehe. Mohon saran nya donk mba vicky……..

    Maaf mba klo pertnyaan pnjang…… trima kasih ya mba….. ( ditunggu saran nya)

    ♡ awe dewi ♡

     
  22. Christine

    September 16, 2014 at 11:34 am

    Artikel tentang Macau nya bagus. Ikutan lomba blog “Why Macau” yuk. Re – publish aja artikel ini. Hadiahnya jalan-jalan ke Macau dan iPhone 5c GRATIS!
    Yuk ikutan lomba blog ‘Why Macau’ di sini http://bit.ly/WhyMacau
    Submit sebelum 30 September 2014!

     
    • aremaronny

      September 17, 2014 at 6:38 am

      Wah terima kasih infonya ya mbka Christine…

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 184 other followers

%d bloggers like this: