RSS

Hari ke-6 (Hatyai-Penang)

27 Mar

Oleh : Vicky Kurniawan

Tanggal                       : 15 November 2010

Tempat Wisata            : Hatyai, Gurney Drive (Penang)

Penang - Georgetown

 

Perjalanan Ao Nang – Penang selama hampir 10 jam akan saya tempuh dengan menggunakan minivan (kalau di Indonesia seperti mobil travel-lah). Saya dijemput sekitar jam 06.30 pagi hari dan terpaksa membangunkan resepsionis hotel untuk check out. Maklum pada jam segitu keadaan sekitar masih sepi dan tidak banyak orang yang bangun. Rasanya berat hati meninggalkan pantai Ao Nang. Sebenarnya kalau ada waktu saya masih ingin menjelajahi Pantai Nopparat Thara yang terletak tidak jauh dari Ao Nang.

 

Dalam Minivan

 

Dalam perjalanan, minivan kami singgah di satu tempat pemberhentian untuk makan dan memberi kesempatan penumpang untuk melemaskan kaki. Saya sendiri sudah makan ayam bakar Ao Nang yang dibeli malam sebelumnya. Selama perjalanan keliling Thailand ini sebisa mungkin saya selalu berusaha mencoba makanan khasnya. Untungnya makanan Thailand cukup bisa diterima di lidah. Makanan-makanan khas yang sudah pernah saya coba antara lain:

  • Thai Pancake (Kanoom Krok), sejenis terang bulan tipis yang diisi berbagai rasa. Harganya cukup murah, sekitar 15-20 B dan banyak dijual di food stall pinggir jalan.

  • Pad Thai, sejenis kwetiau goreng isi daging ayam atau makanan laut yang di atasnya ditaburi kecambah dan kacang. Banyak di jual di food court dengan harga sekitar 20-30 B.

Pad Thai

  • Khao Pad, nasi goreng ala Thailand yang isinya bervariasi seperti udang, ayam, nanas

  • Tom Yam Kung, sup asam pedas berisi udang

Tom Yam Kung

 

Selain itu saya juga mencoba jagung manis rebus Thailand yang rasanya asin dan manis karena sebelum disajikan penjualnya mencelup jagung tersebut ke dalam air garam. Foto dari Super Stock ini mungkin bisa menggambarkan bagaimana cara orang Thailand berjualan jagung rebus.

 

Penjual Jagung Thailand

 

Pada dasarnya tidak sukar mencari makanan halal di Thailand. Biasanya ada tanda bulan bintang atau tulisan moslem food di gerobak atau di warungnya. Atau paling gampang, saya cari yang penjualnya yang berjilbab. Bila makan di food court, di setiap stand disediakan satu panci air panas untuk mensterilkan sendok dan garpu yang kita pakai. Mulanya bingung juga kenapa ada panci berisi air panas (untung nggak saya pakai untuk bikin kopi atau teh he he).

 

Salah Satu Penjual Halal Food

 

Selepas tengah hari, saya diturunkan di Hatyai. Kota yang terletak disebelah selatan Thailand ini ternyata cukup besar juga. Sebenarnya saya berencana menginap satu malam di Hatyai karena kebetulan ada teman yang tinggal disini. Tapi 1 minggu sebelum berangkat terjadi banjir besar di kawasan Thailand, termasuk Hatyai, sehingga rencana menginap batal karena rumah teman saya juga kebanjiran setinggi dada. Terakhir saya baca di koran kalau pemerintah Hatyai mengerahkan tentara dan penduduk kota untuk mengadakan pembersihan besar-besaran  pasca banjir. Hasilnya, saat saya berkunjung ke sana kotanya sudah bersih dan tidak tampak tanda-tanda telah terjadi banjir besar.

 

Salah Satu Sudut Kota Hatyai

 

Mulanya bingung juga, kok belum sampai di Penang sudah diturunkan. Mau berdebat dengan sopir yang tidak bisa berbahasa Inggris juga percuma. Akhirnya hanya bisa pasrah, ketika dia menurunkan tas saya dan menyuruh menunggu di kantor biro travelnya. Setelah satu jam menunggu (sampai ketiduran!) minivan yang menuju Penang akhirnya datang juga. Dibawah ini jadwal minivan yang saya lihat di kantor biro travel tersebut

 

Sampai di perbatasan, sopir menunggu semua penumpang selesai pengecekan pasportnya. Dari perbatasan, perjalanan masih memakan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke penyeberangan ferry di Butterwoth. Mulanya saya mengira, minivan ini akan melewati Penang Bridge yang terkenal itu. Tapi ternyata kami dinaikkan ferry, rupanya pelabuhan ferry lebih dekat ke pusat kota daripada lewat jembatan Penang. Tiket penyeberangan sudah termasuk dalam harga minivan.

 

Di Dalam Fery

 

Sesampainya di kota Georgetown, Penang, mulailah terlihat bangunan-bangunan kuno yang cantik. Pantaslah kalau kota ini masuk dalam Unesco World Heritage Site. Kota kecil yang cantik. Di kota ini saya menginap di Tune Hotel Penang, karena bersih, nyaman, murah dan strategis. Informasi mengenai hotel ini dapat diklik di http://www.tunehotels.com/our-hotels/downtown-penang.

 

Kamar Saya Di Tune Hotel

 

Si abang sopir bertanya kepada saya (dalam bahasa Thai) yang kira-kira dari gerakan tubuhnya menanyakan akan turun dimana. Waktu saya bilang Tune Hotel, eh dia malah bingung. Rupanya dia tidak tahu dimana letaknya. Saya bacakan alamatnya pun dia masih bingung dan nyerocos entah ngomong apa dalam bahasa Thai. Untunglah (lagi-lagi!) ada seorang penumpang yang mau menjadi penterjemah sekaligus penunjuk jalan karena rupanya dia sudah sering berkunjung ke Penang. Setelah check in dan mandi, saya pergi ke Gurney Drive untuk makan malam.

Gurney Drive (Persiaran Gurney)

Gurney Drive sendiri merupakan tempat makan di pinggir pantai. Untuk mencapainya, dari hotel saya berjalan kaki ke KOMTAR dan dari sana naik Rapid Penang ke Gurney Drive. Nomer bis dapat ditanyakan ke loket informasi yang ada di sebelah terminal bis ini. Di Gurney Drive,  disamping restoran ada juga warung-warung kecil yang dikumpulkan dalam satu area. Sayangnya, saat berkunjung ke sana hari sudah malam dan hujan turun cukup deras sehingga tidak sempat jalan-jalan di pantainya.

 

Gurney Drive

 

Di Food Court ini pilihan makanan yang dijual cukup beragam. Saya memilih Rojak Pasembur sebagai makanan pembuka. Makanan ini mirip seperti rujak Indonesia, bedanya kita dapat memilih isinya (ada udang, cumi, kentang,udang yang digoreng dengan tepung) dengan saus kacang yang manis pedas.

 

Penjual Rojak Pasembur

Setelah makan karena hari sudah sangat larut, saya naik bis kembali ke Komtar dan jalan kaki ke hotel.

Biaya Hari Ke-6

  • Tiket Minivan ke Penang                               Rp.   225.000
  • Makan Siang                                                   Rp.     15.000
  • Hotel                                                                 Rp.   103.500
  • Bis ke Gurney Drive PP                                 Rp.     21.000
  • Makan Malam                                                  Rp.     30.500
  • Total                                                                  Rp.   395.000

 

About these ads
 
27 Comments

Posted by on March 27, 2011 in Hatyai, Malaysia, Penang, Thailand

 

Tags: , , ,

27 responses to “Hari ke-6 (Hatyai-Penang)

  1. tungkaran hati

    March 30, 2011 at 2:52 pm

    blog marche ….! Votre blog est super.

     
    • aremaronny

      March 31, 2011 at 6:47 am

      Merci…I will do the blog marche..

       
  2. cheryandriana

    October 18, 2011 at 12:41 pm

    kangen penang ………………………… walau baru 1x kesana … tapi udah meninggalkan moment indah .. :)

     
    • Vicky Kurniawan

      October 18, 2011 at 2:39 pm

      Cheryandriana..coba ke Macau..kotanya mirip Penang tapi lebih cantik…

       
  3. dee

    October 31, 2011 at 12:10 pm

    pas di hatyai gak bahaya sis? Kok saya pernah baca katanya rawan ya sis..

     
    • Vicky Kurniawan

      October 31, 2011 at 2:32 pm

      Alhamdulillah, aman-aman saja…

       
  4. leny

    November 7, 2011 at 1:26 pm

    seneng mba bc blognya..detail infonya…aq rencana mei mo kesana seminggu..pengen ke bangkok trus chiang mai.bisa minta tlg di emailin itinerary lengkap bangkok ga mba..tlg email ke leny.blu06@gmail.com..thanks sebelumnya :D

     
    • aremaronny

      November 7, 2011 at 4:16 pm

      sayang saya di Bangkok cuman sehari…dan sayang saya belum menjelajah ke Thailand utara. Itinerary saya meliputi Bangkok sehari dan Thailand Selatan. Anyway, nanti tetep saya emailkan yah..siapa tahu mbak tertarik juga untuk menjelajah Thailand Selatan (atau sudah pernah?). Untuk Thailand Utara, saya rekomendasikan bukunya mas Ariyanto “Rp1 Jutaan Keliling Thailand dalam 10 Hari” terbitan B-First.. It’s nice to know you..

       
  5. mila

    December 12, 2011 at 5:39 am

    hihihii.. aku juga naik minivan itu. tnyt mereka semua pasti transit di Hatyai yah.
    cuma aku rute kebalikannya, ga naik ferry tapi lewat jembatan itu. aaah.. lebih seru naik ferry :(
    Hotel nya tnyt ga mahal2 juga yah… aku nginep di dorm Old Penang Guest House, 20 ringgit.. ga beda jauh ama stay di hotel -____________-“

     
    • aremaronny

      December 12, 2011 at 3:31 pm

      seruan naik jembatan kayaknya (rumput tetangga lebih seger :)). Tune hotel memang nggak mahal..checkitout..

       
  6. Geetz

    April 27, 2012 at 11:14 am

    nopparat tara lumayan sih mba. gak banyak turis di sana.

     
    • aremaronny

      April 27, 2012 at 3:45 pm

      Sayang saya belum sempat menjelajah kesana. Tapi menurut hasil riset saya, pantainya lebih sepi dari Ao Nang dan buat saya kriteria pantai favorit salah satunya yah yang tidak banyak pengunjungnya…:)

       
  7. lia

    July 6, 2012 at 9:46 pm

    Mba vicky kalo bis/van di hat yai ke penang itu beli tiket&start nya dari base officenya ya?bukan di terminal bis hat yai ya?

     
    • aremaronny

      July 6, 2012 at 10:14 pm

      Belinya bisa dari terminal bis atau travel agent manapun di Hatyai mbak..

       
  8. joko wicaksono

    October 11, 2012 at 1:03 pm

    selama berkeliling thailand, tempat2 mana yang asyik buat dikunjungi?

     
  9. Celoteh Panda

    February 8, 2013 at 9:29 pm

    Hi mba, ada ngga ya transportasi langsung dari bangkok ke KL? selain pesawat. Jadi ngga ke hatyai dan penang mba. Makasih mba :)

     
  10. Maria

    April 4, 2013 at 6:29 pm

    Hai mbak vicky, mau nanya foto room di tunes hotel diatas tipe room apa ya? Thx ya mbak

     
    • aremaronny

      April 4, 2013 at 8:44 pm

      Itu tipe double room mbak, sepertinya bisa muat 3 orang dewasa, atau ayah, ibu dan satu anak (2 juga bisa asal tidurnya tidak lasak) :).

       
  11. prettifykristalini

    October 11, 2013 at 12:15 am

    kak mau tanya dong.. kalo dari airport penang ke kota dan kembali lagi ke airport pake ap ya?.. apalagi kalo besawat balik jam 7 kan mesti jam 6 udah disana…thanks..

     
    • aremaronny

      October 11, 2013 at 6:20 am

      Waktu itu saya pakai bis,naiknya dari KOMTAR. Kalau pesawat terbang jam 7 mbak sudah harus ada di bandara jam 5 karena untuk penerbangan Internasional lebih baik dipare waktu 2 jam sebelum berangkat.

       
  12. prettifykristalini

    October 11, 2013 at 7:24 pm

    kak kalo jam 5 juga dari komtar ya?… transportasinya udah bisa kalo jam 5 pagi?..thanks

     
  13. lia

    January 8, 2014 at 8:15 pm

    Mba keren bgt baca nya, lengkap abis.
    Mau nanya nich, klo brgkat dr phuket penang brp jam ya? Trus ada yg jalan malam ga ya? Biar menghemat waktu gitu..hehe

     
    • aremaronny

      January 16, 2014 at 8:09 am

      Kalau pakai mobil sendiri sih 8 jam, tapi kalau naik angkutan umum bisa seharian. Perjalanan malam pakai bis malam tidak ada mbak. Rute terbaik yang bisa saya sarankan adalah naik bis malam ke Hatyai, dilanjut naik bis paling pagi sekitar jam 6 ke Penang.

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 183 other followers

%d bloggers like this: